Maaf Bila,

Lagi suka banget denger lagu ini, “Orang Ke-3” by Hivi! :

Kasih maaf bila aku jatuh cinta
Maaf bila saja ku suka
Saat kau ada yang punya

Haruskah ku pendam rasa ini saja?
Ataukah ku teruskan saja?
Hingga kau meninggalkannya dan kita bersama

Galaunya maksimal ya, sungguh mengingatkan masa2 sekolah yang keseringan mengagumi idola dari pinggir lapangan *lo aja kali, Man*. Gitarnya mantep merasuk sampai ke hati. Cocok buat soundtrack film :).

*Nyanyi2*

Mandhut.

What Are You, Exactly?

Menyadari bahwa beberapa postingan sebelum ini semuanya tentang review buku/film mental illness, kali ini saya mau membahas topik lain. Sebenernya masih ada beberapa sih yang kepengen banget saya bahas, film Martha Marcy May Marlene dan buku I’ts Kind of a Funny Story, tapi kita simpan saja untuk lain kesempatan. Kali ini, saya mau bahas soal the famous Fabbas Arhat yang udah bertahun2 meramaikan panggung hukum politik infotainment Indonesia.

Tapi sebelumnya, perlu dicatat bahwa saya biasanya paling males ngebahas hal2 beginian, jadi inisiatif saya untuk menulis ini didasari rasa penasaran yang amat sangat. Kalau ada yang salah mohon dikoreksi ya.

Continue reading “What Are You, Exactly?”

Movie and Book Review : Silver Linings Playbook

Silver Linings : It’s the good part in a bad situation. It comes from the phrase “Every cloud has a silver lining.” So even when a cloud is in the sky darkening your day, at least there’s something pretty about it.

Jadi sekitar bulan September 2012 yang lalu, saya menemukan 2 trailer film yang kepengen banget saya tonton. One is The Perks of Being a Wallflower, yang mana sudah di-review di postingan ini, dan yang kedua adalah, Silver Linings Playbook yang diangkat dari novel karya Matthew Quick dan disutradarai oleh David O. Russel.

I am so in love with this movie, mulai aja ya?

Review tanpa spoiler :

Silver Linings Playbook (2012) -> 5 out of 5. No kidding. I’m a big fan of Jennifer Lawrence, dan disini dia sama sekali tidak mengecewakan, bener2 bikin bangga *kenapa juga ikut2an*. Saya yang tadinya biasa aja sama Bradley Cooper juga jadi merasa ini orang kok tiba2 rasanya ganteng banget (mungkin karena dia terlalu manis di film ini). Kalau kalian mengharapkan sebuah komedi romantis yang out of the box, kalau kalian pernah merasakan depresi dalam skala apapun – dari rendah sampai ke tingkat parah berkelanjutan, atau mungkin pernah menjalani perawatan bersama terapis untuk masalah psikologi (which is not a thing to be ashamed of), or just as simple as – kalau kalian suka akan konsep cinta, this is a must-watch movie. Jangan lupa baca bukunya juga!

Ok. Review kupas tuntas?

Continue reading “Movie and Book Review : Silver Linings Playbook”