Review Book and Movie : Warm Bodies

Free Web Proxy

Akhirnya setelah menunggu2 dan ngiler2 dengerin tweet orang2 udah pada nonton, saya bisa nonton juga Kamis yang lalu. Tadinya gak ada rencana mau nomat hari ini sih, cuma tadi pas ketemu temen buat ngomongin project, tau2 kecetus aja buat nonton dulu sebelum pulang, dan sudahlah jadinya saya langsung ngidein nonton Warm Bodies aja. Terus yah, sebenernya ini review udah sebagian ditulis, tapi karena masih penasaran pengen baca bukunya dulu, Warm Bodies by Isaac Marion, jadi saya pending.

Sebelumnya ini dia review tanpa spoilernya :

Warm Bodies the movie (2013) -> 60 dari 100, sorry sorry, idenya memang fresh, tentang zombie yang jatuh cinta sama manusia, dan memang genre-nya romantic comedy yang gak bisa dipikir pake logika. Cuma tetep aja untuk genre romantic comedy itu, mereka agak kurang ngepol romantisnya, terus lucunya juga kurang epic, jadi ya gimana.. segitu deh nilainya :D. Disini Nicholas Hoult-nya cocok jadi zombie, tapi tetep menurut saya kurang cakep (ya kan lagi jadi zombie, man.. | gamau tahu! musti cakep!), dan si Bella -oops- maksud gue Teresa Palmer yang mirip Bella Swan/Kristen Stewart cantiknya ngalahin si kembaran yang kurang beruntung (ya Bella lah). Mukanya kelihatan lebih sehat, lebih bersemu2, mungkin dia rajin yoga sama kena matahari pagi, sementara Bella keseringan leyeh2 di Forks yang mendung. Cocok ditonton sama yang ngefans sama 2 cast utama itu, terus yang suka genre zombie apocalypse. Lebih cenderung komedi ngayal berat yang logikanya agak timpang, jadi pas nonton gak usah mikir terlalu detail, dinikmatin aja :D. Saya gak tahu emang mereka beneran maksud nyindir Twillight apa enggak, tapi secara peran zombie utama bernama R dan Teresa Palmer mirip Kstew, jadi ya mungkin nyepet2 dikit.

Menurut saya sih, justru novel Warm Bodies karangan Isaac Marion lebih bagus daripada film-nya (karena ada beberapa kata2 yang quotable), jadi kalau ada yang suka baca dan penasaran, monggo loh dicari :D.

Sekian dan mari bahas spoilernya (kalo kepanjangan, skip aja yang font coklat) :

Diceritakan Amerika terkena wabah zombie, masyarakat yang belum terpapar virus zombie berhasil diselamatkan dalam sebuah area pengungsian yang dijaga ketat oleh tentara dan terkurung dalam tembok2 tinggi. 8 tahun berlalu, manusia hidup dalam ketakutan, meski mereka berusaha memenuhi kehidupan sehari2 dengan berternak dan bertanam di dalam zona aman, tetap saja mereka mengalami kesulitan dalam bidang pangan, kebersihan, terutama pengobatan. Di luar zona aman, zombie-zombie masih berkeliaran, beberapa di antara mereka bertransformasi menjadi Boney, zombie yang sudah sangat membusuk menyerupai tengkorak berjalan.

Seorang zombie bernama R (Nicholas Hoult), membuka adegan film. Diceritakan tubuhnya masih utuh, belum menjadi Boney, meskipun tidak lagi dialiri darah. Kulitnya berwarna pucat keabu-abuan dan dia berjalan sangat lambat. Meskipun dia adalah zombie dan dia sudah melupakan seluruh kehidupannya di masa lalu, tapi R masih berkeinginan untuk kembali menjadi normal, R ingin mengingat nama aslinya. R tinggal di bandara, menyulap sebuah pesawat menjadi tempatnya berdiam, rumah pribadinya itu dipenuhi oleh barang-barang yang dia koleksi dalam setiap perburuannya di kota.

Suatu hari, R dan sahabatnya sesama zombie – M, memutuskan untuk mencari makan (cari manusia), mereka berjalan2 di kota bersama sekelompok zombie lain dan menemukan gerombolan manusia yang sedang mencari stok obat di sebuah gedung. Mereka melakukan serangan mendadak, R berhasil menjatuhkan seorang pemuda manusia bernama Perry dan memakan otaknya. Di sini diberitahu alasan mengapa para zombie suka sekali mengonsumsi otak manusia,Β  alasan utama adalah karena dengan memakan otak, mereka bisa mendapatkan memori si manusia tersebut, sesuatu yang sudah tidak para zombie miliki dan alasan pribadi R adalah karena kalau dia tidak mengonsumsi otak si korban, maka manusia itu akan berubah menjadi zombie, sama sepertinya. Saat R memakan otak Perry itulah dia melihat beberapa kenangan masa kecil Perry dan kekasih pemuda tersebut, seorang gadis berambut pirang bernama Julie (Teresa Palmer). R melihat ke sekelilingnya dan menemukan si gadis yang bernama Julie, seketika jatuh cinta dan selanjutnya bertindak berdasar naluri. R melindungi gadis itu dari serangan zombie lain dengan cara menyamarkan baunya (beneran dipeperin semacam cairan coklat2 ke pipi, uwek). Nah zombie2 lain pun tertipu dan menyangka Julie sudah menjadi kawanan mereka.

R membawa Julie bersama kelompok zombienya ke bandara, diboyongnya gadis itu ke pesawat miliknya. Awalnya Julie takut, namun lama kelamaan mereka mulai saling mengenal. Julie meminta R untuk mengantarnya keluar dari bandara tersebut, karena dia ingin pulang, namun R menahannya dengan alasan situasi mereka saat ini belum aman. Diceritakan zombie tidak pernah tidur, namun kali itu R sempat kehilangan kesadaran selama beberapa saat, hanya untuk menemukan bahwa Julie melarikan diri. Dibantu oleh M, R menyelamatkan Julie dari serangan Zombie dan Boney, dan akhirnya mengantar Julie pulang dengan mobil. Di tengah perjalanan mereka memutuskan untuk beristirahat di sebuah rumah kosong, di sanalah akhirnya R mengaku bahwa dialah yang membunuh kekasih Julie, Perry.

Malam itu, untuk pertama kali setelah sekian lama,Β  R tidur dan bermimpi, dalam mimpinya dia bertemu dengan Nora (sahabat Julie), Julie dan Perry. Perry mencemooh harapan R untuk kembali menjadi manusia, sedangkan Julie menunjukkan secara tidak langsung bahwa itu mungkin terjadi. Saat R terbangun, Julie sudah menghilang dan R memutuskan untuk kembali ke bandara. Di tengah perjalanan dia bertemu dengan M dan kumpulan zombie lainnya, mereka berkata bahwa sejak melihat Julie dan R, mereka mulai sedikit demi sedikit teringat dengan memori masa lalu mereka masing2, seakan-akan mereka mulai berubah menjadi manusia. M juga memberitahu bahwa mereka terpaksa pergi karena kawanan Boney mengejar mereka, juga saat ini sedang mengejar Julie dan R. R pun bergegas menemui Julie untuk memberitahu hal ini, sementara M dan kawanan zombie lainnya menunggu.

R menggunakan jalan rahasia menuju area pengungsi yang diketahuinya dari memori Perry. Dia menemui Julie dan memberitahukan apa yang terjadi. Akhirnya mereka pergi menemui ayah Julie yang merupakan pemimpin grup pengungsi untuk menginformasikan transformasi zombie di luar sana. Ayah Julie marah, dan mengancam akan menembak R, namun Julie dan R berhasil lolos dengan bantuan Nora (Analeigh Tipton), sahabat Julie. Mereka berdua berlari keluar zona aman melewati jalan rahasia dan menemui sekawanan zombie yang dipimpin oleh M, namun mereka terkepung oleh kelompok Boney yang mengepung mereka. Zombie2 berusaha menyelamatkan Julie dan R yang melarikan diri, akhirnya dengan kerjasama tentara manusia dan zombie, mereka berusaha menumpas Boney.

R dan Julie terkepung oleh Boney dan terpaksa meloncat dari ketinggian ke dalam sebuah kolam air mancur yang berkedalaman rendah. R melindungi Julie dan sempat pingsan, namun berhasil sadar. Saat itulah ayah Julie, Om Grigio, menembak R pada bahunya, dan darah segar mengalir keluar, R KEMBALI JADI MANUSIA SODARA2! DIA PUNYA DARAH WARNANYA MERAH!. Grigio dan para bawahan tentara melihat semua kejadian itu, ditambah dengan fakta dari info batalyon lain yang bersaksi bahwa memang para zombie-lah yang membantu mereka mengusir Boney, akhirnya mereka menerima kehadiran R dan zombie2 lainnya.

Para Boney yang masih tersisa diburu dan dibiarkan musnah, sementara para zombie menjalani terapi penyembuhan untuk menjadi manusia lagi. Semua hidup bahagia. Di akhir cerita, Julie bertanya apakah R tidak ingin tahu siapa nama aslinya? dia bisa membuat namanya sendiri kalau dia mau (semisal Robert, gitu maksud lo? -nyinyir) tapi R berkata, bahwa dia sudah puas dengan hidup yang ada saat ini.

The End

Gombalnya bikin sakit gigi gak sih :)). Mungkin karena gue nunggu nonton film ini hampir sebulanan dan udah nonton trailer, movie clip segala macem, jadi merasa film ini gak seseru yang gue harapkan. Kayak yang gue bilang di atas, romantisnya kurang intrik, lucunya kurang nampol, dan ada beberapa pernik2 film yang bikin ilfil macam :

  1. animasi Boney, beneran deh rasanya nanggung banget, desainnya kurang serem terus geraknya kurang luwes.
  2. jadi ada beberapa scene yang kepengen menunjukkan bahwa kekuatan cinta telah membuat jantung para zombie itu berdetak kembali, dan itu benar2 ditunjukkan dalam bentuk animasi jantung berwarna kemerahan yang detak2 di dada. gombal parah =)).

Kelebihannya adalah :

  1. ide film yang cukup fresh, tokoh cowok yang jauh dari kesan ganteng tapi cute aja gitu meskipun zombie dia kepengen jaim.
  2. Terus akting yang cukup mumpuni dari Nicholas Hoult yang keliatan banget meskipun zombie tapi masih aja bisa salting di dekat cewek yang dia suka. Memang aktingnya di Jack the Giant Slayer kurang gimana gitu, tapi di film ini bolehlah :D.
  3. Teresa Palmer cantik deh bok, sereuslah KStew lewat. Aktingnya juga lebih hidup.
  4. Saya sebelum nonton sempet agak2 gelisah karena meskipun suka tapi aslinya jantung suka gak kuat aja kalau nonton horror, zombie, apalagi kalau ada kulit2 kekelupas, tangan putus dll dsb. Liat tangan berdarah aja perut melilit ini lagi suruh liat gigi nongol gara2 mulut copot, mau semaput rasanya. Terakhir nonton film zombie adalah 28 Weeks Later (demi nonton Jeremy Renner) tapi terus durasi film yang harusnya sekitar 1,5 jam baru selesai 5 jam gara2 tiap liat zombie muncul ngagetin, bawaannya pause dulu terus tereak2 sambil loncat ke kasur, atau ngerjain yang lain dulu. Capek hati banget nontonnya. Tapi yah, karena gue sangat ingin nonton Jeremy Renner ya gue play lagi. Bayangkan bagaimana stressnya saya kalau harus nonton beginian di bioskop yang gak bisa dipause, mana gak bawa pashmina buat ngumpet (dadakaaann nontonnyaa). Hih banget. Tapi ternyata zombie-nya gak seserem itu, sekedar pucat2 mata kosong, terus gak ada adegan kejam yang eksplisit. Mungkin karena emang dibuat untuk komedi kali ya πŸ˜€
AAAAAAAAAAAA

Trivia :

Entah kenapa tiap liat mbak Analeigh Tipton, gue merasa karakter mukanya mirip sama Nam Joo Apink, iye gak sih :

Jangan ditanya kenapa gue bisa tau Nam Joo Apink :)). Perhatiin baik2 dulu, meski berbeda bangsa tapi karakter mukanya rada sama tau. iya kan? IYA KAN? *maksa*

Opini :

Kalau untuk saya sih, justru yang berbekas di benak setelah nonton dan baca Warm Bodies ini, bukan hubungan cinta antara R dan Julie, tapi kehidupan para manusia yang berubah drastis setelah zombie apocalypse. Film-nya emang cenderung komedi, dan mungkin karena keterbatasan durasi, maka intrik2nya kurang dalam, berbeda dari versi bukunya. Di buku bahkan karakter Perry itu andilnya jauh lebih besar dari sekedar otak makanan R yang berisis memory, Perry seakan menjelma jadi suara hati R, dan dia jugalah yang membantu R memantapkan niat untuk berubah jadi manusia.

Sebelum baca bukunya saya sempet agak heran, kenapa gitu si Julie bisa dengan mudahnya move on, jatuh cinta sama R yang jelas2 memangsa kekasihnya Perry. Awalnya sempet menyalahkan pihak script karena kok gak realistis banget, tapi setelah baca bukunya saya ngerti. Jadi diceritakan kalau saking dunia pada saat itu bener2 udah hopeless, setiap hari mereka harus merasakan ketakutan, banyak kematian yang harus mereka terima, mereka jadi lebih santai dalam menghadapi kehilangan. Ibu kandung Julie meninggal bunuh diri, sengaja mengumpankan diri keluar Stadium City, sedangkan ayah ibu Nora yang ternyata meth addict, dengan tega ninggalin anaknya karena gak bisa kasih makan, semua orang mengalami betrayal, sakit hati yang mendalam.

Ada salah satu scene di buku dimana Nora si sahabat Julie cerita ke R kalau dia dulu sempet selingkuh ama Perry, kayak one night stand gitu, terus Julie tahu. Waktu itu Nora baru diselamatin, jadi gak tahu sama sekali kalau Julie sama Perry pacaran. Julie sempat sakit hati, tapi terus seiring berjalannya waktu, Nora dan Julie akhirnya sering ngobrol, dan jadi sahabat. Terus Nora bilang :

What i’m saying is, when you have weight like that in your life, you have to start looking for the bigger picture or you are gonna sink.

Miris tapi sekaligus berasa kagum gimana gitu. Jadi karena emang semuanya udah pada ancur2an, manusia2 itu dengan ajaibnya punya stock legowo jauh lebih luas daripada manusia sebelum zombie apocalypse. Karena udah bukan waktunya untuk marah2 dan dendam, tubuhnya udah begitu lelah, emosinya udah begitu penat, mereka cuma pengen forgive dan forget. Makanya pas mereka tau si R juga udah mulai berubah jadi manusia, mereka seneng karena itu berarti beban hidup mereka berkurang, apa yang R lakukan sebelum itu bagi mereka gak masalah.

Terus ada satu scene di buku juga dimana Perry ditanyain tentang masa depan. Jadi si Perry ini tadinya tinggal ama bapak ibunya di sebuah desa yang damai. Saat kotanya ikut terkena wabah zombie, ibunya meninggal, mereka pindah ke stadium city. Bapaknya kerja di konstruksi, tapi terus suatu hari bapaknya meninggal karena kecelakaan kerja (kalau di film bapaknya jadi zombie). Sejak itu Perry jadi agak2 berubah, yang tadinya dia happy2 gitu, suka nulis dan berkebun, terus jadi pengen pindah jalur kerja ke bagian keamanan. Kayak tiap hari yang dipikirin mati terus. Nah, terus ada senior yang namanya Rosso, yang heran kenapa Perry tiba2 mau jadi security? bukannya pengen nulis? terus Perry jawab dia kepengen melakukan sesuatu yang memang penting, nulis buku di jaman kayak gini gak ada gunanya. Terus Mbah Rosso bilang :

The world that birthed the story is long gone, all its people are dead, but it continues to touch the present and future because someone cared enough about that world to keep it. To put in words. To remember it.

πŸ™‚ rasanya pengen senyum aja :D.

Saya sendiri ya, abis nonton film2 zombie apocalypse gini biasanya langsung mikir, gimana kalau yang begitu bener2 kejadian. Apalagi pas abis nonton 28 Weeks Later tuh, lumayan deh semingguan agak2 parno. Lari kemana? Harus gimana? kalau keluarga ada yang jadi zombie gimana? tapi pertanyaan terbesar adalah :

Emang bisa kabur? wong badan kualitas wagyu gitu.

……… gak bangga sama sekali.

Tapi akhirnya saya putuskan, tempat ngumpet paling nyaman itu adalah di mall, di balik billboard yang buat iklan itu. Tambal bagian bawahnya pake bata atau apa, kasih tiker2 di bagian atas, terus tinggal disitu aja. Kenapa di mall? soalnya kalau mau apa2 deket, mau handuk tinggal ke Terry Palmer, mau makan tinggal ke supermarket (makanan kaleng, chiki), mau senjata tinggal cari alat gunting rumput di Ace Hardware, mau sholat tinggal pinjem mukenah dulu ke musholla *dislepet*. Terus kenapa gak tinggal di Informa aja man, kan ada kasur2 display? enggak dong kan terlalu terekspos entar gampang ditemuin zombie. Mending cari2 kesempatan aja curi2 nelusup ke mall, ngestock barang pelan2, sisanya nunggu di billboard. Lagian kalau ada helikopter penyelamat terus mereka mendarat di atap gedung, saya tinggal naik tangga aja, terus ciao2 menuju peradaban yang lebih baik. gak repot.

Tapi ini sambil berdoa juga semoga zombie-nya gak sepinter zombie Resident Evil yang udah bisa renang. Siapa juga yang ngajarin, gak ada kerjaan, dasar.

Anyway, film dan bukunya sebenernya lumayan, tapi saya aja udah ekspektasi tinggi. Semoga kalian juga menikmati ya πŸ˜€

Happy weekend!

Mandhut.

//

Advertisements

11 thoughts on “Review Book and Movie : Warm Bodies

  1. Udah sempet pengen nonton film ini tapi partner nonton (suamI) gak minat, batal deh. Setelah baca post ini jadi pengen baca buku nya deh. Kayanya lebih ‘dalem’ ya. Uhmm pengen nonton film nya juga sih tetep (meskipun udah baca spoiler nya), abis pengen liat lucu lucu nya si Nicholas Hout itu πŸ˜€
    Btw itu siapa sih si Nam Joo Apink itu? Bentuk muka nya rada mirip sih, terutama dagu nya..

    1. Bukunya agak lebih ‘dalem’, tapi masih ada komedinya kok :P. Kayaknya sih emang difilm-in sekalian buat nyindir twillight, soalnya di novelpun ceritanya menurut gue kurang digali juga, meskipun kategori lumayan. Kalau suka Nicholas Hoult, mendingan liat di Jack the Giant Slayer atau nontonin film lama dia, Skin, tv series UK. Disana cakepnya lebih bling2 ketimbang pas dia jadi zombie. Emang tuntutan peran musti kayak mayat.
      Apink tuh salah satu girls group Korsel :)). Iya miriiipp kaaann… *puas banget*

      thank you ya udah komen πŸ˜€

  2. Sama samaaaa! πŸ˜€ bisa jadi nyindir twilight atau justru terinspirasi hahaa..
    hoo blm nonton 2 film Nick sebelumnya, jadi penasaran.
    Btw ide buat sembunyi di billboard iklan mall sungguh absurd! Hahahaa kalo aku kayanya mo ngumpet di bandara aja deh *lho*

    1. πŸ˜€ makhluk apa lagi yang akan jatuh cinta dengan manusia?. Mari ditunggu.

      ngumpet di bandara juga oke tuh biar bisa langsung naik pesawat terus ciao :D. Tapi kayaknya mesti cepet2 pergi dari lokasi karena terlalu banyak akses masuk bagi para zombie *analitis*.

  3. mending ke hutan… bikin rumah pohon, sambil menanam jagung dan ubi awkoawkaokwoakwoawk….. trus samping2nya kasih pager listrik.. pasang ranjau, sambil siapin obat tidur dosis tinggi, kalo2 zombie-nya udah terlalu banyak, langsung minum obat biar kalo kegigit gak berasa…

    atau… ke kapal, tapi kapal pesiar yang masih lengkap isi2nya, trus lepasin tuh jangkar biar aman… kapalnya agak dimajuin ke laut tapi masih dket2 pelabuhan biar bisa makan sambil nnton zombie2-nya..

    tapi kayaknya lebih masuk akal yang billboard itu… tergantung lokasi terdekat yang dianggep paling aman…

    1. kemana2 tetep ya jagung dan ubi. Pelihara ayam dong kan telurnya lumayan protein :)). minum baygon kali sri, biar langsung lewat, zombienya juga keracunan.
      eh kapal itu ide bagus, tapi kan sekarang zombie resident evil aja udah bisa renang, gimana dong :))

      1. iya juga ya.. gak kepikiran kalo ternyata zombie bisa renang… padahal jalannya aj kaku gitu… baygon aj deh awhwahahaha…

  4. sbenernya,gw penasaran bgt ama nih film,
    Keliatannya lebih menarik dr pd twilight.
    Dan dari dulu,gw udh ngincer nih film buat ditonton,tpi … Ampe skarang belom kecapaian πŸ˜€ hehehe

    1. Kalau lebih suka yang agak komedi + unik ketimbang yang romantis menye2 sih si Warm Bodies ini jelas lebih menarik :D. Gw juga dulu pas liat trailer langsung gemes pengen nonton, zombie jatuh cinta gitu. Mesti liat. =))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s