Review Movie : Celeste and Jesse Forever (2012)

?????????????????????

Hallloooo, maaf ya baru bisa posting yang rada ‘bener’ dari kemaren sibuk…

…SIBUK MAKAN KETUPAT.

Gak ding, emang konsentrasi lagi tersita ke banyak hal aja, tiap mau posting di RM bawaannya batal terus :P.

Btw, kali ini mau review film yang baru gue tonton kurleb seminggu yang lalu, judulnya Celeste and Jesse Forever (2012). Genrenya romantic-comedy. Pemainnya ada Rashida Jones (dia co-writing naskahnya juga), Andy Samberg, Elijah Wood (Frodo!) dan Emma Roberts. Rating (yang terakhir gue liat) di Rotten Tomatoes 70%. Rating pribadi dari gue… 9 dari 10 :D.  Sedikit membahas tentang dunia publicist, karena pemeran utamanya, Celeste (Rashida J.) disini diceritakan bekerja sebagai trend analyzer.

Seperti biasa, mau review tanpa spoiler dulu :

Celeste dan Jesse sudah berpacaran sejak SMA. Mereka menikah di usia muda, dan bersama untuk waktu yang cukup lama. Pokoknya tipe2 pasangan yang saking deketnya udah kayak punya dunia sendiri dan yang lain itu cuma ngontrak aja. Bukan yang romantis lope2 bikin risih, tapi lebih ke yang bikin orang mbatin “ih mereka kocak ya, pengen ikutan becanda tapi takut ngerusak momen” – kind of relationship.

Tapi siapa yang sangka, bertahun2 kemudian, mereka mulai menemukan ketidakcocokan. Celeste dan Jesse ingin bercerai, tapi sama2 mengulur waktu untuk melakukan pembicaraan serius tentang hal itu. Mereka menyatakan ke (teman2 dan keluarga) bahwa mereka tidak lagi bersama sebagai pasangan kekasih, tapi karena satu dan lain hal, Celeste dan Jesse masih tinggal serumah (karena keuangan Jesse agak seret dan terpaksa numpang di pavilliun rumah Celeste). Yang perlu digarisbawahi lagi, Celeste dan Jesse juga masih berusaha untuk mempertahankan persahabatan mereka meskipun mereka tidak ingin bersama sebagai suami istri lagi. Ribet, ya?

Film ini bercerita tentang proses Celeste dan Jesse untuk menelaah ulang hubungan mereka. Apakah rujuk, atau menerima kenyataan bahwa hubungan mereka tidak ditakdirkan untuk selamanya.

Cocok ditonton untuk yang lagi cekcok sama pasangannya, yang baru putus, yang baru jadian (jadi belajar dulu, gitu). Gak harus dihubungkan dengan cinta pada kekasih sih, bisa diterapin juga sama persahabatan, karena tagline-nya sendiri adalah : “For anyone who has to break up with their best friend.”, jadi masih nyambung2 dikit, lah.

Review pribadi (SPOILER ALERT) :

Gue suka suka suka banget sama film ini. Gue pribadi sih lebih suka Celeste and Jesse Forever daripada 500 Days of Summer atau Serial Before Sunset-Sunrise-Midnight, tapi ini masalah selera sih, ya :P. Di film ini diceritain bagaimana perasaan itu bisa berubah seiring waktu – dalam hal ini itu lebih banyak diceritakan dari sisi Celeste (Rashida Jones). Jadi, setelah mereka lama menikah dan masing2 udah kerja, Celeste baru bener2 sadar kalau Jesse itu kurang bisa diandalkan as a husband. Celeste maunya Jesse itu rajin, Jesse itu disiplin, cari kerja yang bener, kerja cepet, jangan main2 terus, makanya dia selalu menyemangati Jesse dengan berbagai cara. Beberapa langkah yang Celeste lakukan adalah dengan menunda kehamilan (makanya mereka menikah bertahun2 dan belum punya anak) dan gue rasa juga permintaan cerai dari Celeste itu termasuk salah satu modus, biar Jesse wake-up dan lebih memperhatikan hidupnya, tapi Jesse tetep aja gak berubah.

Dari sini udah bisa ditebak lah ya karakter Celeste itu kayak apa. Yap. Perfeksionis, a bit bossy dan cenderung judgemental. Bukan di hubungan percintaan aja, tapi di dunia kerja dia juga begitu.

screen_celstejesse

Mereka berdua (Celeste dan Jesse) menggantung hubungan pernikahan mereka sampe setengah tahun lamanya. Sahabat? iya. Cinta? masih. Pacaran? enggak. Cerai? nanti dulu deh, masih pengen bareng. Jadi kalau udah mau cerai udah boleh dating2 lucu lagi dong? yaa… boleh sih. Gak jelas lah pokoknya. Jesse diam-diam masih berusaha supaya Celeste mau rujuk (tapi masih aja gak ngerti apa maunya Celeste), sedangkan Celeste (meski sebenernya masih cinta) tetep keras kepala bahwa Jesse harus berubah dulu. Sampai akhirnya di satu titik, Jesse udah capek ngadepin Celeste.

Hubungan mereka mungkin masih bisa diselamatkan, Jesse mungkin masih bisa mencoba sabar, kalau saja Jesse gak menerima berita bahwa dia baru saja resmi menjadi calon ayah…

… dari cewek lain yang bernama Veronica.

Jadi kan ceritanya pas masa ‘break’ hubungan Celeste dan Jesse selama 6 bulan itu, mereka mempersilakan satu sama lain untuk dating around cari pasangan baru biar bisa cepet move on, nah salah satu teman kencan Jesse itu si Veronica.

Jesse yang emang kayaknya dari dulu pengen punya anak, akhirnya mau move on. Dia pengen membangun hidup baru. Jesse pindah dari rumah Celeste dan mulai menjalani hubungannya bersama Veronica, bahkan sempet dateng ke Celeste cuma supaya Celeste mempercepat proses cerai mereka, jadi dia bisa cepet nikah sama Veronica (yang ternyata imigran dari negara lain) dan ngurus surat2 untuk calon anaknya nanti.

Celeste, yang tadinya merasa bahwa dia akan baik2 saja tanpa Jesse, ternyata sama sekali gak bisa cool tentang hal ini. Dia jadi depresi, dia baru sadar betapa dia butuh kehadiran Jesse sebagai kekasih, sahabat, keluarga, dan dia baru aja menyia2kan orang yang dia cinta. Celeste gak terima dengan Jesse yang move on lebih dulu daripada dia, dia juga gak suka dengan Jesse yang berubah di luar sepengetahuan dia. Pokoknya bad breakup banget deh. Kesian sih liatnya, soalnya di sisi lain, Jessenya juga merasakan hal yang sama, tapi dalam hal ini, Jesse lebih milih untuk menyambut calon anaknya dari Veronica. Lagian, Veronica orangnya beda jauh dari Celeste, Veronica lebih nrimo dan simpel, jadi Jesse juga lebih pede untuk jadi dirinya sendiri dan give his best.

Akhirnya, setelah menjalani beberapa pertengkaran dan kejadian2 memalukan (termasuk ngorek2 tong sampah mantan, balikin barangnya dengan demonstratif sampe maki2) Celeste sadar bahwa dia harus merelakan Jesse. Gak peduli siapa yang salah, gak peduli siapa yang benar, dia harus menerima kenyataan bahwa kebahagiaan Jesse itu bukan sama dia, begitu sebaliknya. Celeste juga jadi lebih dewasa, dia jadi lebih menerima orang lain apa adanya, minus dan plusnya :).

Adegan akhir ditandai oleh Celeste dan Jesse yang akhirnya mengurus perceraian mereka di kantor pengacara sambil ketawa2 dan saling ledek, sampe2 pengacara2nya pada bingung.

BAGUS GAK SIHHHHH T-T T-T T-T.

Gue pribadi gak nyalahin Celeste sih, karena kalau dia gak minta cerai, bisa jadi selamanya dia akan terus2an ngerasa gak sreg dengan pernikahannya sama Jesse, dan itu kan bukan alternatif yang bahagia juga :D. Lagian, kalau gak kayak gini, Celeste gak akan belajar untuk lebih menerima orang apa adanya kan? Jesse juga gak akan bisa menemukan ‘tempat’ yang dia cari selama ini, lingkungan yang bisa membuat dia mau berusaha lebih keras (dalam hal ini : anak dan cewek yang butuh dilindungi dan lebih inferior kayak Veronica).

Intinya, kita semua bisa bahagia kalau pada akhirnya bisa menerima perubahan dan konsen ke apa yang ada di depan mata sih, bukan apa yang mungkin terjadi di masa depan, atau apa yang telah terjadi di masa lalu *nyindir diri sendiri*.

Selain dari cerita, gue juga suka banget sama scene pembuka awalnya, yang diiringi oleh lagu Littlest Things by Lily Allen yang pas bangettt sama plot!. Ini termasuk poin penting buat gue sih, karena gue anaknya gak bisa benci sama film yang soundtracknya keren, meskipun cuma satu lagu :P. Tapi sereus deh, gue suka banget scene pembukanya!. Buat gue, scene pembuka Celeste and Jesse Forever ini menyaingi scene pembuka favorit gue : animasi Anastasia yang diiringi lagu “A Rumor in St. Petersburg”. Hehehehe.

Nah, buat yang masih ragu harus nonton apa enggak, silakan dilihat :

Sometimes I find myself sittin’ back and reminiscing
Especially when I have to watch other people kissin’
And I remember when you started callin’ me your miss’s
All the play fightin’, all the flirtatious disses
I’d tell you sad stories about my childhood
I don’t why I trusted you but I knew that I could
We’d spend the whole weekend lying in our own dirt
I was just so happy in your boxers and your t-shirt

[Chorus]
Dreams, Dreams
Of when we had just started things
Dreams of you and me
It seems, It seems
That I can’t shake those memories
I wonder if you have the same dreams too.

The littlest things that take me there
I know it sounds lame but its so true
I know its not right, but it seems unfair
That the things are reminding me of you
Sometimes I wish we could just pretend
Even if only for one weekend
So come on, Tell me
Is this the end?

Drinkin’ tea in bed
Watching DVD’s
When I discovered all your dirty grotty magazines
You take me out shopping and all we’d buy is trainers
As if we ever needed anything to entertain us
the first time that you introduced me to your friends
and you could tell I was nervous, so you held my hand
when I was feeling down, you made that face you do
There’s no one in the world that could replace you

[Chorus]
Dreams, Dreams
Of when we had just started things
Dreams of me and you
It seems, It seems
That I can’t shake those memories
I wonder if you feel the same way too

The littlest things that take me there
I know it sounds lame but its so true
I know its not right, but it seems unfair
That the things reminding me of you
Sometimes I wish we could just pretend
Even if only for one weekend
So come on, Tell me
Is this the end?

(Littlest Things by Lily Allen)

celeste-jesse-forever-img06

Selamat nonton!

Mandhut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s