Single Ville : Jangan Ada Cinta Di Antara Kita!

ghf

Selamat datang para lajang terpilih! Di Single Ville, kalian bisa hidup nyaman. Dikelilingi pemandangan indah, suasana yang tenang dan didukung oleh fasilitas modern, niscaya kalian tak akan merasa kekurangan. Syaratnya hanya satu : tak boleh ada cinta!

Alkisah, 5 lajang dari berbagai latar belakang, pekerjaan dan umur terpilih untuk tinggal di Single Ville – sebuah kompleks cottage khusus para lajang. Pemilik Single Ville yang bernama Jeong Mi In hanya mengajukan satu syarat : penghuni Single Ville dilarang jatuh cinta, apalagi berpacaran dan menikah. Mi In ingin membuktikan pada dunia bahwa menikah tidaklah lebih baik daripada melajang, dan begitu sebaliknya.

Maka dimulailah kehidupan di Single Ville, jauh dari sumber masalah yang (katanya) mereka hindari bersama : cinta. Ada yang membenci interaksi sosial, apapun bentuknya. Ada yang baru saja ditinggal oleh calon mempelai prianya begitu saja. Ada yang menyimpan rahasia. Ada yang bertekad untuk menemukan pelaku pembunuhan yang lama tak terdengar rimbanya.

Berbagai macam manusia hidup di Single Ville, saling berinteraksi satu dan yang lainnya. Ada kalanya mereka bertengkar, ada kalanya mereka saling bersimpati dan ada kalanya mereka… jatuh cinta.

Lho? Bukankah cinta dilarang di Single Ville? Hukuman apa yang pantas untuk pelanggar peraturan seperti itu?

Apakah hidup tanpa cinta itu benar-benar mustahil adanya?

—–

Single Ville adalah novel besutan penulis Korea Selatan bernama Choi Yun Kyo. Menurut saya kisahnya menarik, khas romansa negeri ginseng yang biasa saya lihat di drama. Choi Yun Kyo berusaha memberikan alur dan plot yang tidak terduga, dan saya merasa cukup terhibur saat membacanya.

Hal menarik lainnya adalah dua karakter penghuni Single Ville yang bernama Yoon Seung (cowok penulis cerita dongeng) dan Hyun Ah (cewek illustrator. Keduanya bekerjasama menciptakan karya. Agak mengingatkan akan Kugy dan Keenan dari Perahu Kertas favorit saya, tapi profesinya terbalik ya… :D. Saya suka sih cerita tentang Yoon Seung yang mellow, emo dan pesimis, tapi kerjaannya jadi penulis dongeng. Diceritakan dongeng2nya banyak yang bertema dark dan mellow tapi ternyata cukup populer. 😀

Novel Single Ville yang dinobatkan sebagai pemenang Kyobo Purple Romance Competition di tahun 2013 ini cukup populer bagi penggemar cerita roman. Bahkan, novel ini menginspirasi sebuah drama tiongkok sudah mulai tayang sejak bulan lalu dengan judul “Singles Villa”.

Sayang ya, kenapa bukan versi drama korea-nya sekalian yang tayang lebih dulu? Tapi rezeki memang datangnya tak bisa ditebak. Selamat ya Choi Yun Kyo *sok akrab gilak*.

Tapi sebagai penggemar drama korea sejati, bolehlah saya sedikit berandai-andai siapa saja pemeran drama Single Ville ala saya :

pemeranville - Copy
Pemeran drakor (khayalan) Single Ville versi saya. COCOK YAAA COCOKKKK!!!!

Saya kepengen liat Park Seo Joon jadi pemeran utama dan pasangannya seumuran :P. Kalau pemeran Hyeon Ah.. entah kenapa sejak nonton Marriage Not Dating kalau ada tokoh cewek yang agak2 konyol ya udah yang kebayang si Han Groo. Terima aja lah.

Semoga aja ke depannya bener2 terkabul ya, amin. Semoga ada PH dan produser korea selatan yang bisa berbahasa indonesia dan membaca post ini (atau lebih niat lagi : mentranslate tulisan saya ke dalam hangul). Ceritanya soalnya bener2 menarik, dan memang berpotensi sekali untuk dibuat drama berseri.

Adapun hal2 yang mengganjal pas baca novelnya… pertama banyak ‘kebetulan’ yang mungkin kalau pembaca yang emang demen hal2 romantis bakal suka, tapi buat gue rada maksa. Itu pertama. Yang kedua, pemerannya kebanyakan untuk satu novel selesai, sampai2 gue merasa Mi In (pendiri Single Ville) tergeser sama peran2 lainnya (yang jelas lebih menarik karena lebih muda dan cakep2). Padahal dia lumayan penting karena dia yang mendirikan Single Ville, kan? karakternya juga menarik kok sebenernya, kurang eksplor aja sih menurut gue. Terus yang ketiga, terjemahannya gak sehalus Cheeky Romance. Entah emang gara2 gaya bahasa penulisnya atau terjemahannya, saya juga kurang paham, tapi bacanya rada pake perjuangan, untung aja plotnya bener2 unik dan gak biasa. Terasa banget di bab prolog, karena sudut pandangnya berpindah2 dan gue rasanya pusing mikirin ini siapa yang ngomong :)). Rada fatal ya kalau prolog aja udah bikin puyeng, mungkin bisa dibenerin di cetakan selanjutnya? (bisa gak sih?)

Sekian review dari saya dan selamat membaca. PARK SEO JOON SAMA HAN GROO AKU TUNGGU YA MAIN BARENG *teriak entah pada siapa*.

mestakung!

Mandhut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s