Takut.

Saya paling gak suka yang namanya perubahan. Perubahan membuat saya takut, untuk banyak hal. Perubahan mengingatkan saya akan banyak kenangan buruk di masa lalu. Perubahan buat saya berasa ngulang2 kejadian buruk itu, lagi dan lagi.

Itulah mengapa, saya cenderung gak kepingin mengubah apa2 dari apa yang saya dapatkan sekarang. Saya takut, kalau saya minta lebih, kalau saya protes, saya bakal dapet yang lebih buruk lagi. Bahkan saat saya dapet yang lebih buruk lagi, saya berusaha untuk memaklumi, cenderung takut bergerak, takut sakit hati, takut kecewa, dan lagi2–takut kalau saya minta lebih, saya protes, saya bakal dapet yang lebih buruk lagi.

Saya gak akan minta lebih, tapi tolong biarkan saya dengan apa yang ada sekarang. Gak sama dengan yang lain, gak. Tapi saya tahu saya udah beruntung. I could live with this. Jadi tolong jangan diubah2 lagi. I’ll try to be a better person–begitu saya diam-diam selalu membatin di antara doa, di antara sholat, di antara musibah.

Betapapun saya tahu bahwa pola pikir saya itu manja dan lembek. That’s me.

Itulah mengapa, jangankan mencoba, membayangkan lingkungan baru itu beratnya luar biasa buat saya. Saya tahu bahwa nantinya seseorang bakal mencurangi saya, menjahati saya, merusak hari saya.  Kenapa saya harus berpikir sebaliknya sedangkan sebelum2nya ya memang selalu seperti itu.

Tapi lagi2 saya takut. Saat seseorang menjahati, saya tak sampai hati marah, atau bercerita, atau mengadu. Saya takut orang2 tersayang akan menyalahkan karena saya tak cukup tangguh. Saya takut mereka menyalahkan keputusan saya. Membuat saya mengakui dalam hati bahwa saya tak cukup pintar. Tak cukup ulet. Tak cukup paham bagaimana hidup berjalan di tempat ini. Tak tahu bagaimana berfungsi. Selalu merasa ada yang kurang, ada yang salah, ada yang seharusnya tidak saya bawa tapi telanjur mendarah-daging tak bisa lepas, yang seharusnya saya bawa malah hilang tertinggal entah dimana.

Saya lelah, kecewa dan panik. Dan saya takut lebih lelah daripada ini.

Itu aja sih. Memang hidup saya banyak takutnya 😛

 

Advertisements

2 thoughts on “Takut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s