…but then, People.

No offense, tapi ada satu titik dalam hidup saya dimana saya lelah menghadapi manusia. Up to the point dimana saya butuh waktu me-time setelah banyak berinteraksi, supaya saya tetap merasa waras dan bisa berinteraksi dengan orang-orang lagi keesokan harinya.

Tentu saja semua ada sebab-akibat, but let’s not talk about that. Panjang dan nginget2 itu melelahkan.

Continue reading “…but then, People.”

Advertisements