Negeri Van Oranje Ceria!

0_0_600_618_4112475527166c3f574068d31d40fb62eff78431

Harusnya sih selama promo blogtour + giveaway Amora Menolak Cinta ini saya gak ngeluarin postingan lain dulu *biar fokus* tapi gak tahan, saya harus nulis ini, jadi gapapalah ya, saya minta tolong aja bagi yang baca postingan ini jangan lupa cek2 postingan sebelumnya *mainnya nitip*, wkwkwkwk. Mau ikutan atau sekedar bantu promo retweet (cek fav/like twitter [at]mandhut), juga boleh, makasiihhhhhh~

JADI ceritanya, karena satu dan lain hal, saya, ponakan dan kakak saya (emaknya ponakan saya) hari ini berkesempatan nonton Negeri Van Oranje bareng, itu lho, film yang diangkat dari novel berjudul sama. Kakak dan ponakan sih ikut2 aja, tapi saya tertarik nonton karena posternya colorful *haha* daaann…

… karena ada Arifin Putra.

inilah-alasan-arifin-putra-bermain-dalam-negeri-van-oranje--MjAxNS0xMS0wMyAxNToyMjozNw==

saya?

Apa sihhh dia aktingnya bagus taukk *berasa dijudge*. Ahuahuahuahua, maaf deh ya kalau agak keabege-abegean, tapi gue udah ngepens Arifin Putra sejak dia main sinetron Kisah Kasih di Sekolah bareng Marshanda, jadi sudahlah, gak semua orang dibesarkan oleh MTV. Untuk kasus gue, gue cukup bangga *dan pasrah* karena gue besar dengan film Vampire Expert, Jiban, Winspector, Kera Sakti,dan Kisah Kasih di Sekolah.

Saya mau cerita2 aja sih komentar2 konyol (antara saya dan ponakan), serta hal2 seru yg saya temukan sepanjang nonton Negeri Van Oranje. Bagi yang belum nonton, saya mau ingetin ati2 spoiler (karena saya gak akan menahan diri untuk bahas semuanya), dan disini kondisinya saya belum pernah baca novelnya lho *ingetin lagi*, jadi kayaknya salah satu faktor kenapa saya puas banget adalah karena emang nontonnya gak ada ekspektasi apa2. 😀

Jadi ceritanya Negeri Van Oranje versi bioskop itu tentang 5 orang mahasiswa Indonesia yang ambil master di Belanda. 4 cowok (ganteng2, gak semua tapi mostly), dan 1 cewek (cantik, Tatjana yang main). Meski kuliahnya misah2 di 5 kota yang berbeda di Belanda, satu pertemuan yang gak disengaja membuat mereka berteman dekat selama menuntut ilmu disana.

Kelima orang itu adalah :

  • Lintang, tokoh perempuan yang cantik manis gitu, pokoknya feminim2 gitu deh. Kalau gue gak salah tangkep kayaknya si Lintang ini kuliahnya di Den Haag (diperankan oleh Tatjana Saphira) *updated : koreksi, Lintang ternyata kuliahnya di Leiden, ding.*
  • Geri, cowok necis charming yang kuliahnya di Den Haag juga (Chicco Jerikho)
  • Daus, cowok jayus cupu yang kuliahnya di Utrecht. (Diperankan oleh Ge Pamungkas)
  • Wicak, cowok mantan aktivis lingkungan hidup yang kuliah di Wageningen, IPB-nya Belanda. (diperankan oleh Abimana Aryasatya)
  • dan Banjar, cowok rada2 playboy yang kuliahnya di Rotterdam (ARIFIN PUTRAA WOOO WOOO *heboh*)
1010101

ki-ka : Wicak, Banjar, Lintang, Daus dan Geri

Adegan pertamanya langsung momen dimana Lintang mau nikah. Disitu dikasih clue tentang 4 sahabat cowoknya selama kuliah master di Belanda, dan fakta bahwa dia menikahi salah satu di antara mereka.

Jadi intinya penonton nantinya suruh nebak2 si Lintang nikahnya ma sape. Agak2 berbau drakor Reply Me 1997 emang.

Sampe sini gue dan ponakan langsung heboh bisik2 kira2 Lintang nikahnya ama sapa *itulah serunya gak baca novelnya dulu*, kayaknya sih Geri karena dia yg kayaknya paling stabil dan pantes di antara yang lainnya (tapi ceritanya gak seru ah, monoton dong), tapi gue sempet curiga juga Lintang nikahnya ama Daus, biar gak ketebak aja gitu agak out of the box *maaf ya Daus*, ama Banjar atau Wicak belum kebayang. Banjar ganteng gue rada gak rela, tapi yaa…

Ah, sudahlah. Nonton aja. *ribet sendiri*

Alur film pun flashback ke tahun2 pertama pertemuan kelima sahabat itu di Belanda. Di situ dikasih liat betapa ke-4 cowok itu sedikit banyak udah memperlihatkan ketertarikan sama Lintang sejak pertama ketemu sampe jadi deket, cuma sama2 menahan diri karena : 1). Lintang waktu itu punya pacar cowok Belanda namanya Jeroen. 2). ya sama2 saling curiga aja kalau semuanya tertarik sama Lintang, jadi rada ati2 lah deketinnya 3). kayaknya sih sama2 takut kalau persahabatan jadi rusak/berubah kalau salah satu make a move.

645x430-negeri-van-oranje-cinta-dalam-balutan-persahabatan-1512197-rev1

Adegan2 selama mereka kuliah di Belanda-nya lumayan rapih sih. Fokus filmnya lebih ke memperlihatkan chemistry Lintang dengan masing2 dari ke-4 cowok sahabatnya itu, terus baru ke setting Belanda-nya. Jadi adegan2 itu berurut mulai dari Lintang yang ngunjungin Banjar di Rotterdam, Lintang yang muter2in Utrecht dipandu Daus, Lintang yang sengaja main ke Wageningen dan jalan2 bareng Wicak, sampai momen dimana Lintang putus dari Jeroen dan dihibur sama Geri.

Disini puas deh ngetawainnya, karena karakter2nya itu bener2 unik. Beberapa karakterisasi yang puas banget bikin gue dan ponakan ketawa senyum2 :

  • Daus itu paling pinter, paling cupu sekaligus paling jayus, terus bercandanya suka salah momen.
  • Banjar itu sedikit emosian, rada mesum, dan genit, terus ngomongnya ceplas-ceplos. *tapi aku sukak ahuahauhauhau*
  • Wicak itu paling pendiem, perasa, rada mellow. Gak gampang inget nama orang makanya mengingat orang dari apa yang pernah orang itu lakukan sama dia. Dia juga jarang mandi dan rambutnya gak pernah rapi *Trump-ish sih, IMO*. Ada satu adegan dimana ponakan gue sampe bisik2 ngeluh : “Kok aku liat Wicak jadi gatel sendiri ya, Anti…” =)) =)) =)). Terus ada adegan juga dimana kita berasa geli sendiri karena dia mellow banget, suka rada gombal kalimatnya.
  • Geri itu paling charming, terus touchy, suka peluk2 dan rangkul2 *tapi gak berasa mesum kayak Banjar*, fasilitasnya paling mewah selama kuliah dibanding temen2nya, terus suka nraktir.
  • Dan fakta bahwa dari 4 cowok yang mengelilinginya, Lintang sukanya sama Geri.
063707900_1445408446-Negeri_van_Oranje-2

rambutnya Wicak ya kayak gitu. Apalagi di Belanda kayaknya banyak angin ya, makin bete. Tapi gara2 film ini jadi rada suka juga sih sama Abimana hahahahah.

Sempet rada pupus harapan berasa filmnya gak bakal seru lagi pas udah ketauan Lintang condongnya ke siapa, tapi gak lama kecewanya karena plotnya langsung ngasi liat bahwa Geri mungkin emang baik dan charming dan perhatian sama Lintang, tapi tiap kali Lintang ngasi lampu hijau, Gerinya seakan mundur teratur, jaga jarak, entah untuk menjaga persahabatan atau karena ada alasan lainnya.

Lalu plotnya pun berlanjut, ngasi liat mengapa Geri gak bisa sama Lintang. Itu semua karena…. *SPOILER ALERT SPOILER ALERT HINDARI BIRU*. Geri itu gay. *END OF SPOILER* Ponakan gue kaget dan ilfil tapi gue enggak. Gue udah curiga dari awal2 film, ada adegan yang ngasi liat ke arah sana.

Kompetitor berkurang, jadilah ajang perebutan Lintang tinggal antara 3 orang : Daus – Banjar – Wicak. Kebetulan karena satu kejadian tentang Geri, terus Lintang emang baru lulus magister (jadi bentar lagi mau misah pulang ke tanah air), mereka berlima memutuskan untuk liburan bareng ke Praha. Nah, disanalah persaingan mulai memanas. Pada salah satu malam selama mereka stay di Praha, cowok2 itu diem2 mulai ngomongin siapa di antara mereka yang pantes buat bersanding dengan Lintang–tapi terus ketahuan ama Lintang dan Lintangnya kabur karena marah dan salah paham *soalnya ada omongan taruhan2 gitu*.

Malam itu pula yang ngasi liat Lintang bahwa jodoh itu emang suka gak disangka2, dan juga ngasi clue ke penonton siapa di antara 3 cowok (Geri out ya) tersebut yang nikah ama Lintang. Salah satu cowok sahabatnya akhirnya berani menyatakan perasaan.

SIAPA COBAAAAAA???!! *minta ditimpuk*

negeri_van_oranje-20151124-002-rita

ayoo Lintang nikahnya sama siapaaa 😀

*SPOILER ALERT HINDARI BIRU*

Wicak yang dapetin Lintang.

Gue kecele nih, karena menjelang akhir gue ama ponakan udah bahas2 siapa kira2 yang nikah ama Lintang berdasar chemistry yang udah dikasih liat alur cerita sebelumnya. Gue pada akhirnya berpegang pada Banjar *entah mengapa, gue lupa kayaknya kalau Banjar yg sempet bahas taruhan2*, dan ponakan gue mengajukan Wicak dan emang dia yang bener (kata ponakanku si abege itu : “biasanya emang jadinya ama yang diem2 cool gitu, Anti…”)

Diem2 cool bikin gatel2 ya. :))

Ya emang sih chemistry Wicak sama Lintang itu paling mendingan dibanding yang lain, perjalanan mereka di Wageningen termasuk manis dan Lintang sempet ngomong bahwa Wicak bikin dia happy (yang gak dia omongin sama Daus dan Banjar — gak tau kalau Geri). Tapi gimana dong, gue masih gemes karena Wicak rambutnya acak2an, terus ngomongnya suka bisik2 malu2 gitu… dia mellow berat…

Tapi Wicak emang aslinya lucu sih…

kayaknya gue emang udah terlalu terbius pesona Arifin Putra si Banjar, jadi gak bisa fokus aja mikirin calon suami Lintang, hahahaha.

*END OF SPOILER*

Kalau dibanding salah satu film Indonesia favorit gue tahun ini : Kapan Kawin?, IMO Negeri Van Oranje lucunya juga khas kok meskipun untuk gue Kapan Kawin? masih lebih memorable. Gue juga harus akuin kalau script Negeri van Oranje ini lebih rapih dari Kapan Kawin?. Latar Belandanya juga bagus, dibahas dan diperlihatkan dengan sangat indaaah banget dan gak berlebihan (paling suka kota dan universitasnya Wicak — Wageningen), terus yang utama bikin gue demen adalah : akting pemainnya rata2 TOP (tapi Tatjana kurang ya, maaf), karakterisasinya oke, castingnya pas, dan dialog2nya kerasa alami.

Gue paling suka kalau denger Banjar sama Daus ngobrol dan berantem. Duo cerewet ini bikin ngakak2 😀

Congrats buat Falcon Pictures, Endri Pelita sebagai sutradara, Titien Wattimena sebagai scriptwriter, dan tentu saja Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, Rizki Pandu Permana sebagai penulis buku Negeri Van Oranje. Saya gak sabar pengen baca bukunya, pengen liat adaptasinya sejauh mana dan apakah semuanya sama atau ada yang dirubah.

o_1a2sgvbim15i51qv48ttigs12esa

main film bareng lagi dong kalian berempat 😀

Suka pake banget. Suka suka suka. Saya dan ponakan terhibur ampe gak berenti bahas setelah selesai nonton. Oh tapi kebetulan rating film ini emang untuk dewasa, cuma so far gak ada adegan yang intim2 gimana gitu, kayaknya sih terhitung dewasa karena ada adegan ngerokok, minum2, dan beberapa toko di Belanda yang you know, mungkin sedikit ‘menjurus’ :D. Ponakan gue yang masih 15 tahun boleh masuk karena didampingin sih ama gue, tetep nyaman kok nontonnya :D.

Ah kapan novel saya difilmin kayak gini… *kayaknya masih panjang, Man. Novel aja baru terbit satu*. Gini nih rasanya kalau abis nonton film Indonesia yang bagus, apalagi kalau diangkat dari novel… T-T, persis kayak waktu gue abis nonton Perahu Kertas, huhuhu. Semoga aja one day karya saya bisa jatuh ke tangan2 sineas yang emang berjodoh dan tepat, ya. Jadi yang nonton bisa puas kayak saya sekarang. Semoga masih diizinkan sama Allah untuk melihat itu terjadi. Amin.

Ayo nonton Negeri van Oranje di bioskop, jangan nunggu di tivi, sayang 😀

Mandhut.

 

 

 

Advertisements

17 thoughts on “Negeri Van Oranje Ceria!

    • wkwkwk iya emang kurang fokus ama lintang, jadi yang lainnya dapet, eh Lintangnya gak denger kuliahnya dimana :D. Oke leiden, nanti dimasukin koreksinya 😀
      Dipikir cuma saya doang yg berasa kurang lama karena gak puas liat Belanda sama Arifin Putra :))
      Ah cari ah novelnya >.<

  1. ((SPOILER ALERT)) :p

    Nice review. Btw sama mba, saya juga belum baca novelnya tapi udah nonton filmnya. Saya malah kepikir bakalan ada adegan yang ngungkapin apa isi kado Wicak waktu wisuda Lintang (yang sambil lalu gitu aja diterima sama Lintangnya, ga ada nyebut-nyebut itu apa isinya, kenapa kasi kado itu, dll dsb), apa itu juga sebagai penguat alasan Lintang akhirnya bersama Wicak di deket-deket ending filmnya, berasa ada yang missed gitu :$ (apa saya aja yang kelewat ya?) hehe :”D

    • *SPOILER ALERT*
      seingetku sampe akhir film pun emang gak dikasitau si Wicak ngasi kado apaan ke Lintang. Mungkin Lintangnya udah kadung kegeeran sama Geri kali ya jadi gak konsen hahahaha.
      Tapi mendekati ending ada info bahwa yang ngirim buket bunga misterius setelah Lintang wisuda (dan pas ditanya gak ada yang ngaku awalnya) itu Wicak :D. Kan Wicak sendiri yg ngomong pas nembak.
      *SPOILER END*

  2. Reviewnya bagus nih dan ga spoiler2 amat juga:))
    Saya kebetulan udah baca novelnya sejak kapan tau tapi belum sempet nonton filmnya nih 😦
    Sejujurnya dari awal filmnya mau rilis, saya ngerasanya Lintangnya terlalu cantik dan indo sementara di Novel digambarinnya anggun-anggun boyish yg tampilan fisiknya cantik Indonesia banget. Banjar dan Wicaknya juga terlalu ganteng dibanding di novel 😦 Yah tapi namanya juga Film harus komersil hahaha

    Wah serius deh harus segera baca novelnya. Menurutku novelnya tuh kayak “cerita+lonely planet+jokes sarkas” yang dijadikan satu tapi apik banget dikemasnya. Kita mendapat ilmu soal Belanda dan hiburan yang dibalut sama ceritanya si Aagaban ini :))

    • udah nyari nih bukunya di Gramed kemaren tapi sold out, ya ampun banget ya :)).

      Btw, saya rasa tokoh Lintang itu ada pertimbangan sponsor Wardah, jadi imagenya ya wanita anggun gitu. Soal Banjar ama Wicak, ya kenyataannya saya nonton aja kemaren karena liat Banjar sih ahauhauhauhau *jujur*. Jadi yah, sudahlah, ganteng itu relatif kok.

      Tertarik banget nih baca novelnya, semoga cepet cetak ulang.

      • Akhirnya beberapa hari yang lalu aku nonton NvO dan ternyata Belanda bener-bener jauh lebih keren dari yang selama ini saya bayangkan dari Buku *subhanallah* :))

        Iya tapi itu.. ehe he, terlalu kalem yah Lintangnya :(((

        *semoga cepet dapat bukunya*
        🙂

        • iya menurutku tatjana meranin lintangnya juga rada kurang greget :D. Tapi sudahlah, mungkin titipan sponsor (ward*h) Udah dapet nih bukunya alhamdulillah, meski cover lama 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s