Topic 5 : Lihatlah Hallyu Wave Lebih Dekat.

“NOOOOO gue gak mau denger apa2 soal Hallyu Wave!”

Siapa yang pernah bereaksi kayak Masmot pas denger Hallyu Wave? atau pas ada temen nawarin “eeehh gue lagi suka boyband baru” atau “eh ada drama Korsel baru…” terus langsung ketakutan.

Takut dibilang norak. Takut dibilang alay. Takut dibilang banci.

takut atau males sih, antara itu lah.

Tapi itu dulu sih ya, sekarang udah banyak yang merasa keren kalau bilang suka 2ne1 atau bigbang. Terus portal lokal udah banyak yang bahas berita seputar hallyu wave. Bahkan ada juga yang rela belajar bahasa Korea, baik di bimbel atau online :D.

Sebelum baca lebih jauh lagi, biarlah gue jelaskan sejarah dari Hallyu Wave yang kalian nikmati sekarang ini (font coklat) :

Industri entertainment Korsel bisa berkembang begini pesat tidak lain tidak bukan karena keputusan besar yang diambil bangsa tersebut pada periode tahun 80-90-an. Mereka punya concern besar terhadap industri hiburan (terutama film) anak negeri yang kelibas sama produksi asing. Usaha nyata-nya adalahย sekolah seni entertainment macam Korean National University of Arts yang didirikan tahun 1990. Salah satu tonggak bersejarah adalah pas film Jurassic Park meraup keuntungan lebih besar dari industri otomotif Korsel, Hyundai. Sejak itu, pemerintah dan masyarakat Korsel bahu membahu bener2 mikir gimana caranya supaya kejadian sama ga berulang.

Periode tahun 94-99, pemerintah mereka sengaja mengarahkan para pelaku bisnis ke industri entertainment. And by the time I said ‘mengarahkan’ berarti ada modal2 awal dan kemudahan ijin etc. yang disokong sama pemerintahnya. Ditambah lagi ada krisis moneter di masa2 itu, pengusahanya juga jadi banyak yang banting setir dari manufaktur, so entertainment it is. Ini adalah waktu dimana perusahaan2 besar macam JYP (1999), SM (1995), YG(1996) mulai beroperasi. Talent2 baru mulai direkrut, dilatih nyanyi-nari-akting bertahun2. Grup macam H.O.T, G.O.D, Turbo, mulai muncul. Gak disangka2 kepopuleran idol2 dan drama Korsel mulai mewabah ke negara2 tetangga. Di pertengahan tahun 1999, seorang jurnalis China menyadari bertambahnya jumlah masyarakat China yang tertarik sama entertainment Korsel, dan dia menjuluki fenomena itu ‘Hanliu’ yang artinya ‘Flow of Korea’. And the rest is history, ya.

Yang perlu digarisbawahi di sini, bukan fakta bahwa industri entertainment mereka bisa masuk ke negara lain, karena yang begitupun Jepang udah jauh2 hari main2 di negara kita dengan Jpop, manga, anime dan drama jepangnya, apalagi Amrik. Tapi pertumbuhannya yang begitu cepat karena terbantu oleh kemajuan teknologi akses informasi via internet, yaitu youtube. Serta kenyataan bahwa sampai hari inipun Korsel masih menjadi negara yang menurut saya paling ‘banting tulang push beyond the limit bodo amat malu yang penting nyoba dulu’ untuk masalah entertainment ini. Bisa dilihat dari Psy yang katanya kepengen ngajarin Obama Gangnam Style terus ditolak halus :)). Ini adalah salah satu highlight sosio-budaya yang kemungkinan besar bakal masuk buku sosiologi anak-anak kita di masa depan.

Jadi sodara2, Hallyu Wave yang kalian lihat saat ini bukan fenomena aji mumpung macam Briptu Dorman atau Arya Wigugun. Ini adalah hasil kerja keras puluhan tahun, buah dari niat baik suatu bangsa yang peduli akan masa depan masyarakatnya. Gak perlu fanatik, tapi juga gak perlu antipati. Justru harusnya terinspirasi biar kita juga one day bisa dengan tegas bikin satu program supaya Indonesia makin dikenal banyak orang. Sekedar tahu kan gak rugi ;).

Cukup dengan bagian serius2, mari lanjut ke bahasan lainnya :

Diinget2 lagi sejarah saya soal hallyu wave ini, pertama itu kalau ga salah ya suka selenting2 denger lagu Wondergirls yang Nobody But You. Tapi terus ya denger aja, ga gimana2. Lalu suatu malam, saya iseng banget nonton vidklip Super Junior yang Sorry Sorry. Waktu itu jujur ngebatin : “ini grup segambreng kok mukanya sama semua?”.

YA MAAF DEH kan waktu itu ga biasa liat orang korea! :)). Paling yang aga bisa dibedain itu Shindong karena dia bulat. Sama Shiwon, karena agak lebih tinggi. *mainnya fisik*. Tapi sejujurnya, AT THAT TIME, AT THAT TIME LOH YA, ati rada kembang kempis liat Eun Hyuk (Later gue baru sadar kenapa dia disuruh pake kacamata item, kalau dilepas feng shui kharisma rada ngaco – IMO).

“Sorry Sorry Sorry Jack, jangan remehkan aku..- LOH SALAH LAGU?”

*colok eunhyuk pake gagang kacamata*

*cekek*

KENAPA SIH JADI KEONG RACUN?! T-T *ngakak ampe subuh*

Btw, terus abis itu merasa eh dance-nya niat banget ya orang2 ini, yang gendut aja lincahnya kayak jelly *respect*, terus yaudah diam2 aku mantengin *AHAHAHAHA*. Tapi waktu itu masih rahasia2 karena ya gak tau gimana pandangan orang *serius abis*.

Cuma dari suju itu, selain jadi eksplor idol group lainnya macam 2pm, snsd, bigbang terus jadi berlanjut ke nonton2 rekaman live mereka di mubank, music core, mnet, kayak acara Inbox-nya Korsel gitu bok hahaha. Terus jadi menanti2 kalau mereka comeback karena kadang kostumnya lucu2. Dari sana lanjut juga ke variety2 show yang didatengin orang2 ini, bangsa Star Golden Bell, Family Outing I dan II, Oh! My School, Sukira, We Got Married, dst dsb.

Saya ganti2 grup idola berkali2, begitupun dengan bias (tokoh idola) di masing2 grup. Cuma nowadays sih, saya lebih suka sama drama + variety show-nya. Variety show Korsel itu semacam angin segar, karena mengajarkan totalitas dalam menghibur pemirsa dan kekeluargaannya terasa banget. Salah satu episode di Family Outing ada yang syuting di tengah badai, terus pernah juga terpaksa syuting di krukupin pake kawat nyamuk sambil bawa semprotan anti nyamuk karena ternyata lokasinya rada deket empang mungkin, tapi mereka jalan terus, ketawa2 aja ga pake pusing. Menurut gue, dibanding Jepang, selera humor Korsel saat ini lebih universal, lebih mudah dimengerti. Bahkan saking udah bekennya, hari2 gini itu variety show bisa syuting muter2 negara Asia, liat aja Running Man :D.

*PERHATIAN* bagian yang di-indent di bawah ini panjang, skip lah kalau capek. terima kasih :).

Terus dari fenomena Hallyu Wave ini saya juga jadi menyadari budaya Korsel yang gak kalah menarik dari Jepang. Tapi ini menurut gue ya. Berikut ulasannya :

[SATU] Korsel udah mendunia tapi bangsanya belum siap dari segi bahasa internasional, bahasa inggris. Banyaaak banget lirik lagu, judul drama, yang bahasa inggrisnya rada aneh. Even saya yang grammarnya ga jago, tahu. Sama kayak Jepang yang bangga akan bahasa sendiri, orang2nya emang ga terlalu concern sama budaya asing. Trick yang mereka pake adalah rekrut anak turunan Korsel/muka oriental yang bisa bahasa Inggris, jadi paling gak kalau mau main ke mana2 ada yang bisa jadi jubir. Semoga mereka cepet2 sadar sih biar belajarnya agak lebih keras, kalau enggak fans keburu ilfil.

[DUA] Menurut gue, Korsel itu orangnya suka banget minta maaf kayak Mpok Minah di Bajaj Bajuri. Ada berita buruk misal, si mbak grup anu bajunya kekecilan! celdam nongol! dia minta maaf secara resmi. Si itu kena kasus pajak! ketahuan mangkir dari wajib militer! dia minta maaf secara resmi, terus ada juga yang sampe keluar dari dunia entertainment. Yang paling bikin ‘HEH’ adalah ada salah satu personil Running Man yang mau keluar dari show karena malu, abis kena skandal soal usaha EO-nya terus harus ganti rugi, yang mana menurut gue GAK NYAMBUNG BABAR PISAN, terus kurang bijak aja karena kalau memang harus bayar ganti rugi means butuh duit lebih banyak kan? ngapain juga keluar dari show yang jelas2 profitnya gede?. Tapi gapapa deh terus dia gajadi keluar.

Mereka menganggap serius soal citra dan nama baik. Serius banget sampe tahap mereka bisa bunuh diri karena malu. Selama gue memantau pergerakan Hallyu Wave ini, ada banyak kasus artis bunuh diri. Ada yang berasa ga laku lagi. Ada yang memang didzalimi sama manajemen mereka. Ada yang ketahuan berbuat anonoh sama anak2 didiknya di sebuah manajemen artis, terus ya bunuh diri aja. Hampir mirip2 Jepang sih perilakunya, mengingat ada kasus personil AKB48 yang ngebotakin rambut karena ketahuan pacaran dan beberapa kasus bunuh diri lain juga di Jepang. Ih Jepang lagi ada Aokigahara, hutan yang langganan jadi tempat bunuh diri.

[TIGA] Terus fenomena lain yang menarik adalah Sasaeng Fans. Fans2 artis dan idol yang rela nguntit 24-7. Duit nabung2 buat ngejar artis. Pake kamera pengintai segala, bab depan pintu apartemen idol (ini mungkin pas ngintai sakit perut?), kasih video porn* ke idol (pede abis), ngirim surat yang ditulis pake darah (maaf) menstr*asi + bonus bulu2 kemal*an <– INI FREAK DAN GAK HIGIENIS, sempet banget nambahin bonus, omg. Sampe di Korsel sana tuh ada namanya Taksi Sasaeng, yang bisa disewa perhari dan rela nguntit mobil si artis kemana2. Gue sungguh.. gak mengerti.. kenapa mereka.. ah sudahlah. Yang jelas untuk urusan privasi, alhamdulillah orang Indonesia jauh lebih menghormati. Artis2 sini masih bisa pacaran bebas (malah didorong2 cepet nikah, liat tuh Shireen-Wisnu!) dan kayaknya gak pernah denger ada yang pipis/bab depan rumah artis. Ew banget.

[EMPAT] Sedihnya adalah di Korsel dan Jepang kebetulan talent2nya bener2 diperlakukan kayak produk aja. Kontrak belasan tahun, tuntutan untuk jaga nama baik, belum lagi harus ikut2an oplas biar bisa laku juga, gak dicuekin penggemar. Mereka awal dateng ke audisi untuk ngejar mimpi, selayaknya remaja kepengen bisa keren, bisa nari, jadi artis, ada juga yang kepengen memperbaiki taraf hidup. Mereka latihan bertahun2 dengan sistem eliminasi yang ketat, dan begitu jadi artis, ternyata perjuangan ya belum selesai. Masih ada persaingan antar artis, belum lagiย  kita gak tahu kan manajemen artisnya memperlakukan mereka kayak apa. Saya pernah denger salah satu grup yang lebih seneng dikasih hadiah makanan dari fans, soalnya jatah dari manajemennya dikit banget. Terus pernah juga ada yang lagi sakit, tergeletak lagi diinfus, disuruh copot infus dan nampil. Belum lagi berita2 pelecehan seksual dari CEO2 manajemen artis ini yang belakangan lagi santer terdengar, emang ada jaminan artis idola lo gak bernasib sama cuma bedanya gak ketahuan? Although sebenernya ini bukan berita baru sih karena di Jepang pun ada kasus serupa, salah satunya kasus CEO J*hnny’s Entertainment yang suka pilih2 anak didiknya buat dirinya sendiri -_-;.

Terus mungkin karena udah beken sejak usia muda, bak Lindsay Lohan/Amanda Bynes, gak jarang ada beberapa idol yang salah jalan. Yang katanya bawa fans sasaeng masuk kamar. Mabok2an di club. Gonta ganti pasangan. Foto2 pribadi yang kesebar di media. Ngobat. Begini begitu. Somehow, infotainment Korsel ceritanya jauh lebih rumit dan berwarna ketimbang Amrik. Karena di balik budaya ketimuran yang kental dengan perilaku Mpok Minah, mereka lebih gampang stress, dan pelariannya kebetulan skandal juicy abes.

Kalau lo kebetulan berprofesi sebagai penulis, pengamat sosio-budaya, pemerhati HAM, hak asasi anak, atau sekedar curious kayak saya, entertainment Korsel adalah fenomena yang sangat sangat sangat penuh skandal dan intrik. Galilah lebih dalam dan lo akan menemukan seninya. This is big. Banyak generasi muda yang menggantungkan inspirasinya pada idol2 ini, tapi kenyataannya ga semua pantes dicontoh. Sebagian besar dari idola mereka adalah anak2 muda yang terjebak obsesi remaja, dan terpaksa terus berkarir karena kontrak dan gak ada pilihan lain buat cari duit. Mereka ngorbanin sekolah, ilmu, semua buat jadi artis. Fanny SNSD aja nunggu 11 tahun baru bisa debut, yang kayak gitu mana bisa dengan gampang capcus kalau udah ga sreg?

Jadi begitulah kira2 pandangan saya soal entertainment Korsel. Membanggakan, dan gue salut sama dedikasi dan kerja keras mereka, tapi sayang, pada eksekusinya kok jadi cenderung menghalalkan segala cara. Oh fans maunya si artis2 ini stay single? baiklah. Oh fans gak suka sama bentuk hidung si A? baiklah. Oh fans maunya si B kurusan lagi? baiklah. Gimana supaya pas comeback bisa jadi perhatian? suruh aja si C pamer abs, suruh si D topless!, suruh pake baju seksi! dikecam gapapa, toh bad publication is a publication after all lah. Ekspansi ke negara lain, konser dunia, drama, latihan, konsep baru untuk come back, tapi mereka suka ga peduli aja artisnya tidur apa enggak. Gue gak ngerti apalagi yang mereka anggap genting sampe harus kejar mati2an kayak gini, padahal kenyataannya sekarang udah bukan industri entertainment aja yang berkembang, tapi juga pariwisata, budaya, bahkan produk kecantikan. Udah banyak investor asing yang tanam modal di sana, dan itu bukan prestasi kecil. Tapi kembali lagi, saat udah urusan duit, gak banyak yang bisa bilang cukup.

Lah ini kok jadi sereus banget? AHAHAHAHAHAH, ketauan deh aslinya =)) =)) =)). Ya gitu deh, gue sedetail itu kalau udah curious akan sesuatu, sayangnya ini ga berlaku di dunia sekolah dan kuliah. Ck.

Anyway, the fun part, kali ini yang beneran fun.

  1. Setelah berganti2 idola grup, saya stick with… Beast. AHAHAHAHA. tapi jangan dipanggil Beauty karena rasanya kok jadi gimana banget. Saya suka soalnya mereka narinya keren, suaranya bagus, terus tampangnya lumayan tapi kayaknya soal tinggi badan harus rada tutup mata. Lagian mereka itu tim underdog, dan saya lemah banget sama yang begini2. Mereka konon artis2 tolakan dari beberapa manajemen. Ada yang grupnya bubar karena perusahaan bangkrut, ada yang ditolak sana sini karena tampang kurang komersil, padahal suara bagus. Ada yang ikut reality show idol terus tereliminasi. Terus dikumpulin lah bareng2 sama CEO Cube Entertainment dan jadilah Beast. Cuma bahasa inggrisnya rada menyedihkan sih, tapi gapapa lah ya.
  2. Kalau di 2pm dulu bias-nya Chansung. 2am duluu gue suka Seu Long. Big Bang… Daesung karena dia lucu pas di Family Outing, G-Dragon dan Top. Sisanya ga terlalu notice sih. Sekarang banyak artis baru tapi mukanya mirip2 deh. Sekarang paling ngakak2 aja liat grup baru, apalagi kalau lagunya lucu. hmm. Apa? di Beast sukanya sama siapa, Man? RAHASIA *ketawa2 mengalihkan perhatian*
  3. Grup cewek? gak ada.
  4. Kalau aktor sukanya Yoo Ah In, Joo Won, Ji Sung. Gak ngerti kenapa pada suka Jang Geun Suk, dan merasa kalau Hyun Bin itu dagunya ketajeman. IMO ya.
  5. Artis cewek? gak ada.
  6. Variety show favorit : Running Man. Saya menganggap Gary itu calon suami idaman, Lee Kwang Soo itu adorkable, Haha itu keren dan Yoo Jae Suk itu baikk banget.
  7. Kalau ke Korsel mau ngapain : sebenernya lebih kepengen ke Jepang sih, secara cinta dari jaman kecil. Tapi kalau ada kesempatan… mau ke Sanggojae yang jadi tempat syuting Personal Taste terus foto2 :D, mau ke Jeju buat liat rumah yang jadi tempat syuting Architecture 101, mau jajan2 masakan pinggir jalannya (tapi yang halal), mau main sepeda di pinggir Han River, mau keee… Nami Island, dsb.

Beast yang diomongin. Itu pasti 3 diantaranya diganjel kardus :))

Eh mereka dibikin komik juga loh! sebagai illustrator jelas dong ya perhatiannya rada lebih *cari alasan*

Oke sekian ya. Ini nulisnya maunya bentar jadi panjang :)). Btw, pelangindah, semoga ini cukup ya. Gak bahas film karena saya ini sebenernya ga banyak nonton film Korea Selatan. TV seriesnya sih rajin memantau dari dramabeans (gak semuanya juga ditonton), tapi film2nya rada kurang update. Ada sih 1-2 film yang saya suka, tapi karena saya anaknya demennya yang mendetail, jadi sedikit kurang sreg kalau bilang film anu bagus nih, tapi belum ngecek2 juga apakah benar ga ada film lain yang lebih bagus (perfeksionis yang ga penting). Oleh karena itu, mari kita simpan topik itu untuk lain kesempatan. Taapii.. I do recommend you to check my cousin’s blog, dia juga suka bahas Korea2 gitu, dan anaknya lebih apdet soal film. OH BELIEVE ME, kalau sekarang postingannya bisa diitung jari, ke depannya akan terus bertambah. Hehehe.

Jangan lupa sumbang topik di postingan ini, atau klik foto Motte :). Kamsahamnida ya Chingu2 sekalian.

hwaiting!

Mandhut.

Advertisements

13 thoughts on “Topic 5 : Lihatlah Hallyu Wave Lebih Dekat.

  1. Manda suka biseteunya siapaaaaaaa..gaboleh sama ayang gikwang tayang tayang akuuuh :)) aku akrab sama maminya uchupp klo suka sama uchup sini akuh kenalin ke mama mertua hihihihi..ayo ayo sini ke seoul buruan..mumpung bentar lagi biseteu comeback ๐Ÿ˜€

    btw, nice post ๐Ÿ™‚

    • tuh karena tau para fans rata2 posesip inilah, jati dirinya aku rahasiakan wakakakak :)). Boleh ketemu mami uchup terus makan gratis gak di restoran bapak ibunya? *ngelunjak*

      makasih Andaa udah mampir, nanti kapan semoga bisa kesana yaa ๐Ÿ˜€

  2. Lebih tertarik baca tulisan warna coklat nya deh, seru yah ternyata! Tulisan warna item malah ga tertarik karena ga kenalll itu nama2 yang disebut hahaaaa eh aku nonton personal taste juga gara2 baca blog ini loh, dan suka! Jadi mulai suka drama nya, tapi tetep musik nya belum ngerti huahahaa

    • ๐Ÿ˜€ iya kalau yang ga terlalu meratiin hallyu wave sebelumnya emang kayaknya yang coklat lebih juicy, yang item2 itu buat sesama penggemar rebutan idola haahaha
      Wooo lee min ho! keren kan rumahnya? gara2 drama itu jadi tertarik ama karir furniture designer loh ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s