Drama War.

Selamat pagi bagi pembaca yang zuper *ditimpuk*

Emang belakangan lagi bahas drama2 terus ya, maafkan memang lagi banyak bahasan soal itu aja. Kali ini saya mau bahas soal drama dari sudut pandang yang lebih luas *ceilah*. Kalau zaman saya kecil dulu, drama di televisi itu paling yang paling banyak sinetron Indonesia sama telenovela. Terus mulai masuk SMP, mulai deh ada Indosiar yang sering banget nampilin drama-drama jepang, atau yang biasa kita sebut dorama. Lalu sempet ada kalanya drama Taiwan beken sebentar (Meteor Garden, Love at the Dolphin Bay), dan akhirnya drama Korea.

Siapa yang masa remajanya sempet nonton Tokyo Love Story sama Long Vacation? Siapa yang diam-diam nyanyi jingle Marimar di kamar mandi? siapa yang nangisnya gak berenti2 pas nonton drama Endless Love? siapa yang ngumpulin pin-up F4? *ngacung pake jempol kaki*, dan siapa yg sempat kesel banget pas Doel jadinya ama Sarah bukan sama Zaenab?

Lah kenapa jadi fangirling :)).

Tapi itu jaman saya kecil, kalau sekarang sih yang lagi beken di Indonesia adalah :

  • sinetron Indonesia tentunya (HAJI TIGA KALI!) yeah well, suka gak suka mereka eksis.
  • TV series dari Amerika (Walking Dead, TBBT, HIMYM)
  • K-drama, drama Korea Selatan
  • Dorama, drama Jepang.

Kira2 kalau dari hasil terawangan saya begitu deh. Terus pernah gak sih saking banyaknya pilihan terus ada satu momen dimana rada bingung aja mau nonton drama dari bangsa mana? atau pengen coba nonton drama Jepang tapi masih ragu karena belum yakin bagusnya dimana?

MARI SAYA BANTU.

Berikut adalah evaluasi terkini ke-empat drama di atas berdasar plot, talent dan jumlah episode :

Sinetron Indonesia :

ini sudah dijelaskan panjang kali lebar di postingan yang ini ya, tapi berikut ringkasannya :

Plot : standar, begitu nemu tokoh/tipe cerita yang menaikkan rating, sudahlah ceritanya begitu begitu melulu. Cerita jadi melenceng jauh karena udah dipanjang2in gak penting, sampai esensinya pun sudah gak ada. Sering banget plagiat, lalu dipanjang2in juga kalau laku. Genre yang menonjol ya drama, atau romantic comedy, sisanya (crime, politic, superhero, kolosal) masih belum bagus.

Episode : PANJANG. Ini kalau gak salah ya, CMIIW, sinetron Putri yang Tertukar tuh sampe pake sistem 3 episode sehari. Jadi misal Senin episode 300-301-302, maka Selasa adalah episode 301-302-303. Puas deh 3 jam gak ada lagi namanya ketinggalan cerita. ck ck ck.

Talent : banyak yang berbakat, tapi karena perannya monoton melulu kurang terasah jadinya :D.

TV Series Amerika

Plot : meskipun seringkali dipanjang2in juga sampai berseason-season, tapi paling gak buat cerita dan syutingnya jauh lebih niat dari sinetron Indonesia kebanyakan πŸ™‚ *senyum manis*. Paling oke kalau udah urusan drama crime tentunya, superhero, apapun yang CGI-nya bagus. Kalau embel2 drama biasanya mentoknya ke banyak s*x scene, tapi intriknya bolehlah πŸ˜‰ *kedip*. Komedinya lucu juga, saya suka The Big Bang Theories dan How I Met Your Mother. Secara kreatifitas sebenernya bisa lebih absurd, karena disana lebih bebas lah ya kalau mau bahas apapun, dari LGBT sampe politik, rencana membobol penjara sampai stalking, supernatural sampai dance, semua ada kalau mau dicari. Tapi so far ceritanya banyak berputar di romance, apapun genre-nya :).

Episode : berseason2, tapi tiap season sekitar 20-an episode. Enaknya penonton gak keburu bosen soalnya tiap season ini dikasih jarak waktu setahun πŸ™‚

Talent : oh Hollywood,Β  tempat dimana semua aktor dan artis terbaik dari berbagai negara berkumpul. Australia, british, canadian, bahkan india. Jangan diragukan lagi :).

K-Drama

Plot : menarik, terutama bagian romantic comedy dan drama-nya, maknyes nangisnya mantep banget. Cuma ada masalahnya nih, ini nih penyakitnya orang Korsel, kalau ada satu yang beken, udah deh semua jadi terlalu berkonsentrasi ke itu. Liat aja Psy dan mv Gentleman-nya? terlalu kepengen menuang sukses kayak Gangnam Style kan? jadi maksain banget pake ingredients yang sama, sedangkan penonton itu kepengennya sesuatu yang baru dan fresh. Atau pas rambut Sunny SNSD sempet berwarna pink dan semua netizen muji2, udah aja si mbak gak ganti2 warna rambut, terus pas promosi single berikutnya rambut dia warna biru aqua?. Kalau entertainment itu permen karet, Korsel itu tipe kunyah ampe gak ada rasa, begitu juga dengan drama-nya. Meskipun gak separah Indonesia dengan ‘HAJI TIGA KALI!’-nya, drama di korea itu kayak musiman. Musim drama2 time travel (Setelah Rooftop Prince-nya Yoo Chun), musim drama tukeran roh (setelah Secret Garden), musim drama cowok2 ganteng dikumpulin bareng2 (setelah Boys Before Flowers dan You’re Beautiful).

Terus mereka itu tipe kejar tayang, supaya naskah bisa diutak atik untuk mengoptimalkan rating. Jadi kalau rating turun biasanya muncul deh adegan2 romantis/cameo untuk menarik penonton. Terus sebelum episode-nya tayang, media Korea udah disuruhΒ  sebar sneakpeek, “Artis A dan aktor B akan melakukan ‘blablabla kiss’ di drama XYZ.” gitu :D. Ada juga drama yang di-halt sebelum tamat karena rating jelek, padahal episod mungkin cuma 16. Stasiun televisi Korsel gamau nunggu :D, it’s all about rating. Terus penonton korea itu rada rewel, jadi tema yang dibahas pun gak bisa seluas Amerika dan Jepang. πŸ™‚

Kurangnya sih itu. Tapi paling enggak, drama Korea itu jauh lebih niat dari segi plot, wardrobe dan lokasi. Iklannya juga gak selama di televisi Indonesia :). Genre crime dan sci-fi-nya masih harus dipoles, tapi so far udah lumayan :).

Episode : kalau drama yang biasa itu berkisar antara 16 – 30 episodes dengan durasi 1 jam dan tayang 2 kali seminggu. Nah kalau ada embel2 ‘drama keluarga’ itu baru deh 50 episod ke atas, tapi durasinya setengah jam, dengan waktu tayang 5 kali seminggu. Korsel jarang sih buat drama berseason2, paling cuma sequel kedua (dan jarang yang sukses, lihat aja Full House 2, Dream High 2), tapi belum pernah tuh saya lihat sampe sequel ketiga.

Talent :Β  gue sampe sekarang masih gak ngerti kenapa orang Korsel itu sangat memperhatikan penampilan, menurut gue sampe titik obsesif sih, bisa dilihat dari banyaknya klinik oplas disana. Bukan sekedar itu loh, disana tuh mereka menganggap serius peringatan : jangan makan indomie sebelum tidur karena besok mukanya bakal bengep, di Indonesia mah cuma takut gendut aja. Banyak juga artis yang rela tidur dengan make up pas reality show karena takut ketahuan mukanya yang polos tak bermake-up. Kelebihannya adalah, aktor dan artis-nya cakep2, sixpack, s-line, kulit putih mulus, mata lentik. Kalau ceritanya jelek, masih bisa tonton karena eye candy banget lah. Kekurangannya adalah, banyak juga yang tampangnya jadi mirip2 (terutama artis), ya gimana ga mirip kalau hidung, bibir sama mata standarnya sama semua?. Soal kemampuan akting, Korsel tuh termasuk bagus kok. Dulu ada masanya dimana saya sempet bingung kenapa orang Korsel ini logatnya kalo ngomong kayak orang ngerengek2, tapi sekarang udah terbiasa. Disana mereka menganggap serius seni akting, terbukti dari banyaknya agency dan lulusan sekolah akting yang masuk ke dunia entertainment, jadi bolehlah diadu.

DORAMA

Plot : Jepang itu, penghasil drama paling kreatif yang saya pernah tonton. PALING KREATIF. Mungkin karena memang budayanya yang memberikan kebebasan untuk berekspresi jadinya mereka juga gak ragu untuk mengajukan plot apapun yang terlintas di kepala untuk menjadi drama. CGI masih kalah sih dari Amrik, crime dan detective skill-nya juga kadang masih kayak anak SD mecahin kasus, tapi so far genre lain yang gak pake itu lumayan bagus. Saya sih belakangan lagi terkagum2 sama Biblia Koshodou no Jiken Techou, tentang wanita pemilik toko buku antik yang memecahkan kasus lewat buku tua, dipretelin deh itu segala tandatangan penulisnya kenapa di kiri bawah bukan di tengah, blablabla blebleble, lumayan lucu juga.

Nah, kalian mau cerita apa? mau nonton kisah cewek yang jatuh cinta sama android yang memang khusus dibuat sebagai pacar cewek2 kesepian? (Zettai Kareshi). Mau cerita tentang drama tukeran pacar? (Love Shuffle). Tentang.. cowok tunawisma yang dijadiin ‘pet’ sama wanita lajang yang lebih tua? literally menggonggong dan minta dimandiin? (Kimi wa Pet). Mau tentang cowok hacker yang berusaha menggagalkan maksud sebuah organisasi untuk menguasai dunia? (Bloody Monday). Mau tentang cowok2 macho yang sebenernya punya hobi feminim dan rada ngondek? (Otomen). Mau tentang pembawa acara berita yang struggling membesarkan sebuah stasiun tv kabel? (News no Onna). Mau tentang guru yang jatuh cinta ama murid terus gurunya hamil? (Majo no Jouken).

Semua ada di dorama, sodara2.Β You’re welcome. πŸ™‚

Episode : rata2 10-11 episod, gak nyiksa kan? mereka juga jarang buat sequel.

Talent : Nah ini nih kurangnya. Mungkin karena kultur kali ya, tapi saya merasa hampir sebagian besar artis dan aktor Jepang itu aktingnya kaku. Masih belum terbiasa nih ampe sekarang. Atau mungkin juga emang sehari2 ngomongnya begitu, musti di-crosscheck sama yang pernah tinggal di Jepang. Segi fisik juga masih kalah dari Korsel, cowoknya banyak yang kecil2 mungil muka manis terus dandannya suka lebay… -_-, kalaupun ada yang tinggi biasanya ceking, macam Eita :). Harus banget nih gue sebut soalnya rada jomplang ama tetangganya Korsel.

———————————————-

Kalau mau diringkas,

Sinetron Indonesia : Plot kurang kreatif, jumlah episode bikin capek, akting lumayan, tampang bagus.

TV Seri Amerika : Plot bagus, episode gak banyak tapi seasonnya nyiksa – apalagi kalau ada misteri yang menunggu untuk disingkap macam HIMYM, akting bagus, tampang lumayan.

K-Drama Korea Selatan : Plot biasa, episode gak nyiksa sama sekali, akting lumayan, tampang bagus tapi mirip2 kabeh.

Dorama Jepang : Plot fantastis, episode paling dikit, akting kaku, tampang (dan fisik) rada jomplang sama Korsel.

Jadi, udah tau weekend ini mau nonton drama dari mana? πŸ™‚

Mandhut.

//

Advertisements

5 thoughts on “Drama War.

  1. gue pernah, nemu di hardisk komputer di suatu tempat hahah.. jepang kayaknya itu.. dan jadi nnton karna lg gak ad yg mau dikerjakan aj.. Nodame.. kayaknya itu satau2nya deh dari semua drama di negara2 manapun.. kecuali dulu.. yg kayak bibi lung itu, itu termasuk drama bukan.. pai su chen, sun go kong antv.. itu drama bukan ya? kalo bukan brarti satunya2 yg pernah gue ikuti ya brarti itu si Nodame…

    bagus tapi ud lupa.. jadi singkatnya itu, dia…. dia dmana ya, di sekolah musik kayaknya tapi sbenernya passionnya dia itu mau jadi guru TK kalo gak salah, cuma nnton sampe season 1 aj tapi wkwkwk bagus itu.. paling keren itu pas dia lagi fokus latihan piano di rumah gurunya, gayanya mantap… keren dah buat bhan2 prtimbangan yg masih memilih2 jalan.. kalian bebas.. bebas memilih jalan tapi baiknya itu jalan yg berpasion kayak Nodame hehehehe πŸ™‚

  2. ya drama lah, drama hongkong gitu kan si bibi lung? πŸ˜€ lupa disebut di postingan ada jamannya drama hongkong juga merajalela.

    Nodame mah lucu banget, dari jaman komik udah baca. Nonton yang lain lagi sri! nonton GTO deh, ombing gape tuh soal gini2 πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s