Quirky Me.

Makin bertambah umur, makin banyak pengalaman, makin mengenal diri sendiri, gue makin yakin kalau gue ini aneh.

Aneh tapi keren *najong*. ‘Quirky’ kata yang lebih tepat kali, ya *maunya*.

Salah satu kegemaran gue yang (mungkin) pembaca sekalian sudah tahu adalah, saya ini terobsesi dengan nama. Kalau gue misalnya kenalan ama orang terus namanya gue rasa unik/bagus, pasti di rumah gue googling arti dan maknanya sampe numerologi kadang gue search juga. Tapi gue bisa lebih gila lagi kalau udah urusan nama bayi. GILA BANGET. Kalau ada pasangan baru punya baby (terus pajang2 foto di FB) pasti yang gue kejar adalah nama anaknya siapa (tapi gak mau nanya langsung kalau udah gak deket2 banget. takut awkward. stalking aja lah <– seakan ini gak lebih freak).

Terus begitu tau namanya siapa, kalau gue gak tau artinya, gue googling lagi deh.

Jadi, kalau misal gue ketemu ama temen gue di kondangan/reunian, chances are, gue (udah) tau nama lengkap anaknya dan artinya (meski gue tetep basa-basi nanya “ciapaa namanyaaa uhh lucunya“)

Mungkin gue gak inget nama lengkap lo, gue gak tau nama pasangan lo, tapi gue tau nama lengkap bayi lo dan artinya. Gue diam-diam men-judge pribadi lo serta pasangan lo lewat nama bayi yang lo pilih.

creepy, gak?

=)) =)) =)) *ketawa sarap di pojokan* *kemudian diblock massal biar gak bisa liat timeline di FB* =))

Itu sisi gue yang menurut gue paling aneh (di samping keanehan lainnya), kapan2 diceritain lebih lanjut deh perihal obsesi gue akan nama2 bayi ini (belum selesai). Nah, belakangan gue nemu lagi hobi lain yang sama gak pentingnya : gue suka banget ngecasting artis, aktor, kadang temen sendiri berdasar karakter2 di sebuah novel.

Semuanya bermula dari postingan review Memori by Windry Ramadhina ini.

Imaginary Casts novel Memori by Windry Ramadhina

Waktu itu, saking sukanya sama novel tersebut, gw ngebayangin aja betapa senengnya kalau Memori difilm-in, lanjut lanjut lanjut sampe ngebayangin kira2 aktor dan artis mana yang cocok memerankan Mahoni, Simon, Sofia dan Sigi :D.

Terus sejak itu jadi ketagihan deh. Kalau saya suka novelnya dan saya review, biasanya terus entar ada prediksi cast dari saya :D. Apalagi sekarang penerbit2 lokal itu suka banget bikin lomba kecil2an lewat socmed untuk promosi novel2 keluaran mereka kan? Nah, salah satu tipe lomba yang biasa diadakan itu adalah lomba imaginary cast, jadilah saya makin menggila lagi (udah ikut 4 kali, lho). Baik pemeran indonesia ataupun korsel (karena saya juga gila drama korea – tapi yang ini gak seaneh itu kan ya?), saya demen banget mikir2 dan mengombinasikan para aktor dan artis untuk memenuhi requirement karakter novel yang dibutuhkan.

Sampe situ masih bisa dimaklumi, kan?

Tapi, saya bikinnya bener2 seakan saya ini casting director, mulai dari :

  1. requirement fisik karakter yang digambarkan di novel
  2. karakter sifat yang bisa digambarkan dari raut artis/aktor
  3. umur si aktor/artis yang bisa mewakili karakter apa enggak
  4. review film2 sebelumnya biar tau ini orang bisa akting pa gak *belagu abis*
  5. status yang bisa mempengaruhi kesan penonton (semisal perannya harusnya single lajang, tapi artis/aktornya udah nikah, itu jadi pertimbangan lanjut)
  6. Artis/aktornya pernah kena scandal apa enggak – dan apakah scandal itu masih santer atau udah mulai dilupakan, apakah scandalnya bisa nambah value ke film apa enggak =)) =))
  7. Antar artis/aktor yang dipilih jadi cast ada yang punya history sama satu sama lain apa enggak (misal mantan, tapi kalau bisa nambah value ke film ya oke aja)

CUKUP KURANG KERJAAN GAK GUE?!

Ini ya, karena perfilman Indonesia masih kembang-kempis (terutama drama televisinya), dalam artian jarang banget ada plot yang menarik (kalaupun ada, terus2annya seringkali bikin ilfil) dan aktor/artis yang aktingnya bagus itu2 doang, jadi gue sering mentok kalau udah bikin imaginary cast yang pake talent dari Indonesia (meskipun mungkin masih lumayan ngerti dan tahu lah ketimbang temen2 gue yang sepantaran). Karena gue sering nonton drama korea, gue justru lebih paham dan lancar kalau ngebayangin imaginary cast dari Korsel sana. Itu ya, prosesnya bisa lama banget karena gue suka ambisius sendiri ngebayangin siapa2 aja yang cocok, sampe tahap begini :

“Ihhh si aktor A tuh kalibernya udah pemeran utama, kalau dia mau dijadiin pemeran sampingan, minimal yang jadi peran utama harus si B yang udah terkenal dan lebih senior”

“Wihh abis peran dia yang sebelumnya, aktor C kayaknya cocok ni meranin drama yang ini, biar eksplor peran”

Padahal, kalau lomba imaginary cast gitu kan yang penting bisa menarik voters ya? Yang mana berarti kunci sukses adalah : caritau audience-nya siapa (novel populer remaja atau dewasa?), terus pilih cast yang sudah dikenal banyak dan favorit semua orang di audience tersebut, biarin aja mulai dari pemeran utama ampe peran ece2-nya aktor terkenal yang menang banyak penghargaan, gak masyalah, kan cuma ngebayangin doang.

Tapi gue terlalu ambisius soal imaginary cast ini, jadi gak bisa kayak gituuu :))

Terakhir, gue bikin cast buat lomba imaginary cast “The Chronicles of Audy : 21” by Orizuka yang diadain penerbit Haru (boleh kakak like dan comment di page-nya… 😀 ).

imaginary cast for The Chronicles of Audy : 21

Terus, itu kan mesti dipost pake akun FB ya (kenapa gak twitter atau blog aja sih?? *sigh*), tapi tadinya ragu (karena takut muncul di timeline terus ketauan freak-nya). Terus gue pikir, “ah mungkin gak bakal ada yang tau, gak muncul di timeline gue kok, kecuali ada yang follow penerbit Haru juga, tapi kayaknya gak ada.”

Lalu gue post. Editan berantakan karena buru2 (waktunya banyak habis karena kelamaan mikir), yang penting karakternya udah sreg dan pas. Terus terkejutlah gue besoknya saat beberapa temen yang kenal ma gue komen.

Wakkkwaaaawwww.

Gue langsung : “OOHHH SUDAHLAH BIARKAN DUNIA TAHU HUAHAHAHAHA”

*mental breakdown*

So that’s that. Bakat gak penting gue yang lain :P. Kalau ada lomba2 imaginary cast untuk novel fiksi populer kasitau gue ya, dengan senang hati akan berpartisipasi! 😀 atau kalau ada yang mau rekrut saya jadi casting director (mau belajar, kakak….) dengan senang hati akan saya coba for the sake of memuaskan kreatifitas yang menggebu.

Terimakasih!

*bikin2 imaginary cast lagi untuk novel lain*

Mandhut.

Advertisements

14 thoughts on “Quirky Me.

  1. Keren Mandaaa!! Hahahah!
    jadi penasaran, coba bisa tebak gaa btw, karakter ortu aku dari nama lengkap ku??? ikhihihihihihi (kalau mau jawab di balik layar aja yaa, kutunggu! *nah lho, ada yg nantang*

    1. hihihi ya judgingnya yang seumuran doongg, kalau yang lebih tua jelas ada pertimbangan sendiri yang belum bisa kumengerti karena aku masih hijau *berubah jadi pohon*

      *melipir* 😀 😀 😀

      1. wihh, Mandaa sampai umur ortu pun dijadikan bahan pertimbangan untuk bahan analisa… Ciamik sekali! Kayaknya Manda cucok deh jadi mahasiswa arsitektur. Harusnya kita dulu kuliah bareng deghh ikhihihihi

  2. Tapi emang ternyata kita sehati Manda…. Aku juga suka nebak2 sotoy gitu karakter orangtua dari nama yg diberikan untuk sang anak hihihihi

    1. *senyum creepy*
      *ketawa2 di pojokan*
      *sambil buka buku arti nama2 bayi*

      :)) btw, gue suka banget nama anak lo, keren tapi gak berlebihan, nyebutnya juga enak 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s