[Film-in Dong!] Memori by Windry Ramadhina

13632491

Memori – Windry Ramadhina

Pada sadar gak kalau belakangan perfilm-an Indonesia lagi getol2nya berproduksi? Kalau menurut pengamatan saya sih, setelah beberapa lama mengalami masa2 suudzon dengan film Indonesia akibat banyaknya film ‘horor’ gajelas, akhirnya bioskop mulai dibanjiri film2 Indonesia berkualitas lagi. Kalau dulu sih mikirnya “ya kalau harga tiketnya sama mending nonton film Hollywood gak sih ketimbang disuguhin yang aneh2 + plot busuk” tapi sekarang udah mulai mau mempertimbangkan lebih lanjut soal film Indonesia yang akan ditonton di bioskop πŸ˜€

Nah kalau diperhatiin ya, film Indonesia itu ada yang pure ide cerita dari sutradara + penulis, tapi banyak juga yang disadur dari novel2 sukses. Yang sekarang ini novel2nya lagi dikerubut adalah Dewi Lestari. Baru aja Perahu Kertas part II selesai tayang, gak lama Rectoverso muncul dan langsung gak pake napas dulu Madre mulai tayang di bioskop. Tapi selain itu banyak juga loh karya novelis lainnya; Ninit Yunita (Testpack), Adhitya Mulya (Jomblo!), Icha Rahmanti (Cintapuccino) dan masih banyak lagi.

Lalu mulailah terpikir oleh saya, kalau memang trend di dunia sineas muda saat ini adalah mencari profit film dari novel yang ceritanya sudah teruji sukses di pasaran, bukan gak mungkin dong karya penulis lainnya lagi bakal masuk bioskop?

Soalnya saya ini suka baca, dan punya banyak rekomendasi untuk novel2 Indonesia yang SEBAIKNYA DIFILMKAN. Dulu sih sempet ada masanya males baca novel indonesia, maunya trilogy young adult berbagai macam judul dari barat sana. Tapi sejak saya baca novel Fly to The Sky karya Nina Ardianti dan Moemoe Rizal (beli karena covernya lucu), pikiran saya tentang novel Indonesia langsung terbuka, dan sejak itu tak bisa berhenti mencari novel Indonesia keren lainya. Ada daya tarik tersendiri dalam novel karya anak negeri, utamanya karena akar budaya-nya sama, sesuatu yang saya kenal sehari2, jadi lebih kena di hati.

Jadi berbekal doa bahwa suatu hari nanti akan ada sineas/produser yang googling pakai keyword “novel Indonesia yang bagus difilm-in lagi selain novel Dewi Lestari” atau “bikin film apalagi ya” atau “galau butuh duit ayo bikin film” maka dalam rangka turut mendukung dunia perfilman Indonesia, marilah kita sediakan referensi sebagai inspirasi bagi mereka.

Maka kali ini saya akan bahas sebuah novel terbitan Gagas Media : Memori karya Windry Ramadhina.

Kalau Fly to the Sky adalah novel yang membekas di benak karena membawa saya kembali pada dunia literatur Indonesia, maka Memori adalah alasan kenapa saya terus berusaha mencari novel2 keren lainnya. Ceritanya indah sekali, dan bahasanya sangat rapih tanpa ada kesan dipersulit oleh permainan kata. Bagus. banget. huks. Dan karena penulisnya lulusan arsitektur, maka gak usahlah meragukan kemampuan deskripsi tempatnya. emejing.

Kisahnya tentang Mahoni, seorang gadis workaholic, keras kepala, idealis yang bekerja menjadi arsitek di Amerika. Ayah dan Ibunya bercerai, dan sejak saat itu Mahoni diasuh oleh Mae, ibunya. Hubungan Mahoni dengan ayahnya menjadi renggang, bagaimanapun ayah Mahoni berusaha mendekatkan diri, Mahoni selalu menjaga jarak, karena dia belum bisa memaafkan ayahnya yang berselingkuh dan menikah dengan Grace, dan sudah mempunyai anak lagi, anak laki2 bernama Sigi.

Suatu hari, Mahoni mendapat kabar bahwa ayah dan ibu tirinya, Grace, meninggal dalam kecelakaan. Dia pulang ke Indonesia untuk melayat, dan terkejut karena tiba2 dibebani oleh tanggung jawab mengasuh adik laki2 dari hasil pernikahan ayahnya dengan istri kedua, Sigi. Karena adik laki2nya itu masih SMA, maka harus ada kerabat yang mau menjaganya setidaknya sampai kuliah. Adik dari almarhum ayah Mahoni yang tinggal di Jogja sedang mendapat musibah, jadi tidak bisa menjaga Sigi, maka Mahoni-lah satu2nya harapan.

Mahoni kesal, namun akhirnya dia memperpanjang waktu stay-nya di Indonesia, dengan harapan om-nya di Jogja dapat segera mengambilalih tanggung jawab untuk mengasuh Sigi. Di tengah kekesalannya, dia bertemu lagi dengan teman kuliahnya dulu, Simon, pemuda yang berkarakter mirip dengan Mahoni. Saat ini Simon sudah punya perusahaan sendiri, dan mengajak Mahoni untuk bekerja dengannya, sambil mengisi waktu sebelum kepulangannya kembali ke Amerika. Mereka pernah saling mencintai dulu, tapi berpisah. Simon sendiri sudah punya kekasih, bernama Sofia, partner Simon di perusahaan yang sama.

Situasi membawa Mahoni untuk menelaah apa arti keluarga. Untuk membangun kembali hubungan yang sudah rusak, mengingat kembali kenangan indah, dan memaafkan masa lalu. Awalnya Mahoni jelas risih, harus tinggal di rumah yang dulu pernah menjadi kenangan indah untuknya, namun harus ternodai oleh kenangan perselingkuhan ayahnya dengan Grace. Jelas dia risih, harus tinggal dengan adik tirinya Sigi, yang selama ini selalu dia benci, yang selalu membuat dia iri. Tapi lalu hari berganti minggu, minggu berganti bulan, hati yang beku pun mulai cair, Mahoni tak bisa memungkiri kalau dia peduli dengan Sigi, begitu juga dengan adiknya itu.

Puncaknya adalah saat Mahoni berkaca dari sikap Sofia yang tahu bahwa Mahoni dan Simon menjalin hubungan kembali. Sofia memang menangis, memang marah dan sempat menghilang, tapi setelah itu dia kembali dan berbesar hati, memaafkan. Sofia tetap bekerjasama dengan Simon, menjalani hidup dengan positif sampai akhirnya dia bertemu pria lain dan menikah. Sofia dengan mudah memaafkan, sedangkan ibu Mahoni, Mae, masih saja menangisi hidupnya, masih dendam dengan almarhum ayahnya dan Grace, dari sigi kecil hingga SMA, dari ayahnya hidup sampai ke liang lahat. Mahoni akhirnya sadar bahwa hidup dengan dendam bagaikan penyakit mematikan, menggerogot dari dalam, tidak ada yang paling dirugikan kecuali si pemilik dendam, dan akhirnya dia pun berusaha memaafkan. Membangun keluarganya kembali bersama Sigi, Simon, dan mungkin suatu hari nanti, Mae.

The End

Ceritanya bagus kan? saya sih sukanya karena novel ini gak seperti novel kebanyakan, gak terlalu menye2 romantis bikin sakit gigi, lalu pesannya menyentuh sekali. Terus saya ngefans banget sama tokoh Sigi, entah kenapa gak sabar pengen nonton film Memori ini ya karena kepengen liat Sigi-nya kayak apa, tentu saja tokoh2 lainnya juga. Di bayangan saya ya, kalau jadi film Indonesia, itu tampang2 pemerannya kayak gini :

prediksi cast Memori by Windry Ramadhina (aktor dan artis Indonesia)

Kirana Larasati as Mahoni

Nicholas Saputra as Simon

Atiqah Hasiholan as Sofia

Junior Liem as Sigi

pemeran ibu2 dan bapak2 : Mathias Muchus (ayah Mahoni), Marini Zumarnis (Grace), Meriam Bellina (Mae)

Belakangan Bang Nico kayaknya maunya maen film2 berat, tapi semoga peran Simon cukup menantang baginya. Amin ya Allah tolong kabulkan *serius abis*. Gue gak menemukan figur lain yang lebih cocok jadi Sigi ketimbang Junior Liem, terus liat deh, tampang Junior sama Kirana kan bisa dimirip2in ya diaku kakak adik. Please please please jangan pakai Steven William buat Sigi, atau gue bisa nangis tujuh turunan… T-T *gak ridho*

atau mungkin JADI FILM/DRAMA KOREA SELATAN gitu? siapa tau suatu hari diadaptasi *kirim2 kode entah ke siapa gatau juga*. Nah karena di Korsel, maka namanya perlu diubah dong, jadilah tampang dan nama begini :

prediksi pemeran drama/film Korea Selatan yang terinspirasi dari novel Memori by Windry Ramadhina

Han Ji Min as Ma Ho Ni (Mahoni)

So Ji Sub as Go Jin Oh (Simon)

Wang Ji Hye as Jang Soo Bi (Sofia)

Cheondoong ‘MBLAQ’ as Ma Shin Gi (Sigi)

(gue bisa sebutkan peran2 yang cocok untuk bapak2 dan ibu2 lainnya, tapi nanti terdengar makin freak drama korea, jadi gak usah *jaim yang terlambat*)

tuh saya udah selipin satu Idol (MBLAQ) supaya menarik penonton remaja, thoughtful abis bukan??.Β  Bisa juga sih dicariin karakter buat dorama jepang, tapi temanya terlalu biasa, gak sesuai sama konsep dorama yang biasanya mengambil tema2 lebih unik. Cocoknya ya drama korea :D. Oh iya saya gak peduli kalau salah satu nama karangan Korsel yang saya buat itu berarti talenan, atau serok, atau bulu ketek, gak peduli, yang penting imajinasi saya bisa diekspresikan.

*lari2 di tepi pantai*

*terlalu asik dunia sendiri*

sekian dan semoga mestakung, tunggulah posting [Film-in Dong!] lainnya :D.

Amin!

Mandhut.

Advertisements

18 thoughts on “[Film-in Dong!] Memori by Windry Ramadhina

  1. saya sangat setuju kalo Memori bisa diFilm-in. buat prediksi cast-nya, kereeeeen…menurut saya aktor/aktris di atas cocok dpt peran tsb, apalagi rambutnya nicolas saputra yg sama dengan Simon dalam imajinasi saya πŸ˜€
    ayo Film-in Film-in Film-in

    • sebenernya ya, Simon tuh kayaknya lebih mirip ini :

      tapi dari segi komersil, marilah kita berdoa Nicholas Saputra mau.

      thank you udah komen, amin amiiinn semoga terkabul! πŸ™‚

  2. Pingback: [Film-in Dong!] Restart by Nina Ardianti | Racauan Manda

  3. Pingback: [Film-in Dong!] London by Windry Ramadhina. | Racauan Manda

  4. Pingback: Ci-li-lin Ceria! | Racauan Manda

  5. Setuju banget sama ini artikel xD tp kayaknya juniel (singkatan buat junior liem) udah ketuaan buat meranin sigi yg baru enam belas ._.

    Sama sih, aku juga jatuh hati sama sigi :3 dan pesannya tersampaikan dgn baik walopun gadaa adegan termehek-mehek… hehe… semoga cepat di filmkan.

    • entah kenapa aku masih mrasa Juniel cocok soalnya mukanya (IMO) baby-face =)) =)).

      ini katanya buku Windry yang judulnya London sedang dalam proses syuting lhooo. Semoga aja one day Memori bisa difilemin yaaa πŸ˜€

    • Windry tuh lulusan arsitektur lho, terus novel memori ini juga pemeran utamanya (Mahoni) seorang arsitek, jadi kemampuan deskripsinya (terutama lokasi) itu keren bangeett bangett bangeett *ngefans abis*

      Menurutku sih ceritanya keren, semoga bisa nemu dan suka πŸ˜‰

      Btw, kalau cuma pengen coba2 baca, bisa nyewa juga di sini : http://readingwalk.com/book?keyword=windry base-nya di Curug πŸ˜‰

      • Iya, salah satu yg bikin aku makin penasaran karena itu khihihi..

        aku beli aja deh~~ mumpung ada di kutukutubuku. Masa terakhir beli novel lokal jaman awal2 kuliah deh.. Ter. La. Lu! (ehh.. aku ngomong gitu kesannya kalau novel luar tetep beli ya?? padahaaalll…..samasaza…).

  6. Pingback: Happy 12th Birthday Gagas Media! | Racauan Manda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s