Penjurusan di SMA

Judulnya bikin kabur ya, ibu2 bapak2?

Berhubung saya punya ponakan remaja 2 SMP, jadi kemaren2 ini sempet ada obrolan bareng kakak saya soal perihal entar si ponakan pas SMA boleh masuk IPS apa harus masuk IPA (tau2 masuknya bahasa, jeder!). Si anak sih merasa gak suka eksak, jadi mau IPS aja, atau Bahasa, tapi kakak saya mau anaknya masuk IPA, karena menurut dia anaknya itu eksak banget.

*garuk2 bingung*

Terus tiba2 si ponakan nyeletuk, kalau katanya kurikulum 2013 ini, ada gosip2 kalau sistemnya udah beda, penjurusannya sejak kelas 1 SMA. Gak kayak pas jaman saya (2001-2004), yang penjurusan pas kelas 3 SMA, atau jaman adek saya si kempeso (sekitar 2007an, lupa), penjurusan pas kelas 2 SMA.

Nah, karena baru tau dan jadi penasaran, maka saya googling dari berbagai sumber. Ini saya kutip dari artikel di Suara Pembaruan ya :

[JAKARTA] Kurikulum 2013 untuk jenjang SMA memakai sistem peminatan dengan tiga pilihan yaitu Matematika dan IPA, IPS, serta Bahasa dan Kebudayaan. Para siswa SMA memilih peminatan sejak duduk di kelas X (I SMA). Seleksi peminatan akan dilakukan berdasarkan nilai rapor SMP dan wawancara oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK).

Dalam struktur Kurikulum SMA terdapat dua kelompok mapel wajib (Kelompok A dan Kelompok B). Kelompok A terdiri dari Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Sejarah, dan Bahasa Inggris. Kelompok B terdiri Seni dan Budaya, Prakarya, serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Sedangkan untuk Kelompok C adalah mapel peminatan, terdiri dari mapel peminatan akademik untuk SMA dan mapel peminatan akademik dan vokasi untuk SMK.

(sumber – Suara Pembaruan – 11 Juli 2013)

Nah tapi katanya baru beberapa SMA doang yang dicoba dengan kurikulum ini, salah satunya SMA Plus PGRI CIbinong.

Lebih jelasnya lagi, saya baca di blog ini. Jadi katanya tetep ada penjurusan, tapi terus si anak didik boleh juga milih pelajaran sesuai minat dari bidang lainnya (ini yang namanya peminatan). Jadi misal udah ambil jurusan IPA (otomatis dapet Fisika, Kimia dan Biologi) dia juga boleh (atau harus? masih ora mudeng) ambil mata pelajaran dari jurusan lain.

Terus gue langsung kasian ama ponakan karena berarti belajarnya banyak banget dong *elus2* tapi ada gosip katanya di kurikulum 2013 ini memang jam pelajaran ditambah tapi jam belajar dikurangi -_-; lho?

Perihal peminatan ini juga diperjelas oleh Koran Jakarta :

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan menghapus sistem penjurusan di jenjang SMA. Dalam kurikulum baru yang rencananya diterapkan Juli 2013 mendatang, penjurusan akan diganti dengan sistem peminatan. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Kemdikbud, Musliar Kasim, mengataka bahwa khusus di jenjang SMA hanya akan ada 9 mata pelajaran wajib dan program peminatan.

“Jadi nanti tidak ada lagi penjurusan,” Musliar, di Jakarta kemarin. Sebelumnya, program penjurusan di SMA dibagi menjadi 3, yakni IPA, IPS, dan Bahasa. Namun di kurikulum baru, peminatan dibagi menjadi Sains dan Matematika, Sosial dan Ekonomi, Sastra dan Budaya. Meski secara sepintas tidak ada perubahan signifi kan, sistem peminatan ini membuka banyak kesempatan bagi siswa untuk tidak terpaku hanya pada satu bidang peminatan saja.

“Siswa masih dapat memilih dua mata pelajaran di luar bidang peminatannya. Misalkan peminatan IPA boleh mengambil juga pelajaran bahasa Jepang,” terang Musliar. Selain itu, peminatan tidak dilakukan di kelas II, seperti saat penjurusan, melainkan langsung ketika siswa masuk kelas I SMA.

(sumber : Koran Jakarta – 8 April 2013)

Ooooh ngono tho…. *ketularan posting ala ndutyke*

Tadi gue udah ngiri2 karena berarti bisa milih mata pelajaran apapun yang disuka dan gak ada penjurusan, ternyata sama aje, cuma ditambahin beban T-T.

Terus dari sesi baca2 juga *lupa sumber*. DIbahaslah kalau yang namanya manusia itu gak selamanya tertarik sama eksak doang, sosial doang, atau bahasa. Memang sistem kurikulum yang diterapkan itu masih kurang bisa memfasilitasi bakat dan minat seorang anak.

Contohnya gue deh, gue tuh dulu masuk IPA, kenapa? karena selain emang IPA masih didewakan (dan gue punya nilai yang cukup untuk masuk IPA, so waktu itu mikirnya : why not?) juga karena gue kebetulan suka Matematika dan Biologi. Jadi kepada IPA-lah aku berpaling.

Tapi kalau boleh jujur, gue benci banget ama Kimia, dan masih gak paham sama Fisika. Nilai Matematik guepun ada kalanya jelek parah. Terus kalau mau lebih jujur lagi, meski gue ngakunya gak suka hapalan, buktinya gue suka Biologi. Terus gue juga suka sama Sejarah, meski ga pernah bisa ngapalin tanggal dan tahun. Terus walaupun gue gak suka Geografi dan Akuntansi, gue suka Sosiologi dan Ekonomi, nah hapalan lagi kan?.

Di bidang bahasa juga gitu. Gue suka bahasa Inggris, tapi gue ga pernah bisa inget grammar T-T *nangis*. Gue gak suka Bahasa Indonesia, nilai gue selalu mentok di 70, tapi dari SD, gue selalu semangat di bagian mengarang bebas, dalam bahasa indonesia maupun inggris :D. Gue juga suka bahasa2 asing lainnya, terlepas dari gue bisa apa enggak.

Soal seni, gue emang suka gambar, ide kreatif gue ngalir kayak bengawan solo, tapi jujur, waktu itu nilainya biasa aja, soalnya gue gak terampil, makanya kerajinan tangan juga selalu jelek, kemampuan motorik gue emang rada kurang sih, bisa diliat juga dari nilai penjaskes yang selalu dapet nilai pelipur lara *bagus karena niat*.

Gue banyak kurangnya juga, tapi begitu mereka tahu nilai matematik gue bagus dan di rapor gak ada merah, gue dicap anak pinter *bukan pencitraan*. Padahal gak pernah juara 1 juga, gak pernah ikut lomba juga :P.

Oh come on, manusia itu jauh lebih fantastis untuk sekedar dikotak2an menjadi anak eksak, sosial atau bahasa.

Waktu itu gue bingung, ngikut2 arus aja. Baru bertahun2 kemudian barulah gue tahu kalau pelajaran2 yang gue pilih beserta kemampuan gue pada waktu sekolah adalah dasar kegemaran gue akan bidang psikologi, digital-illustrating (selamat karena tombol ‘undo’), science-fiction (suka biologi tapi ga kuat liat luka + darah) dan menulis (yang salah satunya diekspresikan lewat blogging) :D.

Bener kan, liat aja tuh kalau posting pasti panjang2, emang suka aja merapal semua teori di otak huahahahaa.

Apakah pada waktu itu guru BK gue cukup awas untuk faham bakat dan minat gue itu enaknya dibawa kemana? enggak. Apakah psikotes memberitahu gue soal kombinasi bakat dan minat gue ini pantesnya berkarir sebagai apa? enggak.

Pada waktu itu psikotes mah bisa disetir. Lo bilang lo suka film, dia suruh lo masuk sinematografi. Lo bilang lo suka matematik, disuruhlah lo masuk computer-science. Kalau lagi ngomong sama anak remaja yang masih ngikut2 arus, jangan dengerin kata2nya, liat alam bawah sadarnya, liat kemampuannya, dan gue ga liat tes tertulis tanpa tatap mata, bahkan mungkin cuma diperiksa mesin bisa liat potensi itu.

Jadi menurut gue, yang paling tahu ya diri lo sendiri. Dan cara untuk tetep on track bahkan saat lo masih belum bener2 mengenal diri lo adalah simply ngikut kata hati.

Tanpa tekanan bahwa ada jurusan tertentu yang lebih keren dari jurusan lain. Tanpa pemikiran bahwa lo gak keren kalau jagonya cuma teliti2 buat laporan neraca akuntansi. Tanpa ada yang bilang kalau keren itu kalau bisa ngitung kalkulus sambil merem.

Sereuslah, sampe sekarang gue masih merasa kalkulus itu aneh banget -_-;.

Terus yaudah deh, abis itu gue ama ponakan mulai gosip2 soal pelajaran yang disuka dan dibenci selama sekolah. Lalu terkuaklah kalau gue dan dia sama2 gak paham kenapa Geografi itu harus banget masuk kurikulum. Gue gak merasa tahu dimana perkebunan kelapa sawit itu penting secara gue tinggal ke supermarket, dia gak ngerti kenapa harus tahu posisi matahari di bulan Desember. Dia suka akuntansi, gue benci. Dia benci ekonomi, gue suka. Dia gak suka matematik, gue suka. Dll Dsb.

So far sih, gue merasa ini anak tipe2 yang jago bersosialisasi sama banyak orang. Pokoknya urusan manipulasi massa, organisasi, anak ini lumayan demen dan bisa. Dia juga ada minat ke bahasa2 asing, dan kepengen bisa jalan2 keliling dunia, kalau bisa pake baju dan tas bermerek.

Nahlo?! πŸ˜€

Kalau gue sih, kayaknya kalau bisa dapet sistem kurikulum 2013 ini, akan memilih masuk kelas Bahasa dan Kebudayaan, dengan peminatan Biologi dan Sosiologi, terus kalau masih boleh nambah, aku mau Sejarah! Cocok toh?

Kalau kalian, pilih jurusan dan peminatan apa? πŸ˜‰

Tuntut ilmu sampai ke liang lahat!

Mandhut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s