Topic 2 : Emosi Kamar Gelap

Baiklah, topik 2 ini sumbangan dari saudara adadeh. Saya paling lemah judul2 absurd, oleh karenanya saya pilih topik yang satu ini :)) wahahahaha.

sebelumnya ada baiknya kita liat foto Masmot dulu :

“Mati lampu, Man… lupa bayar listrik….”

=)) =)) =)) aduh hiburan banget ini si Masmot =)).

Jujur, saya belum tidur. ngerjain gambar ngalor ngidul dan akhirnya sekarang baru bisa nulis posting yang harusnya buat kemaren. APa jadinya baru awal2 aja udah gak istiqomah? gakpapa lah ya, kan tanggal postingnya bisa diutak atik ini ;)) *seakan2 dosa sudah tertebus* Nah, postingan kali ini berjudul EMOSI KAMAR GELAP. Apakah itu? gak tahu, ini lagi saya pikirin. Kemarin, saking topiknya epic banget saya bahkan gak minat untuk nanya apa maknanya sama yang ngusulin topik, saya mau interpretasi sendiri aja.

Kalau mendengar kata emosi dan kamar gelap…. yang teringat di benak saya cuma satu kata sih : depresi. Begini, jadi sebagai psikolog wannabe, saya suka banget menganalisa kondisi psikologis manusia. Test subject paling mumpuni siapa lagi kalau bukan saya sendiri, dan orang2 di sekitar saya. Kadang baca buku2 personality juga sih, yang bangsa nebak2 kepribadian seseorang berdasar pada daftar pertanyaan gitu. Kokology, Carl Jung, Myers Brigg, Sigmund Freud, 4 temperamen, 16 temperamen, dan masih banyak lagi, sedikit2 saya suka baca2 aja teori kepribadian dari berbagai macam sumber. Tapi tentu saja bukan berarti saya ini ahli karena gak semuanya inget, ya saya kan anaknya pelupa (lah terus ngapain lo baca, Man -_-; <- inilah mengapa gue ga jadi psikolog), tapi paling gak intinya dapet sih, sisanya ya membangun teori sendiri hahahaha *sok abis*.

Ini kalau kalian notice sedikit pergeseran gaya menulis dan pribadi dari yang biasanya, mungkin karena gue belum tidur semalaman. Kurang tidur itu mengakibatkan setruman listrik antar sinaps saraf otak (bener gak sih ini) jadi ga beres, that’s why emosi jadi lebih labil dan lebih lemot. Mungkin efeknya mirip2 kayak orang fly? mungkin ya.

EH TAU GAK SIH LO kemaren file gambar gue ketiban 2 kali? udah begadang, apes. TAU GAK TAU GAK? *sarap*. Jadi kan gue gambar2 ya, terus gue sadar kalau file A ketiban, gue bete kan, yaudah ngerjain yang lain dulu, lalu gue mengerjakan si file A KEMBALI. Setelah itu gue lanjut mengerjakan file B yang mana gue meniban kembali si file A. Sigeblek banget. Sedangkan gambarnya masih.. masih.. AAAKKK MAU GILA GAK SIH LOO~ *tengkurep putus asa*. Terus kemaren itu roti gandum gue abis dan tidak ada waktu buat keluar bentar untuk membeli jadi nutrisi gue sehari dipenuhi oleh sebungkus sale pisang dan kerupuk… T-T huaaaaaa huaaaaaaa. KENAPA ARTEYS ARTEYS PADA HEBOH MINUM2 GREEN MONSTER DI INSTAGRAM SEDANG GUE GAK DAPET ROTI GANDUMMM???!!! *ga nyambung*

Sudahlah itu cobaan. Harus sabar. Anyway, back to topic.

Nah, salah satu teori yang saya rumuskan adalah, yang namanya kepribadian itu datangnya sepaket. Ga semuanya plek sesuai sama apa yang diprediksikan, tapi biasanya paketannya ga jauh2 dari itu. Contoh aja ya, kita ambil dari ilmu 4 temperamen, Sanguin (si badut), Melankolis (pemikir), Plegmatis (cinta damai), Koleris (pemimpin). Sanguin itu biasanya sepaket dengan pelupa. Melankolis itu biasanya sepaket dengan teliti. Plegmatis mudah bertoleransi. Koleris biasanya kritis. Kesannya kayak atribut2 acak yang disusun dalam masing2 di ke-4 kelompok itu, tapi sebenarnya itu cuma turunan sifat dari sifat lainnya.

Contoh lagi ya, secara saya dulu pernah menjadi Sanguin 95% maka kita ambil aja dari Sanguin, apa aja sih karakteristik yang biasa dimiliki orang sanguin : humoris, ceria, life of the party, ekstrovert, animated, pelupa, ceroboh, suka melebih2kan dalam bercerita. Intinya sih orang sanguin itu suka menghibur, dan mencari kepuasan batin dari reaksi orang terhadap mereka, makin orang menunjukkan ketertarikan, makin orang ketawa, makin orang senyum, makin happy lah si sanguin.

Kalau ditilik lagi tujuan awalnya untuk menghibur orang, wajarlah jika sifat2 macam humoris, ceria, ekstrovert dan animated serta melebih2kan cerita itulah yang berkembang lebih maju dibanding sifat2 lainnya. Sisi negatifnya, karena terlalu konsen terhadap orang lain, jadilah gak terlalu pay attention terhadap hal2 mendetail semacam kunci mobil ditaro dimana, tadi parkir di mana, tiket nonton ilang, dan masih banyak lagi (curcol). Tentu saja ga semua orang sanguin begitu karena tergantung kadarnya juga, saya dulu pas pertama ngecek, sanguin 95% dan plegmatis 5%. Lalu hasilnya berubah2 setiap tahun, saat ini saya gak tahu temperamen saya apa, tapi yang jelas udah ga sesanguin dulu karena udah bisa inget parkir dimana -_-;.

Jadi intinya adalah salah satu sifat tertentu bisa menjadi indikasi untuk sifat2 lainnya, oke ya. Nah, teori ini saya liat2 ternyata bisa diterapkan dalam hal2 lainnya juga, termasuk soal depresi. Ini berguna banget karena gak semua orang menunjukkan tanda2 depresi yang langsung jelas macam suicidal. Setahu saya depresi itu ada beberapa indikasinya, tergantung pada intensitasnya, tentu saja. Emosi yang ga stabil jelas gampang terlihat, apalagi kalau biasanya orangnya kalem2 jaya terus tiba2 ngomongnya nyelekit. Tapi gimana dengan pertanda lain yang agak di bawah radar dan ga semua orang bisa notice? Apa aja sih yang bisa dijadikan pertanda dini adanya depresi?

  1. Insomnia/sengaja bergadang untuk alasan yang ga jelas *kalau saya karena kerjaan, weekk* atau bisa jadi jadi suka tidur terus
  2. Mengurung diri, malas bertemu orang lain, malas berkomunikasi dan melakukan kegiatan sehari2
  3. Antara malas makan atau makannya jadi banyak. Hm *liat timbangan*
  4. Gejala psikosomatis : pusing, sakit punggung, sakit pinggang, sakit leher, mual, maag
  5. Kerontokan rambut, hormon yang tidak stabil, cepat lelah

Dan yang terakhir yang sedang dibahas di postingan ini : 6. menyukai tempat2 gelap. Jadi biarpun siang bolong kadang ya tetep aja tutup jendela, tutup korden, lampu juga remang2 aja pake lampu baca. Mereka pikir sih biar adem, biar nyaman, dingin, tenang, atau simply karena matahari lagi ga bersahabat aja, tapi kalau itu terjadi secara terus menerus ada baiknya orang2 sekitar mulai waspada. Apakah perlu kita tarik kesimpulan bahwa kecoa, tikus, dan vampire itu depresi? tentu tidak, karena kecoa dan tikus jalan2 di tempat terang berarti minta dibasmi dan vampire bisa jadi debu kalau kena matahari atau kalau menurut Twillight the series : kulit mereka jadi kerlap kerlip lampu disko *langsung ajojing*.

Kalau melihat yang kayak gini, jelas saya gak bisa kasih solusi yang saklek karena semua orang punya masalah dan cara penanganannya masing2. Lagipula kalau ini terjadi pada kalian, atau teman terdekat kalian, jelas kalian sendirilah yang paling tahu tentang sifat dan pribadi si penderita. Tapi pemaksaan, entah maksa cerita, maksa untuk segera ambil solusi, maksa untuk keluar rumah, biasanya gak membantu sih, karena mereka pasti juga punya alasan sendiri kenapa sampai mengambil masa2 dormansi seperti itu. Jadi kalau gak bisa diapa2in, ya paling ga dijagain aja makannya, dipastiin aja tetep olahraga, tetep dapet asupan sinar matahari, karena itu sangat sangat membantu. Kasih hobi baru yang buat mereka nyaman, musik, film, buku, fotografi, atau kegiatan sosial. Dengan halus ajak mereka supaya lebih deket sama Tuhan, karena mungkin mereka begitu ya karena lost contact juga sama Penciptanya, jadi hilang arah.

Kalau sudah parah bawalah ke psikiater/psikolog karena makin cepet mereka bisa kembali ke cara pikir yang benar, yang sehat, makin cepet mereka bisa dapet kepercayaan dirinya kembali. Kalian mungkin berasa ribet ngeliatnya, tapi mereka gak enak hidupnya, jadi sebisa mungkin bersabar dan berilah ruang yang luas bagi mereka untuk berduka atas masalah apapun yang sedang dihadapi. Inilah saat dimana mereka butuh banget cinta, dan kalau emang sayang ya stay aja. Kalau musibahnya besar/traumatis jelas mereka akan berubah, gak akan sama kayak dulu lagi, karena emang harus ada komponen yang diubah supaya mereka bisa bertahan hidup ke depannya, udah naturalnya begitu. Tapi selalu ada harapan untuk bisa ketemu lagi sama orang yang sama, suatu hari nanti. In this case, saya yang berdoa semoga semuanya mendapat yang terbaik.

Sekian postingan Emosi Kamar Gelap yang tadinya saya sendiri mikirnya bakal ngebanyol eh ko malah sereus abis :)). Semoga berguna dan sampai bertemu lagi di topik #3 :D. Jangan lupa sumbang topik yaaa, silakan loh klik link “Mandhut’s 15 Days Blogging” di pojok kanan atas atau klik disini aja hahahaha.

SALAM ZUPER!

Mandhut.

Advertisements

11 thoughts on “Topic 2 : Emosi Kamar Gelap

  1. Tadinya udah mau berenti baca pas kalimat “eh tau gak sih loe” karena menyimpang dari topik
    tapi begitu dipaksakan baca dan menemukan “menurut Twillight the series : kulit mereka..” itu langsung membuncah keheningan
    hahahaaa

  2. mau sumbang topikkkk… apa ya.. yg terang2.. yg cerah… apaya… habis gelap terbitlah terang?… ah sudah diambil ma ibu kita kartini… apaya….terang bulan?… martabak dong…ganti.. nnti laper..

    oh tentang ini aja.. gambar/ilustrasi terfavorit atau terabsurd versi #15daysblogging2013 hahaha malah jd kayak on the spot

  3. Jadi inget dulu pernah ngetes temperamen. Hasilnya sanguine, plegmatis, n melankolis (beda2 tipis gitu) tapi kolerisnya sama sekali gak ada. artinya gw (pada waktu itu) adalah badut pemikir yg cinta damai 😀

    sumbang topik dong… (dah kayak request lagu ke radio2 aja)
    “Kumpulan tips2 dari mandhut” (kepikiran sih misalkan dipost sebagai postingan ke 5 artinya ngasih tips buat 5 topik yg berbeda n masing2 topik ada 5 tips)
    *makin telat direalisasiin makin susah harusnya >:)

    1. Atau pecinta damai yang suka mikirin badut 😀

      ini mah semacam ancaman untuk mengutamakan topik lo duluan kalau ga mau gempor :)) :)). Oke oke ditampung wkwkwkwk. Makasih kaboooyyy 😀 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s