Early Review : Cinder (Lunar Chronicles Series) oleh Marissa Meyer – Terjemahan Indonesia

maxresdefault

Beberapa waktu lalu saya mendapat tawaran untuk menjadi reviewer buku terbaru Penerbit Spring (penerbit lokal, sodaranya Penerbit Haru) yang berjudul Cinder, karangan Marissa Meyer. Saya dapat kesempatan jadi early reviewer (baca + review sebelum bukunya dirilis di toko buku Indonesia) untuk versi terjemahan Indonesianya yang rencananya bakal terbit Januari 2016 nanti. Iya sihhh, orang2 di belahan dunia lain, bahkan yang di Indonesia aja udah banyak yang baca versi bahasa inggrisnya, tapi yasudahlahya. Ini pertama kalinya saya jadi early reviewer, jadi ya bangga2 aja lah, hohohohooo~ πŸ˜€

Anyway, akhirnya hari ini saya berhasil namatin dan saya harus akui bahwa memang ide ceritanya cukup fresh untuk novel bergenre young-adult. Memang sih, kisah Cinder sendiri merupakan reka ulang dari dongeng Cinderella yang tersohor, tapi Marissa Meyer berhasil membubuinya menjadi cerita fantasi sci-fi yang bikin penasaran.

Yang lebih seru lagi, Cinder ini merupakan seri pertama dari serial Lunar Chronicles gubahan Marissa Meyer, DAN, novel2 selanjutnya juga merupakan adaptasi dari dongeng anak2 yang sudah akrab di telinga kita, yaitu : Scarlet (Little Red Riding Hood), Cress (Rapunzel) dan Winter (Snow White). Di samping itu ada juga serial tambahan/backstory berbentuk buku dan cerita pendek yang memperkaya plot, yaitu Fairest, Little Android, Glitches, dsb.

Untitled-3

Yaaa… setelah baca Cinder, terus terang saya jadi penasaran sih bagaimana Marissa Meyer akan mengutak-atik dongeng lainnya. Kayaknya abis ini kalau gak sabaran, saya bakal baca lanjutan versi inggrisnya πŸ˜€

Kisah dalam buku Cinder sendiri mengambil setting bumi masa depan, dimana hitungan tahunnya sudah berakhiran T.E. alias Third Era–periode waktu setelah perang dunia keempat (dalam cerita). Diceritakan peradaban sudah sangat maju, alat transportasi sudah menggunakan medan magnet, bahkan tanda pengenal penduduk berbentuk chip yang tertanam di dalam kulit. Setelah perang dunia ke-4 yang memakan banyak korban dan sumber daya alam, negara2 berdamai dan memperbaiki sistem negaranya masing2. Beberapa bergabung membentuk sistem negara baru–salah satu negara yang muncul adalah Persemakmuran Timur yang berpusat di kota bernama New Beijing.

Seorang gadis berumur 16 tahun bernama Cinder hidup di antara kompleks apartemen New Beijing yang padat dan bertumpuk2. Kegiatannya sehari2 adalah mencari nafkah untuk ibu angkat dan dua adik2 angkatnya dengan menjadi mekanik yang menawarkan jasa di pasar. Pakaiannya penuh noda pelumas, sakunya berisi baut, sekrup dan kunci inggris. Dia mahir memperbaiki perangkat gadget maupun android. Sejak kehilangan ingatan dan diadopsi oleh keluarga barunya, Cinder terus bekerja membanting tulang, jangankan berdandan, membeli kaki baru pun dia kesulitan.

Oh iya, Cinder memerlukan perangkat kaki baru karena dia adalah cyborg–manusia yang beberapa anggota tubuhnya sudah tergantikan oleh mesin. Sebelah kaki dan tangannya terbuat dari metal berisi kabel2 yang sudah terhubung dengan sistem syaraf.

Dunia di masa Cinder memang serba maju, perang memang sudah berakhir, tapi kedamaian masih harus diperjuangkan. Selain ancaman serangan Ratu Levana dari kerajaan bulan, bumi dilanda wabah Letumosis alias demam biru–penyakit ini belum ada obatnya maupun vaksin untuk mencegah, oleh karena itu siapapun yang terpapar bisa dipastikan tak akan selamat.

Dunia Cinder yang jauh dari kata bahagia semakin terasa luluh lantak saat adik angkat yang disayanginya, Peony, terkena Letumosis. Karena satu dan lain hal, Ibu angkat Cinder dan kakak Peony yang bernama Pearl, menyalahkan Cinder atas tertularnya Peony, bahkan memutuskan untuk menyerahkan Cinder pada negara sebagai sukarelawan untuk bahan percobaan vaksin Letumosis.

Cinder pikir, nasibnya akan berakhir sebagai kelinci percobaan. Belum ada satu orang pun yang lolos dari jeratan Letumosis, dan Cinder yakin dia bukanlah pengecualian. Ruam berbentuk cincin biru akan muncul pada permukaan kulitnya dan dia juga akan meregang nyawa, seperti Peony. Tapi siapa yang menyangka bahwa suntikan virus Letumosis kala itu akan mengubah hidupnya, mempertemukannya dengan Dr. Erland yang akan membuka fakta-fakta mengenai jati dirinya yang sebenarnya, serta membuatnya lebih dekat dengan Pangeran Kaito–putra mahkota Persemakmuran Timur.

Siapakah sebenarnya Linh Cinder si mekanik dari New Beijing?

—————-

Terus terang, di beberapa bagian saya merasa ceritanya mudah ditebak, tapi untuk ukuran fantasi young-adult, terutama untuk remaja, ceritanya luar biasa bahkan -seperti yang sudah saya sebutkan di atas- fresh, sedikit berbeda dari biasanya. Cinder dalam kisah ini bukan sekadar perempuan remaja baik hati yang teraniaya, tapi juga berkepribadian kuat, berani membela diri, serta dapat diandalkan. Ceritanya pun tidak semata2 membuai dengan roman2 bikin sakit gigi, penulis Marissa tidak segan2 memperlihatkan sisi buruk/gelap dari karakter2nya, dan saya rasa itu adalah bumbu yang baik untuk memperkuat moral cerita nantinya πŸ™‚

Menurut saya, adaptasi karakter Cinderella yang sederhana dan diperbudak oleh ibu angkatnya menjadi Cinder si cyborg mekanik itu brilliant sekali. Terutama berlatar setting masa depan dan fantasi. Saya benar2 terpukau dengan cara Marissa Meyer menggambarkan karakter dan tempat, saya bisa membayangkan apa yang diceritakan tanpa banyak kesulitan. Tidak terlalu rumit, namun lebih dari cukup.

Ini mah tinggal nunggu filmnya aja, yes? Gak ragu lagi deh Hollywood bakal bikin Lunar Chronicles jadi nyata. Ceritanya berbau duit dan box office πŸ˜€

SEPERTI BIASA, saya kepengen memprediksi cast untuk cerita Cinder ini, berikut aktor-artis pilihan sayaaa :

precast_Cinder_MarissaMeyer

Berhubung ceritanya dunia masa depan, terus ada juga campur tangan koloni manusia yang ceritanya tinggal di bulan, terus cybord dll dsb, saya membayangkan kalau ras manusia itu udah gak sepenuhnya sama seperti apa yang kita lihat sekarang. Untuk New Beijing, penduduknya masih keturunan timur, tapi mungkin warna matanya udah gak semuanya coklat hitam, rambutnya juga udah gak hitam, dll dsb. Sedangkan untuk penduduk bulan, saya membayangkan aktor dan artis-nya harus sanggup memberikan kesan eerie, aneh serem gimana gitu, dengan mata yang lebar dan jernih.

Untuk peran Cinder, saya pilih Lily Rose Depp, anaknya Johnny Depp, karena saya pikir untuk seri baru, kayaknya mendingan pake artis baru yang emang menjanjikan :D. Menurut saya Lily Rose cantik, tapi ada kesan asing dan aneh yang bisa dimunculin sama dia, badannya juga kayaknya sesuai dengan deskripsi Cinder di buku.

Untuk Pangeran Kaito, secara dia pangeran Persemakmuran Timur (dan namanya aja udah Kaito), saya pikir mungkin dia harus kelihatan lebih asia daripada karakter yang lainnya. Saya pengin aktor keturunan asia yang dingin2 rada badass, ganteng dan atletis, mayan tinggi, tapi tampangnya dibilang cantik ya gak cantik gimana banget kayak Ji Chang Wook, masih ada muka2 bad boy-nya. Yang kepikir L Infinite sih, gak ada yang lain, jadi sudahlah dese aje. Semoga aja bahasa inggrisnya bagus ya πŸ˜€

Untuk Ratu Bulan Levana, saya pilih Rooney Mara yang emang udah terbukti jago meranin tokoh2 nyentrik :D. Mbak Rooney mau yaaa!!!

Untuk Dr. Erland, saya pilih Michael Fassbender, yang rambut dan jenggotnya harus kaya gitu, biar dia kayak ilmuwan seksi gitu hahahauihauahuaa *ditabok*.

Tokoh2 pilihan saya sesuai dengan bayangan kalian juga, gak? Atau ada calon aktor-artis yang menurut kalian lebih tepat?

Selamat membaca dan semoga cepet difilmin!

Mandhut.

Advertisements

20 thoughts on “Early Review : Cinder (Lunar Chronicles Series) oleh Marissa Meyer – Terjemahan Indonesia

  1. duh kak lumayan banget nih aku lagi nyari buku2 tema gini adudu makasihhh πŸ˜€ ini bukunya baru rilis januari 2016? digramed nggak ya? kalo februari gitu masih nutut gak belinya?
    bener kata kakak, critanya fresh banget walau masih nyampur2 sama dongeng anak yg terkenal2 gitu, and recomended cast boleh juga sih wqwq jdi bisa bayangin gitu
    kak review buku lagi ya? hehe

    • Iya, yg versi terjemahan Indonesianya baru bakal diterbitin sama Penerbit Spring Januari 2016 nanti πŸ˜€ (rencananya). Tapi versi aslinya udah terbit dari bertahun2 yang lalu sih, buku ke-4nya aja (Winter) terbit tahun ini (baru banget). Harusnya sih nanti bakal ada di Gramed, maksudnya nutut Februari gimana ya? Abis gitu maksudnya?
      iyaaa ini terinspirasi doang, tapi isi ceritanya asyik banget hihihi
      hahaha, aku emang kalau baca buku gitu, otomatis otaknya langsung nyari2 aktor/artis yg cocok, biar lebih menikmati πŸ˜€

      makasih udah mampir dan komenn, selamat membaca ya πŸ˜€

  2. Baruuuuu aja nyelsein bukunya….. sukaaa…..
    Baru beli tadi siang di paperclip, baca marathon ampe maghrib hahaha
    Mmmhh… yang jadi pangeran Kai nya Lee Hong Gi (bride of the century) aja πŸ™‚
    Walaipun L boleh juga siii….
    Duuhh ga sabar nunggu buku berikut nya, kayaknya nyari english version aja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s