5 Manga-ka Terfavorit!

Komik itu punya pengaruh yang besar dalam hidup saya. Kalau waktu kecil saya gak beli Doraemon #7 by Fujiko Fujio di rak toko buku, akan ada banyak hal yang berbeda hari ini. Mungkin saya gak akan jadi illustrator, mungkin saya gak akan jadi pengkhayal, saya gak akan terobsesi dengan ballet (meski gak bisa narinya juga, makasih Kimiko Uehara), dan masih banyak lagi hal2 yang gak akan pernah saya lakukan/ketahui kalau gak karena saya baca2 cerita bergambar dari negeri matahari terbit tersebut.

Meski saat ini industri komik bukan cuma milik Jepang aja; ada manhwa dari Korea, comic book dari Amrik dan tentu saja komik lokal yang sedang menggeliat bangkit, jujur, manga tetap jadi yang nomor satu di hati. Bukan gak cinta produk negeri sendiri ya, tapi pada kenyataannya adalah, yang cocok gaya gambar sama plotting-nya dengan saya ya komik Jepang :D, buat apa sok nasionalis kalau hati bilangnya lain, kan?

Saya kenal komik dari umur 6 tahun, terus sempet koleksi berbagai macam judul sampai kira2 SMA, lalu abis itu males ngoleksi lagi gara2 harganya (menurut saya) mulai gak masuk akal dan berasa lebih puas baca novel karena paling gak bacanya agak lamaan (kalau komik setengah jam kurang juga abis). Tapi sampai hari ini kadang masih ngikutin beberapa judul populer, dan masih terkagum2 dengan kemampuan orang Jepang bikin plot dan gambar.

Berikut adalah 5 manga-ka terbaik versi Mandhut :

[satu] Suzue Miuchi

Pernah baca Garasu no Kamen a.k.a. Topeng Kaca? Kisah Maya Kitajima itu adalah komik favorit saya sepanjang masa. Bahkan sampai detik ini pun belum ada yang bisa mengalahkan kedetailan dan tingkat survey Suzue Miuchi dalam membahas dunia akting, khususnya teater. Skip Beat! by Yoshiki Nakamura aja menurut saya masih belum bisa ngalahin karya Suzue Miuchi yang satu ini.

Topeng Kaca #1 by Suzue Miuchi

Kisahnya tentang Maya Kitajima, seorang anak biasa (gak cantik, gak pinter, gak kaya) yang ternyata punya bakat akting yang besar. Terus dia dididik akting oleh Mayuko Chigusa (artis yang beken di jamannya) untuk menjadi penerus sebuah lakon legendaris berjudul Bidadari Merah. Along the way, Maya mengalami suka dukanya dunia akting, belajar dari gak bisa jadi jago, dari gak tahu jadi tahu, dia juga ketemu banyak orang, salah satunya Ayumi Himekawa, rival yang sepadan untuknya dan Masumi Hayami, pengusaha sukses musuh Mayuko yang diam2 pengagum Maya juga :).

Yang bikin gak bisa berenti baca komik Topeng Kaca ini adalah, betapa akting itu dibahas dengan sangat sakral dan serius. Proses Maya, Ayumi, serta tokoh2 lainnya dalam mendalami karakter mereka di sebuah lakon (kebanyakan teater) itu gak simpel. Ayumi pernah nyamar jadi pengemis berhari2 gara2 dia dapat peran jadi pangeran/pengemis di prince and the pauper. Dia juga pernah ngegoda cowok cleaning service biar tau jatuh cinta itu kayak apa *Ayumi si PHP*. Maya pernah hidup berhari2 dengan batang2 bambu yang diikat di tangan dan kaki cuma gara2 dia dapet peran jadi boneka. Ada satu orang namanya Koji yang belajar mahat patung buddha di hutan gara2 dapet peran jadi kekasihnya Bidadari Merah.

Di zaman dimana kebanyakan artis dan aktor Indonesia udah seneng kalau dapet peran stripping di sinetron dengan plot tambal sulam, demi untuk honor tebal yang mengalir selama ratusan episod, komik Topeng Kaca besutan Suzue itu berasa kayak angin segar banget. Bukan saya mengecilkan orang2 yang mencari nafkah halal, tapi ada kalanya miris aja saat semua memilih tutup mata dengan sinetron yang miskin makna atas nama uang. Jarang banget deh yang masih keliatan niat :(, kalaupun ada aktingnya udah ketutup sama plot yang kurang mumpuni.

Terhitung sejak bulan Januari 1976 sampai sekarang, serial Topeng Kaca belum tamat-tamat juga. Di komik, Maya-nya masih umur 20-an, padahal kalau mau realistis saat ini minimal umur dia udah masuk kepala 4 pertengahan :)). Dari mulai setting komik masih berasa jadul dengan celana cutbray sampe sekarang rada2 modern, kisah Maya masih terus ditunggu kelanjutannya oleh para penggemar setia. Gak peduli bukunya baru keluar 3-4 tahun sekali.

Sebenernya gak tahu pasti sih kenapa, tapi ada gosip katanya Suzue udah sakit2an (CMIIW, males caritau juga). Ya umurnya uda 60 ke atas juga sih. Dulu juga pernah ada komik karangan dia juga judulnya Amaterasu, tentang seorang cewek yang namanya Saaya, titisan dewi matahari jepang. Mitologi Jepang dibahas dengan sangat detail di komik tersebut, dan berhubung saya ini anaknya ngefans banget sama cerita rakyat yang dikutak-katik, senengnya minta ampun. Sayang cuma ampe 3 nomer, cerita Saaya berakhir begitu aja, Suzue-nya mungkin capek ya 😦 *pijit2 suzue*

[dua] Aya Nakahara

Ada satu komik rom-com yang jadi favorit saya, namanya Lovely Complex, karangan Nakahara Aya. Cerita kehidupan sekolah, dibawakan dengan sangat manis, lucu, plotnya menarik dan karakternya sangat kuat. Kisahnya tentang Koizumi Riisa, cewek penggemar fashion yang punya tinggi di atas rata-rata, yang jatuh cinta dengan seorang cowok bernama Atsushi Ootani, cowok penggemar basket yang lebih pendek dari cowok pada umumnya. Kisah cinta mereka banyak terhambat oleh masalah tinggi badan, dibawakan dengan selera humor yang keren :D. Satu hal lagi yang bikin saya demen adalah gambar + fashion-nya, bagus dan colorful banget, khas Harajuku Jepang. Ceritanya juga gak menye2 tapi menyentuh. Top lah. 🙂

Lovely Complex versi Nakahara Aya

Saking sukanya, saya pernah bikin fan-art-nya, beberapa tahun yang lalu :

Formasi Umibozu!

[tiga] Akemi Yoshimura

Ada temen saya yang kalau baca komik, gambarnya mesti bagus. Gak peduli ceritanya keren, gak peduli pesennya nampol, kalau gambarnya jelek, dadah babay naik teejay. Akemi itu termasuk pengarang komik yang gaya gambarnya semi realistis, dengan bentuk muka bulat2 oval, bentuk hidung yang gak selalu mancung dan mata yang detail, gak biasa untuk ukuran komik cewek. Kasarnya, tokoh cantik aja keliatan kurang cakep kalau digambar sama Akemi *jujur*. Awalnya saya juga gak gitu selera, tapi waktu kuliah pernah beli komik karangannya yang berjudul For The Rose #1, terus saya langsung jatuh cinta.

Tokoh utama di komik For The Rose karya Akemi Yoshimura

Khasnya Akemi adalah plot cerita yang gak biasa dengan pesan kuat. Di komik For The Rose dia nyinggung soal self-confidence, incest, crossdresser, dan drama keluarga. Di komiknya yang lain yang berjudul Beyond The Sea, dia membahas soal (lagi2) self confidence, persahabatan, dan trauma psikis. Dan komik terakhirnya yang saya baca berjudul If You Were Here, membahas soal titisan tokoh cerita rakyat Jepang, Kaguya, yang jauh dari kesan gadis baik2, plus jatuh cinta dengan makhluk yang entah roh, jin apa setan :D. Untuk gue yang anaknya suka anti mainstream, komik2 karangan Akemi itu memuaskan rasa pengen dikagetin *apalah ini* :D.

[empat] CLAMP

Kalau yang lain manga-ka solo, Clamp itu kumpulan komikus yang kerja bareng dalam berkarya. CLAMP adalah bukti nyata bahwa musyawarah itu baik adanya *langsung bikin paguyuban warga*. Artwork mereka detailnya luar biasa, ceritanya juga dalemm… banget. Gak sekedar cinta2an, karya CLAMP banyak menyinggung soal yang eksistensi manusia dan permainan psikologis yang berat. Sexism, shonen-ai, shojo-ai, main darah, main daging, takdir, time travel, magic, semua dibahas. Bahkan karya se-harmless Cardcaptor Sakura yang temanya bener2 girly punya twist-nya sendiri. CLAMP itu psycho in a good way. =)) *langsung ketauan penggemar CLAMP*

Saya dulu demen banget ngumpulin clowcard Cardcaptor Sakura, ngerekam setiap episode-nya tiap hari Minggu di TPI. Terus saya juga nonton Magic Knight Rayearth, bermimpi bisa nemuin Escudo terus ngebayangin kalau gue senjatanya kayak gimana ya (kayaknya palu macam Thor deh, pegang piso aja aku takut…). Hampir semuanya saya baca dan nonton, tapi karya yang benar2 mengena sampai hari ini adalah Tsubasa Reservoir Chronicle, sampai hari ini hati saya masih mencelos kalau inget Kurogane ngorbanin tangan kiri (apa kanan? lupa *lah katanya ngepens*) buat Fai. Ooohhh seandainya Fai cewek huaaaaaaaaaaaa T-T T-T. Tapi kayaknya saya gak akan sengepens ini kalau Fai cewek, ada sesuatu yang seksi dengan cinta terlarang *dislepet kartu tilang*.
Free Web Proxy

begitulah. next!

[lima] Naoko Takeuchi

Seperti yang sudah saya ceritakan, komik pertama saya itu Doraemon #7. Saya suka, lalu saya beli komik kedua, Sailor Moon #3. Dan disanalah kegilaan dimulai karena akhirnya saya tahu kalau komik itu ada yang ceritanya terpisah2 kayak doraemon – jadi gak urut juga gak apa-apa, tapi ADA JUGA YANG BERSAMBUNG kayak Sailor Moon. Sudahlah saya jadi ngumpulin nomer2 lainnya. Waktu itu, saya kagum banget sama gambarnya, terus suka nge-trace gambar2 sailor moon pake pulpen, langsung di komik *vandalism*. Saking sukanya saya bikin sailor versi saya sendiri, 12 Sailor Zodiak, lengkap dengan Sailor Libra yang bawa timbangan beras dan Sailor Leo yang rambutnya kribo –> aib dunia akhirat, ampe sekarang gambarnya masih saya simpen. Pernah juga mau gambar2 Sailor Shio, tapi untungnya saya urungkan, karena males aja bikin Sailor Kebo, or worse, Sailor Babi.

Yang jelas, Naoko bikin saya belajar menggambar, itulah mengapa jasanya gak bisa dilupakan, dia juga bikin saya demen ngayal. Inget banget ada masa2nya itu tongkat pramuka asik nemenin saya main sendiri di kamar, gara2 saya sok berpura2 jadi Sailor Saturnus yang mau bikin dunia kiamat dengan jurus andalannya. Atau ada masanya saya pake mainan mahkota terbalik di jidat terus praktekkin gaya Sailor Mars dengan mantra ‘Mars Snake Fire’ kayak gini :

Free Web Proxy

Ttak lupa aksesoris rante pinggang punya nyokap sukses buat cambuk2 bantal sambil teriak “VENUS LOVE CHAIN!” *dirajam batu* <– terus ada kalanya kena muka sendiri, horotokono. Terus kristal plastik di gantungan kunci nyokap saya copot, dengan harapan one day bisa kayak Serenity dengan kristal perak, didatengin Mamoru Chiba *huhuhuhu*.

Jangan ditanya, pose ‘dengan kekuatan bulan akan menghukum-mu’, udah abis gue praktekkin diem2 di kaca kamar mandi. Mengingat aibnya banyak kayaknya one day bikin postingan sendiri dengan judul “Sailor Moon dan Pengaruhnya Pada Kondisi Psikologis Anak Anda”.

Meski gak separah nyoret2 jidat kucing hitam random dengan tanda bulan sabit (biar kayak Luna), gue punya masa kecil yang lumayan manis dikenang, thanks to Naoko Takeuchi yang kalo gambar tungkai kaki, seksinya luar biasa :).

——-

Saya kasih 5 karena itu aja ngebahasnya udah panjang, tapi sebenernya ada banyak manga-ka jepang yang bikin saya kagum, dan gak terbatas sama komikus cewek aja. Ada Hiromu Ono, Kyoko Ariyoshi, Yuriko Nishiyama, Kimiko Uehara, Ryoko Fukuyama, dan masih banyak lagi. Mungkin karena gue suka gambar, makanya gue mengingat nama2 pengarang komik ini secara personal, dan biasanya gue baca berulang2 untuk gue bedah si pengarang ini gaya gambar matanya gimana, kupingnya gimana, postur badan, dll dsb.

Dulu, kesukaan saya akan komik ini selalu diremehkan. Buang2 duit, gak inget umur, udah kenyang lah komentar2 soal kecintaan saya ini, itulah mengapa saya pernah bikin postingan ini. Tapi sekarang saya bersyukur karena paling gak, selama hidup, saya pernah tergila-gila akan satu hal yang membuat saya jadi tahu banyak soal itu, gak peduli seberapa randomnya.

Komik lokal juga udah banyak yang bagus kok, kapan itu ada komik karangan anak negeri yang membahas improv sejarah pandawa lima, dengan gambar yang udah lumayan. Waktu itu saya pikir, wih keren, tapi konsistensi gambarnya masih kurang, ini saya bicara dari posisi pembaca ya, kalau suru bikin saya juga belum tentu bisa, tapi kan komentar yang insya Allah bertujuan membangun :D. Manga-ka di jepang sana juga bisa ngasilin karya bagus + kurun waktu cepat juga gak lepas dari bantuan asisten yang gak sedikit, jadi bisa dimengerti lah :).

Sekian dan mari baca komik!

Mandhut.

Advertisements

24 thoughts on “5 Manga-ka Terfavorit!

  1. MANDAAAAA, kok kita nyaris sama sih? Komik pertama gw juga Doraemon, jilid 6! And I never looked back ever since 😀 Fujiko F.Fujio itu eternally loved deh. Gw kayaknya punya Bakeru-kun, 21 Emon, sama apa lagi gitu yang karangan dia 😀

    Dan CLAMP *huks*. Gw masih suka senyum2 sendiri kalo inget masa2 terobsesi sama Card Captor Sakura. Gw nulis sinopsis tiap episode di diary gw, trus kalo kelewatan satu episode gara2 ketiduran hari Minggu (jam 7 pagi soalnya), bisa bad mood seharian.

    Naoko Takeuchi, argggghh. Tapi serial dia yang gw suka cuma Sailor Moon :p Yang lainnya terlalu romance2 gimana gitu :p, eh tapi yang Strawberry Kiss lumayan deng.

    • Oh, ada juga komik fujiko fujio jaman dulu, tapi gue lupa judulnya, itu kayak cetak biru doraemon deh, tokohnya mirip2 semua tapi namanya beda, hahaha.
      oh Cardcaptor, gue musuhin ART gue dulu gara2 dia lupa rekam satu episod di video *jadul*, soalnya ada kalanya gue mesti praktek olahraga di velodrome rawamangun kalau minggu pagi :D.
      Naoko takeuchi tuh gongnya emang Sailor Moon deh, dulu ada yang bahas skating, cherry kalau ga salah judulnya, lumayan kok 😛

  2. Aaargh I’m a big fan of Topeng Kaca, yah nunggu kisah cintanya juga sih akhirnya pegimane. Tapi emang cara gambarain tiap ‘kompetisi’ dia sama Ayumi itu seruuuu. Dan aku suka penggambaran Ayumi-nya manusiawi lah gak kayak peran pemain tiri tak jelas.
    Waki Yamato gak suka, ya? I loove all her books. Eh itu termasuk manga kan. Eh Candy Candy? ihihi

  3. Sailor Libra yang bawa timbangan beras dan Sailor Leo yang rambutnya kribo –> aib dunia akhirat, ampe sekarang gambarnya masih saya simpen.

    >> muhahahahaha mandaaaaa! timbangan berasssss!

  4. Lovely Complex aku juga baca dulu hihi. Trus yang aku inget aku juga baca serial cantik gitu sama Delicious. Pokoknya yang karakternya cewek cantik dan cowok cakep 😆

    • ih dulu aku juga baca delicious terus merhatiin resep2nya :D, sayang waktu itu bingung beli bahannya dimana, suka aneh2 sih namanya :D.

      Lovely complex juaraaa!!!

  5. AKu inget banget dulu komik yang paling aku tunggu2 adalah Topeng kaca pertama keluar pas aku smp sampe aku kerja belum tamat2 juga hikssss sedih banget aku nunggu lama banget untuk liat maya ama masumi bersatu dan liat akting2 maya yang lainnya. dari jaman jadul sampe terakhir ada yang pake hp padahal jaman itu belum ada HP nya. trus aku suka Min- Min asli nih komik bikin aku ketawa terus……..lucu banget.
    semua buku Waki Yamato aku suka dulu juga ada Pansy dan Lady itu juga lumayan

    • Emang tuh, seneng sih liat serial panjang macam Topeng Kaca (dan gak dipanjang2in macam sinetron indonesia, tapi ceritanya bener2 berbobot), tapi kesian juga sama Suzue Miuchi-nya, sekarang kayaknya susah banget buat namatin, padahal udah tinggal dikit lagi :D, yang ada sekarang gue-nya kadung ilfil, 2 nomer terakhir kayaknya belon dibaca, nunggu tamat beneran aja ah biar gak kebat-kebit nunggunya *mendukung anti digantungin, baik dalam percintaan maupun komik*.
      btw aku juga suka Min-min, Pansy, Lady dan Waki Yamato loohhh 😀
      Pansy apa lagi, aku suka Edo! *dasar*

  6. Satu lagi yang keren… Kyoko Hikawa..semua komiknya TOP BGT 🙂
    Salad Days juga keren banget ceritanyaa…lupa siapa komikusnya..hehe

    Salam kenal..saya mangalover juga. Blogwalking gegara MOnSTAR

    • halo sesama mangalover 😀 (tapi sekarang udah jarang baca ding :P), iyaaa aku juga suka Kyoko Hikawa, terutama karyanya yang Kanata Kara sama Mr. Friday :D. Kalau Salad Days itu yang ngarang Inokuma Shinobu 😉 aku juga suka banget sama komik itu 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s