Divergent Ceria!

Akhirnya nonton Divergent bareng ponakan! dan sama sekali tidak kecewa, malahan puas banget :D. Sebenernya ratingnya di rotten tomatoes cuman 40% (masih jauh lumayan dibanding rating City of Bones) tapi mungkin karena gue sebelumnya udah pernah baca novelnya (dan ngikutin) jadi gue hepi2 aja, malah girang karena filmnya hampir sempurna dalam memvisualisasikan fantasi yang gue punya waktu baca bukunya dulu 😀

Jadi gue kali ini nyobain nonton di mall deket rumah, Cipinang Indah Mall. Abis jemput ponakan pulang sekolah, pulang bentar terus langsung gue ajak ke CIMOL *seenaknya kasih nama* terus cuss beli tiket di XXI karena gue pikir filmnya mulai jam 12. Udah beli hophop sama roti breadtalk, siap nonton sambil ngemil, tapi ternyata filmnya mulai jam 1, sedangkan itu masih jam 11 lebih dikit. Jadi yaudah deh, gue dan ponakan melipir bentar ke A* Sushi bentar, karena gue penasaran aja pengen nyoba sushi lain selain di Sushi Tei.

Ternyata… rasa sushinya mirip banget ama Sushi Tei. Interiornya aja hampir mirip (cuma bedanya gak seluas Sushi Tei, dan warna yang dipake oren, bukan ijo2 lumut). Tapi semuanya sama persis sis sis, bahkan sama2 ada kecap asin, bubuk cabe, jahe sama wasabinya di meja *lah bukannya semua tempat sushi begitu*.

Abis ngobrol2, terus gue dan ponakan langsung naik lagi menuju XXI pas jam 12.45. Ternyata pintu theater udah buka dan yaudah deh, kami duduk manis, siap nonton :D.

Seperti yang gue bilang, gue udah pernah baca, jadi inget2 dikit soal jalan ceritanya, sedangkan ponakan gue belon, jadi awal2 sempet deg2an apa kir2 dia suka ceritanya apa gak. Tapi gue liat dia langsung amaze liat pemeran utama cowoknya yang cakep (Theo James as Four), jadi yaudahlahya, semua aman terkendali :)).

Cerita Divergent (spoiler dikit, tapi endingnya tetep dirahasiain)

Divergent itu film bergenre fantasy dan sci-fi, range umurnya young-adult. Ceritanya tentang kota Chicago post-apocalypse. Konon katanya jumlah penduduk di dunia itu sudah jauh berkurang gara2 perang, terus ada satu kota yang terisolasi dari dunia luar, pinggir2 kotanya dibatasin gitu sama tembok2 tinggi. Di kota itu sendiri, masyarakatnya dibagi menjadi 5 kelompok :

  • Abnegation, kelompok yang mengabdikan diri untuk kepentingan orang lain. Gak boleh egois, gak boleh sombong. Karena sikap mereka yang self-less, mereka ditugaskan untuk mengurus pemerintahan. Ditandai oleh pakaian dan dandanan mereka yang sederhana, bajunya berwarna abu-abu.
  • Candor, kelompok yang selalu berkata jujur. Gak akan pernah bohong, terlatih untuk mendeteksi kebohongan pada orang lain. Mereka ditugaskan di dunia peradilan. Ditandai oleh pakaian mereka yang merupakan kombinasi hitam-putih.
  • Erudite, kelompok yang mengutamakan ilmu pengetahuan. Berpikir dengan logika, tidak akan percaya kalau gak ada fakta. Mereka bertanggungjawab dalam bidang riset, pengobatan dan pendidikan. Ditandai oleh pakaian mereka yang merupakan kombinasi putih-biru.
  • Amity, kelompok yang mengutamakan hubungan baik dengan orang lain. Mereka memiliki hati yang baik, selalu tersenyum dan bahagia. Mereka bertanggung jawab di bidang perawatan dan sumber daya pangan (kerja di ladang gitu). Ditandai oleh pakaian oranye, merah dan kuning.
  • Terakhir, Dauntless, kelompok tanpa rasa takut. Mereka terlatih dalam taktik perang dan martial art. Mereka bertanggung jawab untuk keamanan dan pertahanan kota. Pakaian mereka adalah hitam dan merah, seringkali bertatto dan piercing :).

Nah, ceritanya, si pemeran utama, Beatrice Prior (Shailene Woodley) tidak merasa cocok di kelompok tempat dia lahir dan dibesarkan, Abnegation. Sebentar lagi dia akan menjalani tes psikologis (untuk memberitahu dia itu sebenernya bakat masuk kelompok mana aja) dan dia akan diberi kebebasan terakhir untuk memilih kelompok yang akan menjadi tempatnya hidup sampai dia meninggal nanti. Pilihan aman adalah tetap memilih Abnegation, tapi dia selalu menyimpan kekaguman pada kaum Dauntless.

Lalu, dia menjalani tes psikologis, dan hasilnya menunjukkan bahwa dia itu cocok untuk 3 kelompok berbeda : Abnegation, Dauntless dan Erudite. Biasa aja kan ya? (menurut kita), tapi di dunia mereka, itu gak normal (wajarnya orang disana maksimal 2). Nah keunikan dia itu yang disebut Divergent, dan konon, di dunia itu Divergent itu diburu, dianggap akan mengacaukan kedamaian yang sudah dibuat. Jadi si Beatrice disuruh merahasiakan hasil tesnya (sama mbak2 panitia tes yang belakangan diberitahu namanya Tori dari Dauntless). Kata Tori, kalau ada yang tanya, bilang aja kalau dia cocok masuk Abnegation, titik.

Pas tiba saatnya memilih, Beatrice terkejut saat tahu kalau kakak laki2nya, Caleb *yang juga harus memilih saat itu*, memutuskan untuk meninggalkan keluarga mereka dan masuk ke Erudite. Di sana itu berlaku aturan “faction before family”, jadi kemungkinan besar kalau udah beda fraksi, mereka gak akan bisa tinggal bareng keluarganya lagi, ngobrol2 juga udah gak boleh, karena takutnya dianggap berkhianat sama kelompoknya.

Beatrice sempet bimbang, dia gak pengen meninggalkan keluarganya, tapi dia juga udah gak betah di Abnegation. Sedangkan, kalau misal dia pindah ke kelompok lain dan dia gak bisa ngikutin cara hidup mereka, dia bisa dikeluarin dari kelompok, dan dia bisa jadi Factionless, kaum tanpa kelompok yang jadinya kayak gelandangan gitu di kota. Tapi akhirnya dia memilih untuk menuruti nalurinya, Beatrice masuk ke Dauntless. 

Maka dimulailah petualangan Beatrice di Dauntless (disana dia ganti nama jadi Trish). Yang ternyata, di samping sikap menyenangkan kelompok itu yang kesannya bebas dan tanpa ketakutan, mereka dilatih untuk bersikap dingin dan kejam, saling sikut, saling bersaing. Untungnya dia bertemu dengan seniornya di Dauntless, Four (Theo James, yang disukain ponakan gue) dan sahabat2 yang baik. 

Four and Trish, jelas2 bukan cuma murid dan mentor 😀

Bisakah Trish bertahan di kelompok Dauntless? dan mengapa kaum Divergent diburu dan terancam akan dimusnahkan?

NONTON YA!

Gue sih pas nonton gak berharap banyak ya, 80% niat nontonnya itu murni pengen nyenengin ponakan. Karena gue dari awal sempet mikir si Shailene Woodley gak cocok jadi Trish (lebih memilih Saoirse Ronan). Terus pas liat cowoknya juga agak2 ngeremehin (si Theo James), soalnya gak inget pernah liat dia dimana2 juga. Terus pas awal liat gak merasa dia ganteng (tapi ternyata makin lama diliat makin ganteng, sial). Terus ternyata aktingnya pada bagus2…. dan chemistry-nya dapet banget :D. Jadilah gue hepi.

pelet gue jalannya emang agak lambat, Man. Kurang tirakat. – Theo James

Durasi filmnya lumayan lama, 2 jam-an gitu, jadi puas banget. Cuman filmnya belum ending, karena aslinya kan bukunya itu kalau gue gak salah kan tetralogi, jadi harusnya filmnya juga ngikut, ber-sequel2 gitu.

Terus, gue suka banget sama pemandangan di filmnya. Banyak banget dikasih liat kondisi kota mereka yang banyak gedung2 hancur gitu gara2 peninggalan pasca perang. Dan itu di-shoot di malam hari. Seru!

Nah, satu lagi yang bikin hepi adalah soundtrack-nya. Ellie Goulding! Cocok sama filmnya, pake banget 😀

Wanna hear your beating heart tonight
Before the bleeding sun comes alive
I want to make the best of what is left, hold tight
And hear my beating heart one last time
Before daylight

(Beating Heart by Ellie Goulding)

Film Divergent ini termasuk keren untuk ukuran adaptasi dari novel Young-Adult. Gak terlalu menye2 soal cinta melulu (menyindir karya-karya Stephani* Meyer), gak cengeng juga dan sekedar mengeksploitasi tokoh cowok maupun ceweknya (kembali melirik karya yang sama yang saya sebutkan sebelumnya), bukannya gak ada samsek, ada juga lopelope, dan ada juga badan cowok yang atletis *hahahaha*, tapi unexpectedly masalah yang dibahas cukup penting, serta cerdas dan bikin mikir, ngasih liat bahwa manusia itu unik satu sama lainnya, dan semua orang memiliki tempatnya sendiri di masyarakat :). Keliatan banget deh penulis bukunya, Veronica Roth, udah melakukan cukup survey soal psikologi manusia 😀 *ngefans banget*.

ya ampun Bang, bekas kerokanmu napa ampe item gitu?

Gak sabar nunggu sequel-nya! dan jadi gatel pengen baca novelnya lagi :D. Tinggal tunggu aja nih sampe fan base-nya bertambah besar dan nanti mungkin akan ada page “tes kepribadianmu (Abnegation, Candor, Erudite, Dauntless dan Amity)” di FB :D. Kira2 nanti bakal dapet faction mana ya? 🙂

Mandhut yang kayaknya gak akan pernah cocok masuk Dauntless =))

Advertisements

13 thoughts on “Divergent Ceria!

  1. Awal liat si four juga biasa aja tpi emang benerrrr peletnya lambattt dan tahan lamaaa (sampe skg msh kebayang2)
    Kuisny di fb udh ada kok 😀 search “the divergent test”
    Salam kenal ya ^^ selama ini silent reader hehe 😉

    1. Iya kaaannn :D. Jadi gantengnya itu karena sifatnya, bukan tampang doang *mulai delusi*
      Nanti cari ah di FB 😉
      Salam kenal! thanks ya udah baca dan mau komen 🙂

  2. pertama kali gue liat poster film ini gue pikir judulnya “detergent” pas diliatin ternyata bukan itu judulnya *ya menurut ngana*

    gak pernah denger novelnya, pun nonton trailernya yang ada pemilihan kelas2 gitu berasa kayak harry potter di jaman modern jadi gak tertarik nonton.. tapi abis baca postingan ini kok jadi tertarik buat nonton aaaaak tanggal tua pulak *sabar sampe minggu depan*

    1. huakahuauha, itu judul buku pertama, judul buku kedua : insurgent, terus suka jail mikir “oh buku ketiga pasti detergent” =))

      kalau suka fantasy dan sci-fi kayaknya sih demen2 aja ya ;), selamat nonton!

      1. *nyamber*
        buku terakirnya Decolgen… coming soon di apotek terdekat… 😀
        —–
        ini sekarang kode2 senyumnya ud muncul gambarnya ya.. yg kuning itu :))…. keren… senyum sehat hahahaha 😀 😀 giginya lebar sekali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s