A Case of Hidden Motives.

Lama gak nulis di sini dateng2 langsung curcol.

Gak apa, ya. Ku sedang butuh cerita2 galao. Ini kayaknya bakal panjang jadi dibagi per-section, monggo dibaca sesuai kemampuan. =))

Elephant in The Brain by Kevin Simler dan Robin Hanson

418wqedxql._sx327_bo1204203200_

Jadi, barusan aja pagi ini baru beres baca The Elephant in The Brain by Kevin Simler dan Robin Hanson. Isinya itu tentang motif sebenarnya dari banyak aspek di hidup manusia, mulai dari edukasi, komunikasi, politik, dll dsb. Yang mana, kalau berdasar dari teori buku tersebut, studi kasus, lalu referensi dari teori2 dari ahli lainnya, semuanya itu (kata si buku) kalau ditelusuri ujung2nya ya power, status, and sex.

Oh yang mau baca review seriusnya ada di sini.

Continue reading “A Case of Hidden Motives.”

Kisah Jati Wesi si Hidung Tikus di Buku “Aroma Karsa” by Dee Lestari

aroma-karsa-5-1
Image: Gramedia.com

Yip yip!

Sesuai janji saya di postingan yang satu ini, kali ini saya mau nulis review buku Aroma Karsa karangan Dewi Lestari / Dee Lestari.

Ini salah satu novel lokal terbaik yang pernah saya baca, dan enggak, ini bukan hanya karena saya penggemar karya Dee Lestari sebelumnya: Perahu Kertas (yang pernah saya review di sini) dan Madre (review sebelumnya).

Saya bukannya gak ngefans serial Supernova, saya belum nyempetin baca semuanya aja.  Mohon jangan dihujat =))

Back to Aroma Karsa,

Jujur, karena judulnya ada aroma-aromanya, awalnya saya pikir novel Aroma Karsa itu bertema kuliner. Yang mana, karena Dee pernah mengarang Madre, saya gak heran. Dan saya berpikir seperti itu untuk waktu yang lama. Jadi lumayan kaget juga setelah tahu bahwa novel Aroma Karsa itu ada hubungannya dengan TPA Bantar Gebang tempat ribuan ton sampah penduduk Jakarta berakhir setiap harinya, dan parfum. Dan olfaktori (indera penciuman).

Dan genrenya fantasi.

Penasaran gak?

Continue reading “Kisah Jati Wesi si Hidung Tikus di Buku “Aroma Karsa” by Dee Lestari”

This is 32.

Jadi, abis liat posting NY Times yang campaign #ThisIs18, gue jadi gemes mau jawab2 juga. Jadilah beberapa pertanyaan gue comot dan gue jawab di sini.

#ThisIs32

Let me tell you what 32 feels to me.

What’s the most exciting thing about turning 18 32 this year?

Appreciate the journey, but not feeling the excitement at all.

Gak excite-nya bukan karena menua sih, karena gue sendiri kayak gengsi aja kalau dianggap orang yang suka ngumpet2in umur.

I yell it out loud: GUE 32 EMANG KENAPA *lah ofensif*

Yang jelas, hari dimana gue turned 32 sampai hari ini pun kadang gue gak bisa berenti mikirin puisinya Sylvia Plath:

Continue reading “This is 32.”

Songs That Explain My Life

Hey halo,

Minggu lalu sempet ada obrolan sama temen tentang lagu apa yang lirik dan nadanya paling menggambarkan hidup kita masing2. Gue mikir mikir mikir dan akhirnya gue nemu beberapa, biarlah gue simpen di blog karena blog ini memang diciptakan dengan salah satu tujuannya adalah:

Memuaskan kebutuhan gue untuk menjadi self-centered.

MUAHAHAHA.

Monggo yang mau bikin best song-nya juga, ditrackback aja, ntar akik baca2.

Best song that explained me:

Continue reading “Songs That Explain My Life”

Position Needed: Someone Who Would Listen

goodlistener
Position Needed: Someone Who Would Listen!

With an attention span limited to only around 8 seconds (less than goldfish, according to an article by The Telegraph), we could say that humans nowadays are everything but a listener. Our world has become so hectic and fast, the idea of sitting together to talk about our virtue and sorrow becomes so unattainable–almost magical. Things that could have been said in person is shifted to a mere phone call. Things that could have been told through a phone call is shifted to an exchange of e-mails. Things that could have been conveyed in written words is shifted to a shorter chat texts. And what could have been expressed today is shifted to tomorrow, next week, next month — most likely will end up as a forgotten plan.

Continue reading “Position Needed: Someone Who Would Listen”