This is 32.

Jadi, abis liat posting NY Times yang campaign #ThisIs18, gue jadi gemes mau jawab2 juga. Jadilah beberapa pertanyaan gue comot dan gue jawab di sini.

#ThisIs32

Let me tell you what 32 feels to me.

What’s the most exciting thing about turning 18 32 this year?

Appreciate the journey, but not feeling the excitement at all.

Gak excite-nya bukan karena menua sih, karena gue sendiri kayak gengsi aja kalau dianggap orang yang suka ngumpet2in umur.

I yell it out loud: GUE 32 EMANG KENAPA *lah ofensif*

Yang jelas, hari dimana gue turned 32 sampai hari ini pun kadang gue gak bisa berenti mikirin puisinya Sylvia Plath:

I saw my life branching out before me like the green fig tree in the story.

From the tip of every branch, like a fat purple fig, a wonderful future beckoned and winked.

One fig was a husband and a happy home and children, and another fig was a famous poet and another fig was a brilliant professor, and another fig was Ee Gee, the amazing editor, and another fig was Europe and Africa and South America, and another fig was Constantin and Socrates and Attila and a pack of other lovers with queer names and offbeat professions, and another fig was an Olympic lady crew champion, and beyond and above these figs were many more figs I couldn’t quite make out.

I saw myself sitting in the crotch of this fig tree, starving to death, just because I couldn’t make up my mind which of the figs I would choose.

I wanted each and every one of them, but choosing one meant losing all the rest, and, as I sat there, unable to decide, the figs began to wrinkle and go black, and, one by one, they plopped to the ground at my feet.

Pernah digambarin juga sama zenpencils di sini.

I choose not to look at the ground at my feet. Pura2 gatau aja dan mari tetap positive thinking.

When did you first feel like a grown-up?

Bahkan di umur kepala 3 ini gue gak yakin gue akan bisa ngerasa kayak grown-up sepenuhnya. Sampai hari ini kayaknya gue masih pura2 aja, udah gitu gak jago pula bersandiwaranya.

Kalau gue ngeliat temen gue yang udah punya anak, yang punya cicilan ini itu, yang minjem uang di bank buat bisnis, yang rutin tiap minggu dateng pesta batak, dalam hati gue suka ngebatin: gak pengen kabur aja? Pernah gak ya mereka pulang ngantor, atau abis nidurin anak, atau masuk wc pas lagi pesta, terus pengin nangis, taro semuanya, tinggalin semuanya dan kabur?

Tapi gak bisa karena notabene mereka orang yang dianggap ‘dewasa’?

Gue gak pernah ngerasa dewasa tapi gue inget ada saat dimana gue sadar bahwa sekitar 2 tahun lalu, gue nyadar bahwa gue ada di usia dimana gue harus ngurusin yang tua dan harus ngurusin yang muda. Gue ada di usia dimana gue dianggap masih fit tapi sebenernya kalo kebanyakan kena angin masuk angin juga.

It’s such a lonely age.

=)) Kalau kata temen gue si E, dewasa itu menurut dia adalah saat nyadar bahwa prioritasnya udah bukan diri sendiri, tapi anak dan istri.

Gue lumayan bangga sih dengernya, temen yang dulu setia menemani gue makan pecel madiun gara2 abis patah hati dan susah move on sekarang udah bisa ngomong gitu T-T.

You did great, E. Me? Not so much =)).

What is your favorite place to be inside your home?

My room, kitchen, and bathroom. I am a keen kitchen and bathroom singer.

Outside your home?

Jakarta? Salah satunya Union Cafe Plaza Senayan di waktu malam dan Jalan Sidoarjo Menteng di waktu malam.

Tell us about a family tradition.

My family tradition… hmmmmmmmm.

OH. dulu kalau jalan2 roadtrip suka diceritain kisah Suwidak Siji sama nyokap yang katanya juga sering diceritain eyang putri gue ke anak2nya.

Baca deh. Ceritanya absurd luar biasa. Have a taste dan lo semua akan mengerti mengapa gue begini: karena keluarga gue meski kadarnya beda2 rata2 begitu.

What do you want to be doing in five years?

I want that house with a red door in the front. Dan tulisan “Bell is broken. Yell ding dong really loud” di depan pagar. Terus gue ketawa2 tiap ada orang teriak “Ding Dong”, karena sebenernya bel gue baik2 aja.

Such a troll, I am.

Hey, paling gak belnya gak nyetrum.

If you could have dinner with anyone, dead or alive, who would it be?

Now, here’s a thing about me:

Sengepens2nya gue ama orang, gue ga pernah segitunya ampe pengen ketemuan atau makan malem bareng. Gue semacam ga ada role model. Satu2nya yang mendekati role model itu cuma almarhumah nenek gue karena nenek gue orangnya baik banget, suka masak, perhatian, detail, telaten, terus bijak luar biasa.

Tapi di luar itu, gak ada, sih.

Kayak, sebenernya ada beberapa figur yang gue pengin ajak ngobrol, tentunya karena ingin klarifikasi sejarah. Tapi sebenernya kalau boleh milih gue lebih suka kalau ada buku yang bisa gue baca aja untuk klarifikasi itu tanpa perlu ketemu orangnya, atau kalau orangnya bisa gue kirimin email terus dia tinggal jawab.

Soalnya kalau ketemu langsung gue takut salah ngomong.

I worry about…

A lot of things =)).

Yang baru aja yah.

Beberapa bulan ini gue merasa khawatir bahwa gue gak akan pernah ngerasa safe untuk apapun. Relationship, friendship, money, job, family, even religion. Mendadak kayak nyadar aja bahwa apapun yang ada di gue, yang gue pegang saat ini, kemungkinan bisa ilang kapan aja, bisa berubah, dan therefore, gue baru sadar bahwa gue gak akan pernah safe, betapapun gue pengen istirahat bentar gak pengen ngerasa khawatir atas apapun.

Dan gue bertanya2 poinnya punya itu apa kalau ujung2nya ilang dan tetep ga bisa bikin gue ngerasa safe. Apa perlunya dijaga dan dicari kalau ujung2nya ilang juga. Apa perlunya dikhawatirin kalau ntar juga ilang.

Tapi tetep aja khawatir.

That, and the Yuval incident. Karena kepo jadi nambah2in pikiran. Kapokmu kapan man.

#ThisIs32

How about you?

Amanda :).

Advertisements

5 thoughts on “This is 32.

  1. Apa perlunya dijaga dan dicari kalau ujung2nya ilang juga. Apa perlunya dikhawatirin kalau ntar juga ilang.

    Rasanya dan kenangannya yang gak bakal ilang nda. Ibarat makanan, walau nantinya juga jadi kotoran, nutrisinya udah masuk ke dalam badan..

    *Thanks lho jadi baca lagi 61 dan bernostalgia tentang perjalanan pp jkt-solo mogok di alas roban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s