Being Tender and Open is Beautiful.

Free Web Proxy

Being tender and open is beautiful. As a woman, I feel continually shhh’ed. Too sensitive. Too mushy. Too wishy washy. Blah blah. Don’t let someone steal your tenderness. Don’t allow the coldness and fear of others to tarnish your perfectly vulnerable beating heart. Nothing is more powerful than allowing yourself to truly be affected by things. Whether it’s a song, a stranger, a mountain, a rain drop, a tea kettle, an article, a sentence, a footstep, feel it all – look around you. All of this is for you. Take it and have gratitude. Give it and feel love.

– Zooey Deschanel.

//

Advertisements

Drama War.

Selamat pagi bagi pembaca yang zuper *ditimpuk*

Emang belakangan lagi bahas drama2 terus ya, maafkan memang lagi banyak bahasan soal itu aja. Kali ini saya mau bahas soal drama dari sudut pandang yang lebih luas *ceilah*. Kalau zaman saya kecil dulu, drama di televisi itu paling yang paling banyak sinetron Indonesia sama telenovela. Terus mulai masuk SMP, mulai deh ada Indosiar yang sering banget nampilin drama-drama jepang, atau yang biasa kita sebut dorama. Lalu sempet ada kalanya drama Taiwan beken sebentar (Meteor Garden, Love at the Dolphin Bay), dan akhirnya drama Korea.

Siapa yang masa remajanya sempet nonton Tokyo Love Story sama Long Vacation? Siapa yang diam-diam nyanyi jingle Marimar di kamar mandi? siapa yang nangisnya gak berenti2 pas nonton drama Endless Love? siapa yang ngumpulin pin-up F4? *ngacung pake jempol kaki*, dan siapa yg sempat kesel banget pas Doel jadinya ama Sarah bukan sama Zaenab?

Lah kenapa jadi fangirling :)).

Tapi itu jaman saya kecil, kalau sekarang sih yang lagi beken di Indonesia adalah :

  • sinetron Indonesia tentunya (HAJI TIGA KALI!) yeah well, suka gak suka mereka eksis.
  • TV series dari Amerika (Walking Dead, TBBT, HIMYM)
  • K-drama, drama Korea Selatan
  • Dorama, drama Jepang.

Kira2 kalau dari hasil terawangan saya begitu deh. Terus pernah gak sih saking banyaknya pilihan terus ada satu momen dimana rada bingung aja mau nonton drama dari bangsa mana? atau pengen coba nonton drama Jepang tapi masih ragu karena belum yakin bagusnya dimana?

MARI SAYA BANTU.

Continue reading “Drama War.”

that little kid.

Lagi hectic deadline, dan tanpa disangka otak saya ini sempet aja mikirin kehidupan. Mungkin bawaan mellow, drama queen, ada untungnya juga sih jadi ada bahan posting, yay.

Ponakan tercinta lagi memasuki masa puber. Masa dimana dia mulai naksir2an, masa dimana dia mulai tahu bahwa orang2 dewasa di sekitarnya tidak selalu benar, masa dimana dia mulai sering galau tanpa alasan dan menolak untuk dihibur (prets!). Oh, mesti ditambahin, masa dimana dia udah bisa ngomong “Antinda kapan nikah? aku pengen sepupu.”, awalnya kaget, tapi lama2 saya santai saja menanggapi, dia nanya gitu pasti karena udah gak sabar mau BANTUIN GANTI POPOK (HUAHAHAHAHAHAH). And then saya musti menerima kenyataan bahwa dia hapal semua dialog di film Twillight Series. Oh Stephenie Meyer, why??!!! *guncang2 bahu si Steph*. Saya coba mengingatkan dia untuk gak terlalu lebay karena maybe one day dia akan malu, seperti that time saat dia ngefans banget sama RUBEN ONSU dan kemana2 nyanyi lagu KEPROK KEPROK, tapi gak ngaruh tuh bro. ck.

Harus saya akui, bahwa kadang saya dan anggota keluarga lain merasa kehilangan dan pengen banget bilang “jangan cepet2 jadi gede, jadi anak kecilnya setahun dua tahun lagi deh biar bisa diunyel2”, tapi saya tahu bahwa dia sedang mengalami masa2 paling indah dalam hidup. Masa dimana dia masih bisa berharap apapun tanpa takut, masa dimana dia harus buat salah, harus lebay, harus drama, lalu belajar, dan nanti jadi orang dewasa yang tahu menempatkan diri. Dan tentu saja saya ngarepnya di tumbuh normal dan sehat, dan live her life to the fullest. Meski hidup itu gak sempurna, saya ingin dia tetep bangun setiap pagi dengan berani dan positif. Satu hal yang lucu adalah, biarpun kadang lagi ngambek, berantem kecil maupun besar, tetep aja mikirin gimana dia pulang sekolahnya, sapa yang jemput, sapa yang jaga.

hehe, life is grand, yah?

Lalu tiba2 terpintas lah dalam benak saya bahwa jadi orang dewasa itu somehow bisa dibilang ada sisi menyedihkannya. Masa kecil itu full of wonders, saya inget waktu kecil saya selalu kagum sama Masjid dekat rumah. Saya gak inget umur berapa, tapi yang jelas salah satu kenangan yang paling membekas adalah ngeliatin kubah masjid dari dalam, sementara orang2 yang lain pada shalat tarawih. Paling mejik rasanya itu waktu semua pada sujud sama bilang amin bareng2, nyess banget deh.

Continue reading “that little kid.”