Hm.

from pinterest

Contohnya beberapa bulan ini. Itulah mengapa gue pengen meracau. Kata2nya gak akan bisa dimengerti, I just need to let it out of my system. In public.

Belakangan jadwal rasanya nyaris ancur melulu, deh. Pengen konsen tapi gak bisa. Ada ini. Ada itu. Dan gak semuanya mau ngerti. Pada akhirnya ya yang diutamakan diri sendiri dan ‘geng’ masing2. Kalau itu harus manfaatin orang lain dengan segala cara demi kepentingan mereka ya gak apa2. Hari ini dimusuhin karena mengungkapkan sesuatu yang jujur, besoknya dibaikin karena besoknya lagi mau minta tolong sesuatu. Besoknya gitu lagi. Gitu lagi. Kalau ada masalah, kalau ada yang sakit hati, ya telen aja deh. Jangan harap mau diomongin baik2.

 

Kalau gak mikir jauh, gue pengennya ya tegas. Udah aja lah. Mau musuhin gue ampe mati ya silakan. It’s okay, kok. Gue bisa ngerti dan gue tahu bahwa pasti ada sisi positifnya dari hubungan yang ancur. Ekstra me-time! siapa yang gak mau? Tapi karena ada pihak yang polos dan gak tau apa2. Masa depannya masih sangat tergantung sama sikap orang2 di sekelilingnya. Ya udah. Diem lagi. Let it pass. Let it go. Anggap amal. Gue tau pada akhirnya ya gue cuma keset. Dipake2 buat clean up their mess terus terlupakan. Saat situasi panas, mereka akan nge’geng’ lagi dan gue akan jadi pihak yang dipojokkan (lagi). Mereka gak tau bahwa kalau ditanya rela apa enggak ya pada dasarnya rela2 aja, yang bikin gak rela itu sikap gak fair dan memihaknya.

Tapi ya gak apa2. Yaudah aja. As long as gue tetep inget bagaimana mereka bersikap terhadap gue, I’ll be fine. Yang bikin kesel itu kalau gue udah terlalu tulus, percaya dan berpikir positif cuma ternyata gue kecele. Tapi ini enggak. Gue tahu jelas posisi gue apa di mata mereka, apa yang mereka inginkan dari gue dan gimana cara mereka berusaha memanipulasi gue. Dan itu terjadi bukan karena gue gak sadar, tapi gue yang sengaja membiarkan mereka percaya kalau mereka bisa. Jadi gue tau gue akan baik2 aja.

Cuma kali ini jadi rada2 khawatir soalnya jadwalnya rada padet belakangan ini. Kerjaan lagi bener-bener dijadwal.  Dan gue bukan orang yang bisa multitasking. I tried, tapi gak bisa. Jadi pikirannya lagi ekstra2 banget. Gue menganggap diri gue sebagai orang yang sangat egois dalam keseharian, tapi gue gak tega juga kalau minta lebih egois dari ini lagi. Tapi emang lagi butuh banget gak mikirin apa2 selain yang lagi pengen gue kerjain ini -_-.

Huhuhu, aku butuh Doraemon. Supaya bisa masuk dunia cermin, jadi sepi dan fokus. Atau alat yang membuat waktu berhenti. Jadi semua orang berhenti  dan gue bisa ngerjain apa yang gue mau selama yang gue butuhkan tanpa drama.

Tapi mungkin lagi2, guenya aja sih yang drama. 😦

 

*main brama kumbara*

Mandhut.

Advertisements

2 thoughts on “Hm.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s