Review Movie : Short Term 12 (2013).

Free Web Proxy

Dulu waktu gue masih SMP, ada kalanya gue ngerjain PR sampai dini hari. Gue bisa begitu soalnya memang pada waktu itu gue kebagian kelas siang, dan ngerjainnya jadi lama karena disambi nonton tivi. Acara yang biasa gue tonton adalah Vampire Expert (HAHAHA), tapi selain itu, ada juga acara2 lain yang gue ikutin. Salah satunya adalah serial televisi yang berjudul Second Noah.

Nah, meski itu drama cuma tayang bentar, gue suka banget soalnya berkisah soal Pak Noah yang ngumpulin hewan2 liar plus ngadopsi 8 anak2 bermasalah di rumahnya. Gue gak inget jelas alur plotnya kayak apa, tapi gue suka banget serial itu, dan sejak itu kalau nemu drama2 tipe serupa pasti gue ikutin. Pernah juga ada drama indonesia yang bertipe sama, tayangnya pas bulan Ramadhan, tapi gue lupa judulnya, dan kayaknya yang nonton juga cuma gue doang soalnya abis itu kagak diperpanjang dan tahun depannya juga ga ada sequel *ngikik miris*.

Makanya, pas kapan itu gue nonton trailer Short Term 12, gue langsung mikir : “gue harus nonton”. Apalagi pas berapa bulan kemudian liat rating di rotten tomatoes-nya 99%, gue langsung gregetan.  Dan akhirnya kemaren bisa disempetin nonton *hore*.

Film ini bercerita tentang Grace (Brie Larsson), gadis 20something yang bekerja menjadi supervisor pada sebuah institusi penanganan sementara untuk anak-anak bermasalah, bernama Short Term 12.

Free Web Proxy

Biasanya sih anak2 ini dititipin di sana karena sedang dalam proses hukum, entah terlibat kasus kekerasan anak, pelecehan, dan lain2. Bisa ditebak, anak2 ini gak akan memberikan kenakalan biasa, tapi yang namanya percobaan bunuh diri, pecandu, depresi, kelainan perilaku, semuanya tumplek jadi satu.

Peraturan yang dipegang Grace dan relawan lainnya adalah :

  1. mereka bukan orangtua
  2. mereka bukan terapis
  3. mereka ada di sini hanya untuk memberikan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak2 itu.
  4. mereka gak boleh memaksa anak2 itu untuk kembali ke institusi kalau mereka sudah menginjakkan kaki di luar gerbang.

Free Web Proxy

Bagi Grace dan para relawan lainnya, setiap hari adalah drama. Hal manis hari ini bisa saja berakhir pahit di esok hari. Semuanya bisa terjadi dengan sangat fluktuatif.

UDAH SEGITU AJA NTAR GUE JADI SPOILER! *terlalu bagus untuk di-spoiler*

Gue suka banget filmnya :). Gak ampe nangis tersedu2 sih, tapi ada beberapa momen bikin gue berkaca2, salah satunya pas salah satu anak yang bernama Marcus (Keith Stanfield) di salah satu scene. Ceritanya si Marcus ini udah 3 tahun jadi penghuni Short Term 12, dan sebentar lagi dia akan berumur 18 tahun dan itu berarti udah saatnya dilepas ke masyarakat. Dia ngungkapin kekhawatirannya lewat lirik rap :

look into my eyes so you know what it’s like to live a life not knowing what a normal life’s like.

Sedih banget deh dengernya T-T.

All in all, menurut gue plotnya sama sekali gak ada cela, pantes aja dapet 99%. Luar biasa. 😀

Dan yang bikin gue lebih suka lagi (meski agak out of topic), di film ini juga ada John Gallagher Jr. yang berperan jadi Mason, salah satu relawan di Short Term 12 itu.  Si John ini adalah cowok yang paling gue suka di serial The Newsroom  (selain Mbak Munn). Ini tampilan dia pas di serial newsroom itu :

Free Web Proxy

Anak baik gitu yah keliatannya. Gue naksirnya gara2 karakter dia tuh jago di kerjaan, terus manis gitu deh, jadi korban friendzone, nonton sendiri aja biar ngerti. Nah, ini lah tampilannya di film Short Term 12 :

Free Web Proxy

BUBAR DIETNYA, BUBAR! *lah apa hubungannya*

you know, beberapa cowok itu cocok dijenggotin + mata bunder kaca2 + rambut awut2 rada ikal. Nyang ini buat gue cocoknya pake banget *lebay*. Gue lemah deh urusan jenggot2 begini -_-, contohnya pas gue nonton Django Unchained, gue suka banget ama tokoh Dr. Schultz (Christopher Waltz), karena selain cara ngomongnya khas, kejem2 sopan gitu, dia tampilannya begini :

Free Web Proxy

*resmi menjadi pemburu jenggot yang tak pandang bulu*

*hanya memandang jenggot*

*ditampar cukuran*

Oke deh, selamat menonton, semoga gak spoiler2 amat ya :D. Film ini cocok ditonton untuk semua umur di atas 15 tahun ke atas sih gue liat2. Terutama buat yang lagi bermasalah, yang merasa gak tau hidup normal itu gimana, mungkin film ini bisa menghangatkan hati lo seperti selimut.

tertanda,

*jenggot hunter*

Mandhut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s