Topic #4: A Copy of Your Loved Ones

102017

If someone you loved was killed in front of you, but someone created a copy of them that was perfect right down to the atomic level, would they be the same person and would you love them just as much?

(source: Conversation Starters World: 202 Philosophical Questions)

Ini gue mau ngobrol ngalor ngidul dulu ya.

A Cell’s Lifespan

Ada satu artikel yang pernah gue baca, katanya sel-sel dalam tubuh manusia itu sebagian besar berganti dalam total waktu kurang-lebih 7-10 tahun. Gue bilang sebagian besar karena ada beberapa sel di tubuh kita yang bertahan bersama kita dari sejak lahir sampai meninggal, yaitu sel2 di lensa mata, dan sel2 di cerebral cortex–bagian otak yang mengatur memori, bahasa, attention, dan kesadaran. Sel2 yang mati di bagian tersebut tidak akan berganti, dan itu mengapa orang semakin lama semakin mudah lupa, dan itu juga mengapa kemampuan lensa mata manusia menurun seiring umur. (baca juga: human cell’s turnover time)

Lalu kalau sel-sel kita memang sebagian besar berganti (kecuali sel di lensa mata dan cerebral cortex) kenapa orang semakin menua semakin keriput? Kenapa rambut memutih? Kenapa ada kerutan di samping mata?

Jadi gue pernah baca bahwa ada bagian dari kromosom sel kita yang bernama telomere. Telomere itu mirip2 kayak aglet–ujung tali sepatu yang biasanya kayak diselotip itu, lho (gue tau gara2 ada lagu Phineas and Ferb judulnya Aglet =)), one of the reasons of why I love the series so much, mereka suka gajelas kayak gitu). Gunanya telomere itu untuk menjaga rekaman DNA kita tetap tersimpan baik. Sayangnya, telomere ini semakin memendek setiap sebuah sel berganti (which is called Telomere Shortening). Dan nanti pada akhirnya telomere ini akan benar2 hilang, dan jadinya sel tersebut mati (disebut Senescent Cell), selnya tidak bisa digunakan lagi, tidak bisa diperbarui lagi, and that’s how aging works, that’s how your organs degrade, that’s how a wrinkled skin emerge, and that’s how your hair losing its pigment–strand by strand.

Terus muncullah pertanyaan ini: jadi kalau memang pergantian sel itu leads to telomere shortening dan telomere shortening leads to aging. Apakah cara untuk mencegah penuaan adalah dengan mencegah pergantian sel?

Nah ini gue pernah baca juga bahwa pergantian sel itu (untuk sementara ini, let’s put it that way) mutlak adanya. Karena pergantian sel memang perlu untuk supaya tubuh bekerja dengan baik (kecuali cerebral cortex dan lensa mata btw, gue gaktau kenapa mereka ketinggalan sendiri). So yes, darling, untuk saat ini, semua orang akan menua, bahkan Hamis dan Raiso *sempetlah, Man*. Bahkan (ehem) Engkuh Emrannya Bellah *mohon maaf gue lebih baper sama yang ini ketimbang Hamis-Raiso*.

Abis ganteng. Sebel. *ilang fokus*

Back to topic, pergantian sel memang gak bisa dihindari, tapi yang saat ini bisa dicegah adalah mutasi sel yang menyebabkan penuaan dini–kondisi dimana telomere hilang lebih cepat dari yang seharusnya. Early telomere shortening bisa disebabkan oleh kebiasaan merokok, makan gak sehat, kurang olahraga, you name it, lah.

Sempet sih baca bahwa penambahan enzim telomerase bisa bantu untuk mencegah penuaan (tapi ada risikonya), terus ada ada percobaan yang berhasil mencegah penuaan dini dengan cara penghancuran senescent cell (tapi baru berhasil dicobakan ke mencit). Cuma ada lah arah ke sana yah.

A Copy of Our Loved Ones

Sesuai yang gue omongin di atas, bahwa sebagian besar sel-sel di tubuh kita berganti setiap 7-10 tahun (yang soal telomere bonus aja karena gue pas inget, I’m a nerd like that, only for biology-related matters, though). Jadi, orang2 yang kita sayangi sudah jadi orang yang kurleb 95% baru setiap 7-10 tahun sekali.

Gak jauh berbeda bukan kalau pergantian itu jadi 100%, lengkap dengan memori, lengkap dengan scars, lengkap dengan perasaan (karena sesuai topik, down to the atomic level, jadi asumsi gue semuanya)?

Kita bahas dari sisi perasaan aja ya, gak ngerembet2 ke tanggung jawab moral dll dsb, kan soalnya yang ditanya apakah masih cinta pa gak *ciah*. Gue rasa yang bikin urusan ini jadi sensitif dalam hal ini adalah, prior to the case we are currently discussing about, kondisinya adalah our beloved ones was killed before our eyes. Kita sudah dalam mode grieving, terus tiba-tiba seseorang buat copy of our loved ones. Sesuai pertanyaan, kita tahu dengan jelas bahwa seseorang yang ada di hadapan kita itu adalah copy.

Tapi gimana kalau gak ada urusan bunuh-membunuh? Our loved ones diganti aja gitu tanpa kita tahu, atau bahkan dianya sendiri gak tahu. A perfect copy down to the atomic level. Which is ya 95% terjadi pada kita semua setiap 7-10 tahun sekali, dan itu aja gak bikin orang lain mikir kita bukan asli lagi. Kira2 kita bakal nyadar gak? Ada yang bakal nyadar gak?

Udah jelas ini jadi sulit karena ada hubungannya sama konsep cinta yang menurut norma, idealnya adalah setia.

Tapi bukankah cinta pada pandangan ideal juga bukan melulu pada fisik, tapi pada pribadi orang tersebut? Bukankah pada saat seseorang sudah tidak memiliki fisik yang sama seperti dulu, sampai mungkin sikapnya sudah tidak sepositif dulu, idealnya adalah kita tetap setia?

Orang berubah aja kita idealnya masih cinta. Ini sifat dan fisiknya sama sampai ke bagian terkecil. Apa bedanya?

*Mbelibet*

Kalau urusan cinta emang mbelibet sih, kenapa juga topiknya nanya2 cinta, akik kan rese jadinya -_- *apa banget*.

The Final Answer

Itu sih pertanyaan2 yang sempet muncul di kepala sembari mikirin gue bakal masih cinta pa gak kalau seseorang yang gue sayang *maaf ya gue agak cringy pake kata cinta* dibunuh di depan mata gue, terus gue dikasih copynya yang bener2 mirip.

Kalau dalam kondisi itu, gue rasa perasaan gue gak akan bisa sama karena seperti yang gue bilang di atas, otak gue udah di mode grieving. Gue berduka. Untuk seseorang yang tangannya pernah gue genggam. Untuk seseorang yang keringatnya pernah gue seka. Untuk seseorang yang senyumnya pernah gue tunggu. Untuk seseorang yang punggungnya pernah melindungi. Untuk seseorang yang pernah bertukar pikiran saat semuanya terasa buntu. Untuk seseorang yang kehadirannya pernah mencerahkan hari. Dan untuk seseorang yang pernah menemani.

*kemudian nyanyi lagu dangdut*

No really, kalau gue bener sayang ya jelas gue berduka. Gue rasa fakta bahwa setiap 7-10 tahun sel seseorang berganti gak akan ngaruh buat gue karena kenyataannya adalah orang yang gue sayang itu udah mati. Orang yang itu selnya gak bisa berganti lagi. Dia gak akan menua, dia akan membusuk. Dan dia bukan produk yang dengan gampangnya gue bisa cari gantinya kalau udah habis. Dia itu inspirasi, dia itu kenangan, dia itu harapan, dan dia itu alasan. A grieving mode udah berjalan di gue. Jelas perasaan gue gak akan bisa sama.

Soal perasaan ini mungkin untuk seterusnya, atau mungkin aja cuma butuh waktu sampai gue bisa menerima si copy, untuk yang itu, gue gak bisa memastikan.

Yang jelas gue tahu adalah bahwa apapun emosi negatif yang gue rasakan nanti: amarah, kecewa, bingung, benci, gak sepantasnya gue arahkan pada sang copy. Gue rasa sang copy juga akan jauh lebih sakit daripada gue. Jauh lebih bingung. Dia juga gak akan bisa persis sama seperti versi aslinya. Bukan karena dia kurang, bukan karena dia cuma copy. Tapi karena versi aslinya gak pernah merasakan posisi sebagai copy, dan dia adalah copy.

Gue gak tau apakah gue akan bantu si copy untuk terima kenyataan itu. Gue rasa seiring waktu gue akan bersimpati, karena gue asumsikan gue tahu bagaimana dia berpikir dan bertindak.

But I guess fakta pahit itu akan bertahan. Sampai kapanpun. Gue kehilangan karena seseorang membunuh orang yang gue sayang dan seseorang dengan gampangnya membuat copy orang tersebut. Dia krisis jati diri karena merasa hanya sebagai copy, dan although dia punya fisik, personaliti dan memori yang sama, dia bukan asli. Kalau itu sesuatu yang bisa sama2 kami terima, kalau itu sesuatu yang bisa kami maafkan, then yeah, mungkin kami bisa saling sayang lagi.

But things might be different kalau di dunia ini gak ada yang tahu bahwa a copy has been made in exchange of the real ones. I might just love the person without thinking much.

How about you?

Mandhut.

#Mandhut10DeepTopicsBloggingChallenge2017

 

Advertisements

2 thoughts on “Topic #4: A Copy of Your Loved Ones

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s