Review Drama Korea : Pied Piper (2016)

Pied_Piper_Korean_Drama-p1

Halo semuanya! Sebenernya pengen review drakor lagi dari kemaren2, namun apa daya baru sempet nyelesein satu drakor tadi malem (DOTS pun aku belon nonton T-T *udah diteror*). Hehehehe. Kali ini saya mau bahas drakor Pied Piper (2016) yang bergenre police-crime, thriller, dan psychological. Ada yang nonton juga, gak?

Pied Piper (2016) mengangkat tema yang cukup unik untuk ukuran drakor, yaitu tim negosiasi krisis di kepolisian Korea Selatan. Saya belum pernah nonton drama korsel ataupun negara lain yang bener2 membahas tema serupa sih, tapi dari hasil googling2, temanya itu mungkin semacam gabungan antara tv seri amrik berjudul 24 dan Scandal, tapi dititikberatkan sama peran seorang negotiator dalam meminimalisir kerugian nyawa dan harta benda dalam sebuah serangan berbau terorisme (juga termasuk penyanderaan, dll dsb). Oh, ada yang pernah nonton film hollywood The Negotiator (1998)? Kira2 mirip2 gitu deh 😀

Nilai dari saya… 7,5 dari 10. Ini drakor yang opening dan endingnya bagus, tapi sayang banget di tengah2 ada sedikit logika plot yang menurut saya bolong, terus tokoh antagonisnya yang awal2 mencekam, eh… dari tengah ke belakang jadi rada melempem (kasusnya agak mirip sama masalah drakor Sensory Couple yang pernah saya bahas di sini, tapi pied masih mendingan sih, setidaknya gak lebay2 amat). Tapi dengan segala kekurangan dan kelebihannya, satu hal yang perlu saya acungi jempol adalah Pied Piper berhasil menyampaikan pesan moralnya di akhir cerita tanpa terburu2 dan memaksa. Tokoh2nya juga lumayan rumit, terutama villain-nya, gak sesimpel yang saya bayangkan. Oh ya, yang bikin naskah Pied Piper itu orang yang sama dengan yg garap Liar Game versi korea, lho 😀

Pied Piper dibintangi oleh Jo Yoon Hee (yang di sini agak kurang gimana gitu), Yoo Joon Sang (yang di sini aktingnya keren banget), dan Shin Ha Kyun (aktingnya keren + udah keriput tapi tetep ganteng). Gue jadi agak susah move on dari Shin Ha Kyun gara2 drakor ini wkwkwk.

ds
tuh yang namanya Om Shin Ha Kyun. Belum demen? nonton dulu makanya :D. Peletnya baru bisa jalan setelah liat dia akting. hahahaha.

Tertarik? Yuk kita bahas lebih jauh!

Tangkapan layar 2016-05-08 02.23.03

Awalnya, Joo Seung Chan (Shin Ha Kyun) adalah seorang negotiator korporat. Keahliannya tidak terbatas pada rapat kerja sama terkait kontrak merger dan akuisisi  serta komunikasi massa saja, Seung Chan pun diminta terlibat pada sebuah kasus penyanderaan karyawan2 perusahaan K-Group yang disekap di Filipina. Kasus tersebut dapat ditangani Seung Chan dengan cukup baik, dia berhasil pulang ke Korea dengan membawa 4 dari 5 sandera–1 korban dinyatakan meninggal karena sakit dalam penyanderaan.

Semua berjalan seperti biasa, sampai sebuah ancaman teror bom muncul di Seoul beberapa waktu kemudian. Sang pelaku yang ternyata adalah salah satu sandera yang selamat dalam penyekapan Filipina memang bermaksud menyerang Seung Chan, itulah mengapa teror terjadi pada restoran tempat kekasih Seung Chan yang bernama Joo Eun bekerja sebagai chef. Pelaku yang menyandera Joo Eun serta beberapa tamu restoran menuntut Seung Chan untuk mengakui kesalahannya pada negosiasi penyanderaan Filipina beberapa waktu yang lalu–jika tidak, pelaku akan meledakkan diri beserta seisi restoran dan orang2 di dalamnya.

Tangkapan layar 2016-05-08 02.22.11
si teroris restoran

Di tengah usaha Seung Chan mencari jalan untuk menyelamatkan sandera2 dan kekasihnya, tim negosiasi krisis dari kepolisian Korsel ikut hadir di tempat kejadian. Tim yang dipimpin oleh Oh Jung Hak (Sun Dong Il) tersebut meminta Seung Chan untuk mundur–mengingat posisi Seung Chan sebagai orang dekat dari salah satu sandera serta alasan mengapa teror tersebut terjadi, sehingga ditakutkan Seung Chan tidak akan bisa bersikap netral, apalagi bernegosiasi dengan pelaku. Untuk selanjutnya, negosiasi akan dipimpin sendiri oleh Jung Hak.

Tangkapan layar 2016-05-08 02.16.45
kata2 mutiara Oh Jung Hak

Meski tak tenang, Seung Chan mengakui kebenaran dalam kata2 Jung Hak, sehingga dia terpaksa menurut untuk menjauh dari lokasi. Di tengah rasa bersalahnya terhadap Joo Eun dan banyak hal memuncak, sebuah panggilan masuk ke handphone Seung Chan. Ketika diangkat, si penelfon malah bersiul mengikuti lagu Pied Piper, kemudian disusul oleh suara asing (menggunakan penyamar suara) yang lagi2 menyuruh Seung Chan untuk mengakui kesalahannya pada negosiasi Filipina yang lalu. Rupanya, aksi terorisme itu bukanlah inisiatif dari si mantan sandera semata, namun ada pihak lain yang menghasut dan menggunakan tangan orang lain untuk menekan Seung Chan. Suara misterius itu mengharuskan Seung Chan untuk mengaku di depan media secara live saat itu juga, jika tidak, maka kekasihnya dan sandera2 lainnya akan mati sia2.

Tanpa banyak menunggu, Seung Chan pun mengakui sebuah fakta mengejutkan di depan kamera dan jurnalis stasiun tv yang memang sedang mencari berita di TKP. Seung Chan mengaku bahwa saat dia berangkat ke Filipina, pemimpin K-Group hanya membekalinya dengan uang tebusan yang jumlahnya hanya cukup untuk 1 sandera dari jumlah awal untuk 5 sandera yang sudah disepakati. Seung Chan tahu bahwa para penyandera tak akan tinggal diam, Seung Chan tahu bahwa dari kondisi yang ada, dia hanya bisa menyelamatkan maksimal 4 sandera. Itulah mengapa, sesuai rencana, saat penyandera menembak mati salah satu sandera (yang ternyata adalah kakak dari pelaku teror bom restoran), Seung Chan menekan oknum Filipina tersebut dengan tawaran untuk membebaskan ke-4 sandera lainnya dengan ditukar oleh uang tebusan yang sudah Seung Chan bawa–atau, tidak mendapat uang sama sekali. Lalu kesepakatan pun berlanjut dengan Seung Chan yang menyuruh pemimpin oknum Filipina itu untuk sama-sama mengklaim bahwa korban meninggal tersebut mati karena sakit dalam penyanderaan, bukan dibunuh saat negosiasi.

piedpiper (6)
momen2 pengakuan Seung Chan T-T

Sayangnya, sang penelfon misterius tidak cukup puas dengan usaha Seung Chan karena pengakuannya tersebut tidak disiarkan secara langsung di televisi sesuai perintahnya. Bom pun meledak, menewaskan pelaku pembawa bom bunuh diri, Oh Jung Hak si pemimpim tim negotiator krisis kepolisian, serta kekasih Seung Chan.

Sejak hari itu, Seung Chan yang kehilangan kekasih dan karirnya sebagai negotiator korporat pun bertekad untuk mencari si penelfon misterius yang belakangan dijulukinya Pied Piper.

————–

Sinopsis yang saya jelaskan di atas itu adalah gambaran kisah episode 1 drakor Pied Piper. Saking plotnya cukup rumit dan lumayan banyak twist, saya sedikit bingung enaknya cerita mulai darimana biar menarik tapi gak spoiler2 amat, jadi saya kasih aja sepintas cerita awal yang berhasil membuat saya penasaran setengah mati sama Pied Piper :D.

Sebelum lanjut bahas2 lebih jauh, saya mau singgung dulu soal dongeng Pied Piper (yang dikenal juga sebagai Si Peniup Seruling dari Hamelin) yang konon terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi di kota Hamelin, German, pada abad 12. Ceritanya tentang Peniup Seruling yang dikontrak rakyat sebuah kerajaan untuk mengusir wabah tikus. Dengan serulingnya, si Peniup Seruling berhasil membawa tikus2 tersebut ke luar kota, tapi saat si Peniup Seruling kembali untuk meminta bayaran yang dijanjikan, rakyat2 di kerajaan tersebut menolak untuk memberikan haknya. Karena marah, si Peniup Seruling pun meniup kembali serulingnya dan menculik anak-anak di kota tersebut entah kemana.

Lumayan dark ya ceritanya? Emang dongeng2 otentik Eropa itu kejem2 deh, apa anak2 Eropa jaman dulu gak mimpi buruk ya?

Pied_Piper2

Seperti yang udah saya bilang di atas, drama ini punya karakter2 yang cukup rumit dan berlapis2. Kayak bawang deh (terutama villain-nya). Saya baru sekali nih liat villain yang bener2 bikin bete, sebel, takut, kagum, simpati sekaligus ilfil bersamaan. Entah harus saya apain deh si Pied Piper ini. Sebenernya dari awal sampe tengah2 Pied Piper-nya masih oke, saya udah menduga2 siapa Pied Piper sih (meski masih denial), tapi terus entah dengan pertimbangan apa, scriptwriternya memutuskan untuk membuka identitas Pied Piper pada penonton di episode 10 dong (endingnya episode 16). Udah gitu mbukanya gak enak banget, kurang dramatis karena mendadak karakter Pied Pipernya jadi berasa teledor, Seung Chan pun mendadak jadi agak terlalu gampang percaya gimana gitu, aku kan jadi males. Jadilah mulai eps 11 ke belakang dramanya bukan konsen ke kasus2 teroris lagi, tapi lebih ke perang mental antara Pied Piper dan Seung Chan yang udah tahu sama tahu siapa itu apa (“Gue tau lo Pied Piper” versus “Gue tau lo tau kalau gue Pied Piper, terus kenape?! Gak ada bukti kan lo?”).

Heeh… kenapa jadi centil muter2 begini plotnya? Mana ada beberapa logika cerita yang menurut saya semacam terlewat padahal bisa jadi bukti kuat tentang identitas Pied Piper… Udah gitu ada beberapa karakter yang awalnya kok kayak berasa penting tapi terakhir2nya jadi gak jelas apa perannya *kayak terlupakan*.

Sayang aja sih, soalnya salah satu daya tarik yang menurut gue oke adalah tips2 negosiasi yang lumayan masuk akal dari Ha Kyun (yang emang diceritakan dari awal sebagai karakter yg pinter, tajam dan bisa diandalkan) serta karakter Pied Piper yang penuh persiapan, gak bisa ditebak, dan bisa banget mencapai tujuan tanpa bikin tangannya kotor.

Untungnya, drakor Pied Piper ini punya ending yang bagus. Satu kasus terorisme terakhir dari Pied Piper lumayan banget mengembalikan rasa simpati saya sama drama ini. Utamanya karena episode terakhir itu memperlihatkan dengan jelas penyebab mengapa aksi2 teror mungkin terjadi, masalah terbesar mengapa aksi2 teror tersebut akan terus ada dan alternatif solusi untuk menjaga keutuhan sebuah komunitas–negara, bahkan dunia. Suka deh, pesan moralnya jelas banget, ngingetin kita bahwa sekadar mengklik status ‘like’ lewat socmed dan bersikap apatis akan sesuatu yang tidak langsung mengafeksi kehidupan kita itu gak akan membuat lingkungan kita lebih baik–cepat atau lambat, seseorang akan merasa tercurangi dan memilih untuk menyuarakan pendapatnya lewat jalan anarki. Drama ini juga ngasi harapan bahwa bukan berarti yang terlihat apatis itu gak mau bantu, masih banyak kok orang yang mau care saat memang benar2 diperlukan dan kondisinya memungkinkan :).

Pesan moral sekaligus sudut pandang lain yang bisa kita ambil dari drama ini adalah, bahwa negosiasi krisis itu tidak selalu berarti mengurangi potensi kerugian nyawa dan harta SAJA, tapi juga memastikan bahwa semuanya tidak mati sia-sia–termasuk pelaku dan negotiator itu sendiri. Drama ini juga ngasi tahu bahwa perihal menjadi siapa dan mau berbuat apa itu pilihan, terlepas dari keturunan, masa lalu dan nasib, pada akhirnya semua tergantung individunya itu sendiri.

piedpiper (4)
ya ya, Mbak Myeong Ha, oke deh

Huhuhu pesan moralnya jempolan T-T.

Nah, hal kedua yang gue suka banget banget banget dari drama ini adalah…

Si abang Shin Ha Kyun yang lahirnya tahun 1974 dan udah keriputo keriputo tapi keren banget.

piedpiper (7)
panggil saya?

AKU KECANTOL BANGET DEH KAYAK JEMURAN TERBANG NYANGKUT KABEL LISTRIK, GIMANAAAA DOOOOOOONG~ *suara hati yang terdalam* *kesetrum*

Sereus deh, tahun ini adalah tahun dimana gue ngefans banget ama banyak aktor bapak2 paruh baya. Apa ini hormon karena aku pun sudah menua? Omg.

Anyway, sebenernya gue juga masih belum bisa memutuskan kenapa si Shin Ha Kyun ini rasanya ajib banget setara umami *ini perumpamaan apa sih*. Gue emang pernah beberapa kali denger namanya lewat drakor Brain (tapi gak nonton), terus di drakor All About My Romance (gak nonton juga), terus pernah ngintip lihat dese di drakor Mr.Baek (tapi gak suka plot sama Ha Kyun-nya lagi mode kakek2 hardcore, jadi gak diterusin), tapi sepanjang itu juga belum paham kenapa orang2 Korsel sana pada demen bener ama Shin Ha Kyun. Baru deh abis liat drakor Pied Piper ini gue somehow mengerti.

Shin-Ha-Kyun
drama Mr Baek : SHin Ha Kyun jadi kakek2 yang mendadak jadi (AGAK) mudaan lagi. Tapi entah kenapa waktu itu belon suka.

Gimana ya, terlepas dari aktingnya yang emang total (gebrak meja ya gebrak banget, teriak ya teriak banget ampe gue kadang khawatir2 sendiri itu nanti Ha Kyun pusing gak ya abis tereak kenceng gitu –> abaikan), gaya ngomongnya emang ada khasnya, gerak-geriknya khas, senyumnya khas, terus itu lho, untuk ukuran lajang kepala 4 itu dia terhitung imut dengan bibirnya yang masih merah dan mata bulat bola pingpong.

pp1-e1454678541532
gimana? apa tadi bilang apa? GAK DENGER SAYA *pake toa*

*udah berat ini fangirlingnya*

Sayangnya, karakternya sebagai Seung Chan di Pied Piper ini agak berasa kurang total dikupasnya. Ada beberapa sisipan cerita tentang latar belakang Seung Chan (kenapa dia memilih jadi negotiator, kenapa dia punya commitment issues, dimana keluarganya, dll dsb), sempet ada juga bau2 love line antara dia sama Myeong Ha (meski terpaut jauh jarak umurnya di film). Emang semuanya dijelasin sih, tapi gue berasa kurang puas aja, soalnya dibawainnya seringkali dengan cara anti-klimaks gitu. Love line-nya (atau apapun hubungannya) dengan Myeong Ha pun gak dilanjutin, padahal gue udah rada2 gemes ama mereka berdua meski gue pribadi gak gitu suka2 amat sama Myeong Ha.

Anyway, jujur, Shin Ha Kyun di drakor ini bener2 ibarat tomat pada spaghetti bolognaise gue, nasi pada nasgor gue, singkong pada misro gue *semuanya makanan*. Ada banyak hal yang bisa kalian sukai pada drakor Pied Piper, dan emang gue juga suka banget, tapi buat gue, Shin Ha Kyun itu main ingredient-nya. Yoo Joon Sang juga bagus aktingnya, tapi beneran deh, kayaknya gue gak nerusin nonton kalau bukan karena Ha Kyun. Gue harap kalian paham bahwa gue berusaha keras banget buat netral dan ngasi tau poin2 penting drakor ini dari tadi supaya bisa gue pertanggungjawabkan nantinya *serius amat*, tapi pada akhirnya hati gue buat Ha Kyun ini semacam bak mandi luber, gak bisa buat gak diungkapin =)).

HJAHAHAHAHAHJAHAJHAJA

Sebagai penutup dari fangirling biased gue yang kali ini agak berlebihan *dan gue sadar akan itu*. Biarlah gue tutup postingan kali ini dengan foto2 Ha Kyun dari awal karir sampe keriputo kayak sekarang. Terus terang gue bingung karena dese kadang ganteng kadang enggak. Mari kita nilai bersama :

shin-ha-kyuns-identification-picture-for-the-drama-brain
Pas foto Shin Ha Kyun mudaan

 

002SMV_Ha-kyun_Shin_020
Shin Ha Kyun alay?

 

¿µÈ­¿¡¼­ À̼ºÀûÀÌ°í ÇÕ¸®ÀûÀ¸·Î »óȲÀ» ÆÇ´ÜÇÏ´Â ¹æø´ë ÁßÀ§ °­ÀºÇ¥ ¿ªÀÇ ¹è¿ì ½ÅÇϱÕÀÌ 8ÀÏ ¿ÀÈÄ ¼­¿ï »ïûµ¿ÀÇ ÇÑ Ä«Æä¿¡¼­ ¿À¸¶ÀÌ´º½º¿Í ¸¸³µ´Ù. ¹è¿ì ½ÅÇϱÕÀÌ ÀÎÅͺ信 ¾Õ¼­ Æ÷Á ÃëÇÏ°í ÀÖ´Ù.
Shin Ha Kyun senyum ganteng cekrek

 

maxresdefault
Shin Ha Kyun salah gaul
46829-257517
Shin Ha Kyun bikin orang cuma bisa elus2 dada karena kaget

 

Shin_Ha_Kyun_hairy_chest
Shin Ha Kyun minta dislepet pake sendal karet di bagian dada

jadi ganteng apa enggak, sih?

Mandhut.

PS : ditunggu komentar2nya bagi yang udah nonton ya 😀

Advertisements

5 thoughts on “Review Drama Korea : Pied Piper (2016)

  1. wahh..selalu big a fan sama blog mandha soal korea2an. Thank you for sharing, langsung masuk daftar watching nih, pied piper! keep posting yaa 🙂

  2. Yuhuuuu.. aku sudah nonton, om Shin Ha Kyunnya ganteeenggg..
    Bagus kak dramanya sampe merinding tiap denger siulannya si Pied Piper hihihihi..
    Seperti yang kakak bilang “Saya baru sekali nih liat villain yang bener2 bikin bete, sebel, takut, kagum, simpati sekaligus ilfil bersamaan. Entah harus saya apain deh si Pied Piper ini” aku juga ngerasa gitu, suka sama karater Yoo Hen Sung.

    1. hihihi ganteng kan Shin Ha Kyunnyaaa *masih halu*, Emang tokoh si Pied Piper ini kompleks banget ya :D, sayang banget agak gak jelas di tengah2 jelang akhir, tapi sisanya okelah 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s