Review Drama Korea : Pinocchio (2014)

Saya aslinya bukan penggemar Lee Jong Suk atau Park Shin Hye (dua cast utama drama ini), tapi gara2 rekomendasi seorang teman, saya nyobain nonton. Dan ternyata… dramanya lumayan sih, gue ngerti kenapa banyak yang demen, tapi sayangnya not my kind of drama -_-;. Menurut gue romance-nya terlalu diumbar ampe berasa risih liatnya. Gue justru tetep nonton ampe abis karena karena tema jurnalistiknya yang cukup menarik.

Pinocchio_(Korean_Drama)-p1

Seperti kata pepatah : tak ada review drama korea yang sia2 *ngarang*, maka kali ini izinkan saya mereview drakor Pinocchio meski mungkin saya melihat kelebihannya di sisi yang berbeda 😉 (bukan jong suk ama shin hyenya)

Apa sih, napa juga pake minta izin dulu -_-; *anaknya suka tarik ulur gitu kayak layangan*.

MARI!

Drama ini utamanya bercerita tentang seorang cewek bernama Choi In Ha (diperankan oleh Park Shin Hye) yang menderita sindrom Pinocchio. Tahu kan ya Pinocchio? Tokoh boneka kayu dari dongeng anak2 yang hidungnya memanjang tiap dia berbohong? Nah, si Choi In Ha ini kalo bohong bukan hidungnya yang memanjang, tapi doi cegukan terus ampe mengatakan hal yang benar.

vlcsnap-2014-11-20-03h51m26s206

Gimana kalau pas kencan gue tiba2 diare, terus pasangan gue nanya dan gue ga bisa boong? Matilah gue….

Gue udah googling2 dan akhirnya ketemu penjelasan dari tim drakor Pinocchio kalau sindrom Pinocchio itu rekaan doang aka gak ada di dunia nyata. :)) kalaupun ada yang mendekati, itu adalah Gelotophobia 😉

Dikisahkan, sindrom Pinocchio yang diderita In Ha itu menjadi batu sandungannya untuk berkarir di dunia jurnalistik, padahal salah satu alasan In Ha kepengen banget jadi reporter karena mau mengikuti jejak ibu kandungnya, Song Cha Ok (Jin Kyung), yang udah cerai dari bapak In Ha dan lama gak ketemu2 lagi. Kenapa gitu cegukan doang jadi halangan? Karena di dalam plot, diceritakan udah jadi rahasia umum di dunia jurnalistik korea selatan, bahwa beberapa stasiun berita ada kalanya sengaja mengfabrikasi cerita untuk menaikkan rating – alias bohong. Jadi jelas In Ha susah beradaptasi dong? Gimana coba mau ngelaporin berita bombastis yang pake ngibul2 dikit? bisa cegukan ampe mejret dia.

Tapi, In Ha yang terlanjur jatuh hati dengan dunia jurnalistik karena efek yang bisa dihasilkan sebuah berita, tetap bermimpi jadi reporter. Dengan dukungan dari ayah, kakek dan pamannya, In Ha tetap berusaha!

Btw, ngomong2 soal pamannya In Ha, yang namanya Choi Dal Po (diperankan oleh Lee Jong Suk), itu bukan paman kandungnya lho guys, bahkan mereka aslinya seumuran. Dal Po adalah anak tak dikenal yang ditemukan oleh kakek In Ha bertahun2 yang lalu. Karena kakek In Ha sedikit linglung, maka si anak tak dikenal itu dianggap sebagai anak bungsunya yang telah lama menghilang, jadilah dia dipanggil Dal Po dan tinggal bersama In Ha dari kecil hingga dewasa.

Pinocchio-0013

In Ha dan Dal Po yang rambutnya agak ngilfilin. Untunglah cuma di episode2 awal 😀

Dal Po sih bilangnya gak inget identitas asli dan keluarganya, padahal Dal Po diam-diam menyimpan rahasia besar. Keluarganya kandungnya berantakan karena ulah media yang melebih2kan berita untuk rating semata, itulah sebabnya Dal Po benci banget sama yang namanya jurnalistik, kantor berita dan teman2nya. Tapi karena suatu kejadian (yang jelas ada hubungannya juga ama In Ha – apa lagi?), Dal Po bertekad untuk menjadi reporter dan membuktikan bahwa dia bisa menjadi reporter yang jujur dan bersih, gak merugikan orang lain. Dal Po juga ingin membalas dendam pada reporter yang dulu membuat keluarganya hancur, dia mau membersihkan nama ayahnya yang difitnah, serta mengadili pelaku asli di balik semua penderitaannya.

Bisakah Dal Po mewujudkan mimpinya? Apakah Dal Po dan In Ha bisa bersama? *kamera zoom in zoom out*.

——-

Seperti Misaeng yang menggambarkan perjuangan pegawai baru dari nol, Pinocchio juga memberi kita gambaran jelas tentang perjuangan reporter junior dalam mencari berita yang bener2 menyita waktu dan tenaga. Serius, kalau beneran kenyataan di luar sana kayak gitu, gue bener2 simpatik deh sama mereka. Di sini juga dikasih gambaran jelas tentang betapa berita yang mungkin cuma tayang beberapa menit, kadang cuma hitungan detik, bisa mengubah nasib dan pandangan seseorang.

Kalau Healer bagusnya di trik dan teknik menggunakan media untuk menyerang satu sama lain, kelebihan Pinocchio adalah di tanggung jawab moral yang diemban oleh para pelaku jurnalistik.

Pesannya jelas : jangan gampang percaya dengan apa yang muncul di media. Telaah dulu, buka pikiran lebar2 untuk gak langsung menjudge, dan sisihkan sedikit tenaga untuk mencaritahu lebih lanjut, kalau memang berita itu penting buat kita.

Hehehe itulah mengapa gue gak bisa berenti nonton, meskipunnnnn di tiap episodenya ada kalanya gue terganggu sama adegan romantis Dal Po – In Ha yang PDA abis. Ampe kadang gue cepetin lho, abis berasa ga meaning =)). Sekarang gimana gue bisa anggep serius kalau drama ini – seperti yang udah bisa ditebak – menggunakan gimmick drakor tipikal kayak gini :

201411202254241710_1

Korsel tuh punya macem2 tipe ‘kiss’, ada spoon kiss, ada foam kiss (Secret Garden), sampe ini, toast kiss. Omg please deh. Jangan ditanya berapa banyak ciyum2 benerannya, BANYAK -_-;

Terus, adegan perangkap-cewek-lo-mepet-tembok gini tuh gak cuma sekali :

pinocchio04-00798a

Tuh lihat, Park Shin Hye-nya aja males lo pepet terus -_-

TAPI GONGNYA ADALAH, gue paling males kalau In Ha udah ceguk2 karena dia suka Dal Po. Lah apa hubungannya? jadi ceritanya si In Ha itu bahkan sekedar nyimpen rahasia buat dirinya sendiri aja gak bisa, sampe2 ada kali 2 kali dia nyatain suka sama Dal Po karena capek cegukan. Gak tau sih, tapi menurut gue nyimpen rahasia tuh bukan bohong. DASAR MODUS LO IN HA!

vlcsnap-2014-12-25-05h41m20s97

AKU LELAH CEGUKAN TERUS! AKU CAPEK, BANG! KARENA ITU AKU JUJUR DEH, AKU SUKA KAMU! *lah*

Maaf penggemar Pinocchio sekalian. Gue suka Marriage Not Dating, gue suka Heart To Heart, dua drama itu juga bukannya gak romantis, tapi entah kenapa pasangan dari drama Pinocchio ini gak kena ke ati gue. = =”

PADAHAL YA, akting Jong Suk lumayan bagus lho :

201411202309071710_1

gue udah ampe baper banget mewek2 gini lo masih kurang puas, Man? – Jong Suk

Justru ya, gue lebih suka sama pasangan Gyo Dong (Lee Pil Moo) dan Yoo Rae (Lee Yu Bi) ini :

tumblr_nhvgqgJitk1ruxlnjo5_500

Mereka tuh pasangan reporter junior dan PD senior dari kantor berita yang sama (YGN di dalam cerita, tempat kerja Dal Po). Gue suka aja karena Yu Bi seperti biasa bawain karakter yang agak freak gitu, dan kebetulan dia dapetnya sama senior yang gak kalah aneh di mata gue :)). Sayang nih, gak ada penjelasan kelanjutan hubungan mereka tepatnya gimana di akhir cerita *teriak2 ke screenwriter*, tapi gue berdoa semoga mereka kebagian main bareng jadi pasangan lagi di drama lain, amin!

Nah, sekian review saya tentang drakor Pinocchio. Kalau suka The Heirs, Boys Before Flowers gitu2 kayaknya sih bakal suka sama Pinocchio. Met nonton ya!

Selamat hari Senin!

Mandhut.

Advertisements

6 thoughts on “Review Drama Korea : Pinocchio (2014)

  1. Inha itu cekukan bukan karena bohong aja. Tapi setiap ada yg menganjal di hatinya juga bisa cekukan. Mangkannya disebut gadis Ceplas Ceplos.

  2. aku hanya suka aja sih… bener… gak terlalu srek. Saya lebih suka yang benci jadi cinta macam itu…. cuek tapi aslinya penyayang kaya marriage without dating.
    Aku anak komunikasi… and then, ya kehidupan nyata emang kaya gitu…. tapi mungkin, di indonesia lebih nyantai karena ada agensi penjual berita.
    tapi sayang banget, bagi aku yang orang komunikasi ada bagian-bagian banget yang ‘ah, lebay banget jurnalisnya’. Yaitu, yang soal supir bis itu. Itu BAGI AKU MEMALUKAN BANGET. disitu kan ada salah satu wartawan nts kalo gak salah namanya… dia asal wawancara dan menyalahkan song cha ok aja. Itu di jurnalistik gak ada yang kaya gitu. Sebelum ada berita konfirmasi yang tepat gak akan disiarin karena itu reputasi buruk bagi agensi pemberitaan. Wkwkwk. Maaf banyak cincong.. wkwkwk

    • soal agensi penjual berita ini pengen tau lebih jauh deh. jadi mereka tugasnya ngeblow-up berita supaya makin bombastis atau sengaja buat berita panas out of nowhere? 0_o

      ah si Song Cha Ok-nya kan memang jadi icon wartawan cari sensasi di drama ini, makanya kan ada adegan dia berlutut waktu banjir biar keliatannya sepinggang padahal cuma selutut :)) *niat banget mak*

      gak apa2, terimakasih udah komen 😀

  3. Pingback: Review Drama Korea : Producer (2015) | Racauan Manda

  4. Pingback: Rekomendasi Drama Korea 2015 | Racauan Manda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s