Songs That Explain My Life

Hey halo,

Minggu lalu sempet ada obrolan sama temen tentang lagu apa yang lirik dan nadanya paling menggambarkan hidup kita masing2. Gue mikir mikir mikir dan akhirnya gue nemu beberapa, biarlah gue simpen di blog karena blog ini memang diciptakan dengan salah satu tujuannya adalah:

Memuaskan kebutuhan gue untuk menjadi self-centered.

MUAHAHAHA.

Monggo yang mau bikin best song-nya juga, ditrackback aja, ntar akik baca2.

Best song that explained me:

Continue reading “Songs That Explain My Life”

Advertisements

Position Needed: Someone Who Would Listen

goodlistener
Position Needed: Someone Who Would Listen!

With an attention span limited to only around 8 seconds (less than goldfish, according to an article by The Telegraph), we could say that humans nowadays are everything but a listener. Our world has become so hectic and fast, the idea of sitting together to talk about our virtue and sorrow becomes so unattainable–almost magical. Things that could have been said in person is shifted to a mere phone call. Things that could have been told through a phone call is shifted to an exchange of e-mails. Things that could have been conveyed in written words is shifted to a shorter chat texts. And what could have been expressed today is shifted to tomorrow, next week, next month — most likely will end up as a forgotten plan.

Continue reading “Position Needed: Someone Who Would Listen”

My MBTI Test Results,

 Please read this post also. You are amazing!

Psychology is one of my favorite topics and I am (officially) addicted to every kind of psychological test. From MBTI, 4 temperaments, all through Kokology, I tried it all, and MBTI test (established by Myers Brigg – I believe she/he is the professor of psychology every psychology student knew about) is the one that I took the most.

There’s a reason for why I am willing to diligently answer all the oh-so-many MBTI questions, though. I took the test several times since I was a sophomore in college (that’s more than 10 years before now) and I found that my test results have varied through time. First, I was declared as an ENFP (the happy-go-lucky extroverts who talks too much — based on my self-assessment about myself). I could relate so much to this explanation of ENFP from Heidi Priebe :

When an ENFP says they love you, you can guarantee their heart is turning a thousand miniature cartwheels every time you enter the room. The thought of you drives them wild and their ‘I love you’ roughly translates to ‘My heart is basically BURSTING OUT OF MY CHEST every time I think about you, which is approximately all of the time.’

If only you know how many mini heart-attacks I used to suffer every time my college crush pass my way. T-T

Continue reading “My MBTI Test Results,”

Bandung 2D1N

Jadi seperti yang udah diceritain kemaren di postingan curcol ngepol kapan itu. Saya abis jalan2 ke Bandung sebentar kapan itu. Berubung dulu sempet tinggal 6 tahunan di Bandung buat kuliah dan kerja bentar, jadi gak terlalu excited sama tujuan lokasinya sih, tapi karena kesananya sama orang2 baru jadi agak semangat.

Semangat biar gak ansos2 amat. muahahah.

Serius deh. Gue butuh temen dan suasana baru. Apapun akan kulakukan untuk itu. #desperate

Anyway,

Continue reading “Bandung 2D1N”

This is a happy end,

I’m a young soul in this very strange world
Hoping I could learn a bit bout what is true and fake
But why all this hate?
Try to communicate
Finding trust and love is not always easy to make

In a dire need for peace,

Mandhut.

PS : minggu ini mau posting drakor aaaaaaahh~ 😀

AADC, AASC, dan AADR.

Halooo semuanya, pakabare? 😀

Gak nyadar nih blog RM udah sebulan lebih dicuekin setelah posting terakhir. Jangankan posting, komen aja belum saya bales2in *abis ini, beneran!*. Udah saatnya saya mulai cuap2 lagi meskipun tetep aja gak penting :)).

Kali ini saya mau kasih update2 dikit sebelum nanti marathon posting review drakor kali, ya…

Jadi, belakangan ini saya memang lagi banyak blekutek sama dunia tulis-menulis. Pengin ngembangin plot A tapi entah kenapa mandek terus–ada yang ganjel tapi belum tahu apa. Pindahlah saya ke plot B tapi ada aja halangannya. Seterusnya begitu ke plot C, D, E, sampe Z. Entah perfeksionis apa emang anaknya demen nunda2 pekerjaan, gaktau deh (sebenernya gue yakin gue itu 22nya), tapi lama2 sebel juga kalau mood ganggu project ^^; entar gak jadi2 dooong~ T-T tahun ini kan saya mau melepas umur kepala 2 saya, jadi sebenernya pengin ada achievement yang berarti T-T, jadi biar 30-nya menyenangkan…. *percayalah misi ini penting adanya buat saya*

Terus sekitar sebulanan yang lalu, muncullah ide untuk coba buat ongoing series di portal menulis. Jadi, instead of nunggu semuanya sempurna baru dipublikasikan seperti biasanya, saya mau coba membangun cerita sebuah novel dengan cara posting per-bab. Ada deadline untuk per-bab, ada constraint waktu, jadi sempurna gak sempurna saya harus terus upload progress.

Continue reading “AADC, AASC, dan AADR.”

Balada Kafe A

Mau curhat2 ngalor ngidul ah.

Ceritanya mau aktif ngerjain novel, dan ngeblog, dan gambar, dan apapun itu, tapi apa daya selama 2-3 bulan akhir tahun kemaren ada aja halangannya. Gongnya adalah awal tahun yang mana udah semangaaaat banget pengen berkarya, tahu2nya badan rada drop karena sakit. huweee.

Jadi 2 hari yang lalu saya pergi ke kafe favorit buat nulis2. Bukan kafe high-end gimana2 sih, terjangkau kok. Tapi saya spesifik suka kafe itu (sebut saja kafe A) karena dekornya yang memungkinkan banyak sinar matahari masuk *setengah tanaman*.

Terus parkirannya luas dan gak jauh karena bukan bagian dari mall. Terus AC-nya pas, sejuk namun gak dingin2 banget ampe saya gak konsen. Terus kursinya enak dari rotan gitu ada arm restnya. Terus kafenya buka 24 jam, yang mana saya bisa dateng kapan aja sesuai mood (pernah dateng buat nulis2 jam 5 pagi dan pulang jam 10 malem). Terus… terus…

Ah favorit lah pokoknya. Di tempat inilah ide2 dan novel #AmoraMenolakCinta serta #MyLoveG pernah dikembangkan.

Tapi dimana ada kelebihan, tentu ada kekurangan bukan? Ini kafe, selain varian menunya yang kurang gimana gitu (sebut aja deh ya : KURANG KENYANG, ya namanya juga kafe, Man *toyor diri sendiri*), kalau malem suasananya jadi kurang enak karena…

…banyak nyamuk.

*ilfil*

Continue reading “Balada Kafe A”