Ode to James and Alyssa

Gara2 matigaya gak ada internet sejam, ini terjadi:

 

1231163
Alyssa liat kemana sik?

Jadi gara2 bikin review kemaren dan liat gambar di atas emang udah gemes pengen gambar, jadilah bikin sketch buru2 dan begini jadinya:

 

 

effinworld
baru bener! 😀

 

Bikinnya sambil denger lagu At Seventeen-nya Janis Ian, khusuk!

Btw, yang udah nonton siapa aja? 😀

Met kerja besok!

Mandhut.

Advertisements

Review The End of the F***ing World

end-of-the-world

Gue lemah untuk drama/film bertema coming-of-age, apalagi yang tokohnya quirky. Itulah mengapa sampai sekarang pun gue masih cinta mati sama The Perks of Being a Wallflower-nya Stephen Chbosky, dan gue rasa itu juga mengapa gue lumayan suka sama 13 Reasons Why-nya Netflix yang udah niat direview tapi masih mentok jadi draft mulu berbulan2 =)), ntar ya cari waktu buat digodog lagi and then mungkin beneran gue post :P.

Anyway, kali ini gue mau bahas serial remaja Netflix The End of the F***ing World. Gue pribadi tertarik nonton karena judul dan karakternya: Two misfits against the world. I’m so sold.

Ratingnya dari gue… 8 dari 10 kali, ya. Temanya sedikit dark dan sinis, latarnya dunia remaja british, komedinya lumayan lucu dan kerasa real. Yang bikin gue ngurangin nilai adalah endingnya yang agak kurang sreg di hati, sisanya oke2 aja.

Continue reading “Review The End of the F***ing World”

Finally, GOT.

game-of-thrones-poster_85627-1920x1200

Jadi gue baru nonton Game of Thrones (GOT) setelah sekian lama bertahan menjadi anak anti-mainstream.

Bukan anti sih sebenernya, tapi emang guenya dari dulu suka gak ngeh ama tren aja *mental kacamata kuda*. Gue asik2 sendiri, sadar2 hampir semua orang kayak ngomongin GOT gitu, dan semua orang udah ampe season sekian terus akik agak males ngejar.

Apalagi tiap nanya menariknya apa rata2 jawabnya random2 gitu. “Ya seru aja.”, “nonton dulu aja.”, “karena ada naga.”, “ada daenerys” (ha?). Terus denger2 katanya forno. Akik kan jadi agak suudzon ya sebenernya plotnya beneran bagus apa karena ada plus2nya aja.

Continue reading “Finally, GOT.”

Review Black Mirror

Been a long time since I wrote a movie/tv series review, jadi kali ini review2 dikit boleh, ya.

Seperti yang udah disebutin di postingan sebelumnya, saya lagi bosen banget sama beberapa hobi dan interest yang udah beberapa tahun jadi bahan obsesi. Jadilah saya cari bahan obsesi lain. Topik lain. Fandom lain. Kegilaan lain.

Akhirnya dari hasil nginget2 rekomendasi dan ubek2 sana-sini, saya memutuskan untuk mencoba beberapa tv series. Salah satu serial yang akhirnya habis saya tonton dan jadi favorit terbaru adalah Black Mirror.

Black Mirror Book Cover via Random House Header

Continue reading “Review Black Mirror”

8 Authentic Things About Me.

Solitude brings you clarity. Believe me, I know. Setelah menghabiskan waktu  hampir 7 tahun bekerja sendiri dengan minim interaksi dengan dunia luar kecuali keluarga dan kolega (itu juga seperlunya), saya jadi bisa benar-benar membedakan mana bagian kepribadian saya yang merupakan pengaruh dari pergaulan semasa kuliah dan sekolah, dan mana yang merupakan kepribadian saya seutuhnya tanpa pengaruh siapa-siapa.

Continue reading “8 Authentic Things About Me.”

Let’s Write Again!

Been dealing with writer’s block for weeks, so I decided to rest a bit, do anything and everything but writing. Things started to get better, got my inspiration back, got my spirit back, but this quote I found in the Pinterest land is the true winner.

Lupa E.H stands for what (yang jelas bukan Ernest Hemingway, kayaknya Emily something), but thank you, E.H.

Cup cup muah!

4a1ca8013d5eadd8e50ac171c1b62e27

Happy weekend!

Mandhut.

The Power of Vulnerability

So I just wrote this post on my other blog. The post made me a bit in a dark mood, darker than usual. Then, I accidentally found the answer to my question (or should I say remedy?) about an hour after. Somebody’s up there must be paying attention so much because I had this kind of moment of posing a hard question in my head and having universe sending me the answer straight away a lot.

Or maybe I am that weird. I don’t know.

Anyway, here’s the summary, watch it if you’re interested. It’s worth it:

Vulnerability is the core of shame and fear, but also a birthplace of joy and connection 😀

Brené Brown studies human connection — our ability to empathize, belong, love. In a poignant, funny talk, she shares a deep insight from her research, one that sent her on a personal quest to know herself as well as to understand humanity. A talk to share.

An incredible storyteller indeed :D. A story: a research data with a soul. 😀