Review Movie : Electrick Children (2013)

Directed and Written by : Rebecca Thomas

Review tanpa spoiler :

Electrick Children (2013) -> 65 dari 100. Ini sebenernya adalah salah satu film yang saya tunggu2 sejak lama, gara2 abis nonton The Perks of Being a Wallflower terus semacam tergila2 aja kepengen nonton film remaja lainnya. Ceritanya tentang seorang gadis remaja dari komunitas Mormon bernama Rachel (Julia Garner) yang hamil setelah mendengarkan sebuah lagu dari tape recorder. Dia berencana untuk dinikahkan demi untuk menutup aib, tapi Rachel melarikan diri. Dengan pengetahuan minim mengenai dunia luar, Rachel bertualang untuk menemukan bapak dari anak yang dikandungnya, si pemilik suara di lagu yang berkali2 dia dengarkan.

Absurd ya si Rachel? emang.

Pemeran2nya sih kayaknya keren, both Rory Culkin and Julia Garner punya karakter wajah dan pembawaan yang sophisticated, jadi saya berharap banyak dari mereka, cuman ternyata kayaknya chemistry-nya kurang dapet deh, pas interview aja mereka kayak masih saling kaku satu sama lain gitu padahal udah syuting bareng berapa lama :(. Dari segi plot, sebenernya menarik ya, pesannya sih bagus, cuma eksekusinya kurang pas, jadi saya pribadi berasa ganjel karena ada beberapa hal yang harusnya dijelasin lagi biar logikanya nyampe gitu, cuma enggak, dibiarin aja ngambang huahuahua. Padahal di rotten tomatoes ratingnya bisa ampe 85%, loh :D. Cocok ditonton untuk 15 tahun ke atas. Oh nilai plus untuk soundtracknya, pas banget sama suasana film :).

Berikut review lengkap, bagi yang takut spoiler, skip font warna biru ya πŸ™‚

The role of a mother is a large one to take on. In my case, it wasn’t a choice. I heard mom says that she was surprised every time. But I’m convinced that the role of a mother cannot be fulfilled without a father. The truth is the man on the tape recorder did this. God’s vessel, the tape deck. – Rachel

Rachel Angela McKnight (Julia Garner) adalah seorang gadis remaja yang tumbuh besar dalam sebuah lingkungan Mormon, yang membuatnya jauh dari kenikmatan duniawi, sehari2 hidupnya dihabiskan dekat dengan alam dan Tuhan mereka. Hari itu Rachel berulang tahun, dan seperti kebiasaan di lingkungannya, dia menjalani sebuah proses wawancara mengenai pandangannya soal hidup, agamanya dan Tuhan. Pemimpin agama, yang kebetulan ayahnya sendiri merekam pembicaraan mereka dalam sebuah kaset, menggunakan sebuah alat bernama tape deck.

Itu adalah kali pertama Rachel melihat tape deck, alat yang bisa merekam dan memperdengarkan suara. Maklum, sehari2 lingkungan tempat tinggal Rachel benar2 berusaha meminimalisir kontak dengan gadget dan semacamnya. Rachel begitu penasaran, namun saudara laki-laki sekaligus asisten ayahnya, Will (Liam Aiken), tidak memperbolehkan Rachel untuk menyentuh tape deck tersebut di luar keperluan agama.

Malam itu, Rachel meminta ibunya untuk mendongengkan kembali cerita Red Mustang. Kisah tentang ibunya yang pernah tersesat dan menemukan sebuah kendaraan berwarna merah, bernama Red Mustang. Di sini penonton diberitahu bahwa yang dimaksudkan oleh ibu Rachel adalah sebuah mobil mustang warna merah, yang dikendarai oleh seorang pria, yang kayaknya sih pacar ibunya pada waktu itu, tapi Rachel dan saudara-saudarinya menganggap bahwa ibu mereka bercerita tentang seekor kuda.

Dini hari, Rachel terbangun dan diam2 menuju ruang bawah tanah tempat Will menyimpan tape deck. Dia menemukan sebuah kaset berwarna biru dan memutarnya, lalu terdengarlah suara seorang pria yang menyanyikan lagu Hanging on the Telephone by Blondie.

I’m in the phone booth, it’s the one across the hall.
If you don’t answer, I’ll just ring it off the wall.
I know he’s there, but I just had to call.
Don’t leave me hanging on the telephone.

Rachel terbius oleh musik tersebut dan mendengarkannya berulang2. Tiba2 Will memergokinya dan mereka berdua saling tindih untuk memperebutkan kaset biru tersebut. Ibu Rachel memergoki mereka berdua dan sempat mencurigai Will berbuat tidak senonoh pada Rachel, tapi Rachel menyangkalnya.

Keesokan dan keesokan harinya, Rachel terus mendengarkan kaset biru tersebut diam2. Sampai akhirnya suatu hari Rachel sadar bahwa dirinya hamil, sudah berbulan-bulan dia tidak menstruasi dan beberapa kali dia merasa mual. Rachel yakin bahwa penyanyi di kaset biru tersebutlah yang menghamilinya. Rachel percaya bahwa ini adalah keajaiban dari Tuhan.

Kedua orangtua Rachel mengetahui hal ini, mereka curiga bahwa Will-lah yang menghamili Rachel. Berdasar kecurigaan itu, Will akan diusir dari komunitas mereka, dan Rachel akan dinikahkan dengan seorang pria bernama Elijah.

Malam itu, Rachel melarikan diri dengan mobil pick-up milik ayahnya. Will yang sedang tidur di bagian belakang pick-up ikut terbawa. Gadis itu berhenti di kota terdekat dan bertemu dengan sekelompok anak muda yang baru keluar dari sebuah club. Rachel melihat salah seorang dari mereka mengenakan kaos bergambar kaset tape. Dengan polosnya Rachel menganggap dialah pria yang bernyanyi di kaset biru itu, pria yang menghamili Rachel lewat suara, lalu Rachel pun mengajak mereka bicara.

Seorang pemuda bernama Clyde (Rory Culkin) salah satu dari anak muda tersebut, mengajak Rachel dan Will untuk masuk ke dalam mobil, ikut bersama mereka. Rachel dan Will dibawa ke sebuah apartemen bobrok. Disanalah pada akhirnya Clyde tahu bahwa Rachel hamil, dan dia sedang mencari ayah dari anak yang dikandungnya.

Rachel berkali2 mencoba mendekati si pemuda dengan kaos bergambar tape, Johnny (John Patrick Amedori). Dia berusaha mengajak Johnny bicara, tapi Johnny terlihat tidak tertarik untuk berkomunikasi dengan Rachel. Clyde lama-kelamaan menjadi sedikit cemburu, namun dia tetap diam, dari Will-lah dia tahu bahwa Rachel menganggap Johnny adalah ayah dari janinnya.

Ketika akhirnya Rachel membuka diri pada Clyde, pemuda itu menjelaskan bahwa Johnny bukanlah pemilik suara dari penyanyi di kaset biru tersebut. Rachel menangis, lalu Clyde menawarkan diri untuk menjadi suami Rachel, sekaligus bapak dari janin yang dikandung Rachel. Gadis polos itu setuju. Clyde berkaca-kaca, tersentuh dengan ketulusan Rachel.

Keesokan harinya Clyde, Rachel, Will dan seorang wanita teman Clyde menyusup ke rumah orang tua Clyde di sebuah kompleks elit. Clyde diusir oleh orang tuanya, tapi dia masih tahu dimana kunci serep rumahnya disimpan. Clyde mengambil beberapa bahan makanan untuk Rachel, sekaligus berniat untuk memeriksa celengannya di kamar. Orangtua Clyde memergoki mereka, Rachel berhasil kabur dengan mobil Clyde, namun Will tertangkap oleh polisi.

Saat sedang bingung harus mengarah kemana, Rachel melihat sebuah Red Mustang, dan memutuskan untuk mengikuti kemana Red Mustang itu pergi. Rachel berhenti di sebuah rumah di pinggir kota, mengetuk pintu rumah tersebut, bertemu dengan seorang pria setengah baya berambut pirang. Rachel menceritakan kisahnya,Β  menunjukkan kaset biru yang dia bawa, lalu akhirnya pria itu sadar siapa Rachel. Pria itu adalah si pemilik suara yang ada di kaset biru tersebut, tapi dia bukanlah ayah dari anak Rachel. Dia mengenal ibu Rachel, dialah si pemilik Red Mustang, ayah kandung Rachel.

Rachel yang gagal menemukan bapak dari anak kandungnya, mengunjungi Will di kantor polisi. Kehabisan ide, akhirnya Rachel memutuskan untuk kembali ke keluarganya, untuk berdamai dan meminta pertolongan bagi Will. Sesampainya disana, keluarga Rachel langsung mempersiapkan rencana pernikahan Rachel dengan Elijah.

Di kota, ayah Rachel mengunjungi kantor polisi, mengeluarkan Will dan menawarkan untuk mengantarkan pemuda itu kembali ke keluarganya. Di perjalanan, dia bertemu dengan Clyde yang terpaksa berjalan karena mobilnya mogok. Mereka akhirnya pergi bersama untuk menjemput Rachel.

Rachel sedang berada di depan altar, ketika tiba2 sebuah Red Mustang berhenti di depan gereja. Bunyinya yang berisik membuat semua orang tertarik. Rachel berjalan keluar, naik di kursi belakang Red Mustang tersebut. Ayah dan Ibu Rachel dan Will keluar, bingung. Rachel memperkenalkan Clyde sebagai suaminya, lalu mereka pun pergi dari tempat itu. Will, memutuskan untuk kembali ke dalam komunitas Mormon, bersama keluarganya yang lain.

Setelah mengantar ayah kandung Rachel pulang, Rachel dan Clyde pergi berdua menaiki Red Mustang. Di akhir film diperlihatkan bahwa Rachel dan Clyde hidup berdua, tinggal di sebuah tenda di tepi pantai

The End.

Gantung banget ga sih kayak jemuran? Cabe deh. Inilah mengapa gue kasih nilai jelek, karena ceritanya banyak yang ga logis, terus ga dijelaskan aja pada akhirnya itu anak Rachel anaknya siapeee???!!! kalau emang keajaiban butuh penjelasan lebih lanjut gak sih?

Terus alasan kenapa gue kecewa lainnya adalah gue merasa chemistry antara Rachel dan Clyde-nya kurang dieksplor. Gue ngerti sih maunya script itu gimana, pengen menggambarkan cinta di antara Rachel si gadis polos dan Clyde yang hidupnya begajulan. Betapa Clyde terharu, saat semua orang menjudge dia macam2 karena track record-nya, Rachel bahkan tidak peduli dengan semua itu. Terus kelemahan si Rachel ini buat Clyde ingin bertanggung jawab dan melindungi. Tapi kurang eksplooor!!! *timpukin tomat*

Yang lain2 yang bisa dikomentarin.. jadi sepanjang film itu ada adegan2 mengganggu deh. Yaitu salah satu temen Clyde yang kemana2 pake jegging terus ga pernah pake baju. Maksud gue, emang ga masuk angin bro? mandi ga sih btw?

Tuh lihat yang paling kanan. Annoying gak sih.

Julia Garner aktingnya lumayan, perannya cocok sih, tapi aktingnya rada kurang tajem deh dek, gimana ya… Btw si Mbak ini pernah main juga di Martha Marcy May Marlene, jadi peran kecil sih, tapi karena rambutnya kriwil2 pirang jadi gampang diinget :D, kayaknya tampangnya emang cocok buat peran2 polos gitu deh πŸ™‚

Free Web Proxy

lo maunya gue setajem apa lagi sih?

Rory sebenernya ganteeeng tapi disini kok rada serem yah. Sengaja dibuat pucat biar keliatan begajulan-nya mungkin ya. Tapi lumayan deh udah puas liat dek Rory. Kayaknya seru kali ya kalau next time ada film bisa main bareng kakak2, ada Kieran dan Macaulay juga, geng pucat. Atau… keluarga vampir! pas banget lah. πŸ˜€

Free Web Proxy

Udah ah reviewnya :D, met nonton!

Mandhut.

Advertisements

3 thoughts on “Review Movie : Electrick Children (2013)

    • emang ceritanya kayaknya kepengen dimirip2in sama virgin mary gitu sih :P, tapi tetep aja butuh eksplor lebih lanjut dulu, paling gak tungguin kek anaknya lahir terus tes DNA πŸ˜›

  1. Pingback: Review Movie : The Way Way Back (2013) | Racauan Manda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s