Topic #2 An Envelope.

102017

If you were given an envelope with the the time and date of your death inside, would you open it?

(source: Deep Conversation Topics)

Tergantung penjelasan dari mana si informasi itu berasal.

Kalau sebatas itu info supernatural dari ahli nujum bakal gue bakar. Kecuali dia mau jelasin dulu makhluk astral mana yang laporan, gimana cara taunya, bisa dijelaskan gak kehadirannya pake mesin deteksi apaaa gitu dll dsb. Itu gue biarin dulu dia menjelaskan, baru gue bakar.

Kalau itu adalah prediksi saintifik dan biologis berdasar rekaman kondisi kesehatan secara fisik dan mental gue selama hidup, gue cuma mau tahu apa2 aja yang dijadikan bahan pertimbangan dan apa kondisinya sekarang, tapi tetep aja info prediksi kapan matinya itu sendiri bakal gue bakar :D.

Intinya gue bakar lah.

Soalnya dibuka juga belum tentu bener, kan. Daripada kebat-kebit gak jelas mending bakar sekalian biar gak usah kepikiran2 lagi.

Lagian kalau tau matinya kapan terus mau ngapain? Kalo bener ya mati. Kalo ga bener ya sempet aja gitu mellow2 sampai tanggal kematian yang diramalkan (sisanya misuh2) terus ya ujung nya kan mati juga. Kalaupun tau gak hepi juga kok gue.

Jadi ya bakar aja lah udah.

Perihal ramal-meramal *asumsi ini ramalan ya* ini sebenernya gue agak trauma sih. Jadi pas zaman sekolah dulu, gue pernah dateng gitu ke stan ramalan yang ada di sekitaran Blok M. Iseng aja sih sebenernya. Di situ gue diramal soal hal2 macam jodoh (kamu bakal ketemu seseorang, kalo diterusin berpeluang ampe nikah, kalo gak ya putus – lah bukannya emang pacaran gitu ya?), pendidikan (kamu bakal kuliah tapi kamu kayak gak kuliah – oke, gue emang berasa salah jurusan dan kebanyakan maen), terus ada juga soal keuangan, soal kesehatan, dan… ada ramalan tentang the death of someone close to me.

Dia kasih perkiraan tahunnya (itu ramalan 5 tahun ke depan btw). Dia kasih ciri2 orangnya. Rentang umurnya, warna kulitnya, bentuk posturnya, tekstur rambutnya. Dan gue somehow udah kebayang siapa. Tapi gue cuekin. Gak gue waro. Karena gue pikir ya ramalan gitu ya. for fun aja.

Tapi terus kebetulan aja apa yang diomongin sama yang kejadian sama. Dan gue jadi mixed feelings gitu. Satu sisi gue bertanya2 apa gue sebenernya bisa melakukan sesuatu untuk mencegah itu, sisi lain gue tahu yang namanya takdir ga ada yang bisa cegah. Bahwa itu cuma kebetulan. Itu cuma kebetulan. Bahwa kalaupun itu bukan kebetulan yaudah aja tetep aja itu gak ada hubungannya sama lo.

Intinya ya jadi kepikiran aja. Sampe sekarang.

Dan sejak itu gue mikir udah lah gue gakmau diramal lagi dalam bentuk apapun. Gak tarot, gak juga palmistry, gak usah. Biarlah baik buruk, sial untung, naik turun, sakit seneng, gue jalanin aja. Lo berharap bisa dapet kisi2, bisa tahu apakah langkah yang lo ambil saat ini bakal berakhir baik apa gak, apakah penantian panjang lo akan berbuah manis pa gak, tapi let’s face it, terlalu banyak faktor X Y Z sepanjang jalan yang bisa mengubah jalan hidup lo, bahkan sepersekian detik sebelum kejadian. Jadi gak guna juga. Nothing is set on stone. Semua bisa jadi berbeda.

So no. I will not open the envelope. Akan gue bakar, gue musnahkan. Karena gue gakmau juga ada orang lain yang baca. Kalaupun telanjur baca yaudah, so what? Gak ngaruh juga. Kalau mau mati tinggal mati kok. Gak perlu nunggu2 orang ngasitau matinya kapan. Hidup yang lebih butuh banyak perjuangan.

Would you open it?

Mandhut.

#Mandhut10DeepTopicsBloggingChallenge2017

Advertisements

2 thoughts on “Topic #2 An Envelope.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s