Amora Semakin Dekat! :D

promo02

Mohon doanya ya semuanya 🙂 Sebentar lagi dilaunch nih how to buy-nya 😀 udah dibahas juga di blog nyang satu ini sejak jauh2 hari 😀 Sedangkan excerpt-nya udah bisa dicek di akun wattpad yang satu ini 🙂

*deg2an*

Mandhut.

Advertisements

Kribo Pala Barbie.

Jadi ceritanya dua minggu belakangan lagi pusing banget ngurusin self-published novel. Aduh udah bukan pusing pala barbie lagi ini copot pala barbie, KRIBO PALA BARBIE. Rasanya capek, pengen nyerah aja udah lah, tapi kalau suruh nunggu kabar penerbit lagi entah mengapa berasa udah bener2 jenuh, tapi kalau berhenti nulis sekarang gak mau soalnya lagi suka2nya, tapi kalau nulis hepi2 doang tanpa hasil berasa sia2 juga gak enak sama keluarga, tapi kalau nulis disimpen sendiri dan gak dibaca orang rasanya gimana gitu.

See? Itu baru dilema tujuan nulis novelnya aja udah pusing.

Gue capek galau2 gitu, jadi kayaknya… timbang gue takut ini itu tapi gak jelas apakah yang gue takutkan itu pantas gue takutin apa enggak, yaudah, gue mesti ambil keputusan. Gue mesti cari jalan, suka-ga suka, gagal atau berhasil, at least gue udah gak penasaran lagi.

So self-published it is. Rencananya apa yang harus dijalanin ya dijalanin aja dulu. Coba kita lihat.

Continue reading →

[Film-in Dong!] Almost 10 Years Ago by TRINI

Kayaknya minggu depan bakal hectic, makanya mumpung ada kesempatan saya mau posting di blog dulu. Udah lama banget nih gak bikin postingan [Film-in Dong!], jadi kali ini mau bahas novel oke yang baru saya baca, judulnya Almost 10 Years Ago by TRINI.

index

Hal pertama yang harus saya garisbawahi adalah : novel ini karya asli penulis Indonesia, tapi gaya menulisnya somehow agak kayak novel terjemahan asing gitu. Serius, deh. Apalagi settingnya emang di London dan pemainnya emang british man and woman (kecuali peran utama yang setengah Indonesia). Rasanya rada lucu aja selama baca, tapi tetep bagus kok, buktinya saya susah move on ampe sekarang 😀

Continue reading →

Review Buku “Intertwine” By FLOCK

intertwinecover

five love stories, one wedding dress, lots of miracles

“Intertwine” berkisah tentang lima pasangan yang dihubungkan oleh gaun pernikahan yang sama. Gaun berkerah tinggi, berbahan paduan tulle dan satin, berwarna putih kapas dengan renda motif mawar. Gaun yang mengingatkan akan gaun pernikahan Kate Middleton yang legendaris. Gaun tersebut berpindah-pindah tangan, memberi sentuhan cinta pada takdir orang-orang di sekitarnya.

Continue reading →

Review Buku : Endless Love by Wu Xiao Yue

endlesslove

Menutup rangkaian review buku asia 3 bulan ini, saya mau ngobrol2 sedikit tentang novel “Endless Love” karangan Wu Xiao Yue. Iya, kali ini terjemahan mandarin nih. Gila canggih banget gue dalam sebulan baca novel terjemahan 3 negara : korsel, jepang sama mandarin =)) =)) *entah mengapa kagum dengan diri sendiri*

Ceritanya tentang Jing Hao dan Rui En, dua insan yang sebenarnya saling mencintai, tapi hubungan mereka diwarnai salah paham dan kisah tragis, jadi jalannya benar-benar gak mulus. Rui en adalah seorang pelukis yang memuja konsep jodoh yang dihubungkan oleh benang merah, sedangkan Jing Hao adalah pemuda miskin yang harus susah payah mencari uang demi menghidupi diri sendiri dan ayahnya yang sakit mental.

Suatu hari, Jing Hao tiba2 pergi meninggalkan Rui En tanpa alasan yang jelas. 3 tahun kemudian, Jing Hao dan Rui En dipertemukan kembali, tapi Jing Hao sudah banyak berubah. Jing Hao tiba2 menjadi entepreneur muda yang disegani, tapi tidak hanya itu saja, Jing Hao pun sudah memiliki kekasih baru, seorang artis terkenal bernama Xu Xin Jie.

Apakah yang terjadi dengan Jing Hao dan Rui En? Bisakah cinta mempersatukan mereka kembali? *zoom in zoom out*

Continue reading →

Review Buku : Angel of Morning Star Club

final cover angel of morning star club-500x500

Haloooooo kali ini mau review novel terjemahan korsel lagi, judulnya “Angels of Morning Star Club” karangan Lim Se Hyuk. Judulnya panjang yes :D.

Ceritanya tentang Lim Hwi Chan, pemuda berumur 20-something yang pernah masuk penjara karena kesalahan yang tidak dia lakukan. Lim Hwi Chan ini tipe2 anak muda yang jujur tapi suka emosian gitu, jadi banyak terjebak dalam kejadian2 yang merugikan dirinya sendiri, salah satunya yang menyebabkan dia masuk bui. Setelah keluar dari penjara pun, Lim Hwi Chan merasa hidupnya tidak menjadi lebih baik. Dia mengalami banyak kesulitan di kehidupan sosialnya, baik mencari pekerjaan maupun berteman karena status mantan narapidananya itu.

Suatu hari, Lim Hwi Chan bergabung dengan sebuah klub khusus mantan narapidana yang bernama Morning Star Club. Disebut begitu karena merujuk pada bintang paling terang yang bersinar di pagi hari, yang biasanya bisa dilihat dari jendela penjara. Tak disangka-sangka, Morning Star Club berhasil mengubah Hwi Chan menjadi manusia yang lebih baik. Lewat kegiatan-kegiatan sosial yang rutin dilakukan, Hwi Chan bisa belajar banyak keahlian dan berteman dengan banyak orang dari berbagai tingkat ekonomi, latar belakang dan usia.

“Kalau 100 lamaran pekerjaan gagal, maka kirimlah 200 lamaran pekerjaan. Kalau 200 gagal, maka kirimlah 300!” – begitu kata Ketua klub Morning Star pada Hwi Chan. Ternyata, nasib sedang berpihak padanya karena tak lama, Hwi Chan diterima kerja untuk pertama kalinya, di perusahaan yang elit pula! Tapi ternyata cobaan Hwi Chan tak berhenti sampai di situ, bagai penagih hutang yang memberikan bunga tinggi, Hwi Chan lagi-lagi terpuruk karena nasib mengambil kebahagiaan yang sudah sempat berada di tangannya.

Apakah status mantan narapidana akan terus membuat Hwi Chan menderita?

Continue reading →

Single Ville : Jangan Ada Cinta Di Antara Kita!

ghf

Selamat datang para lajang terpilih! Di Single Ville, kalian bisa hidup nyaman. Dikelilingi pemandangan indah, suasana yang tenang dan didukung oleh fasilitas modern, niscaya kalian tak akan merasa kekurangan. Syaratnya hanya satu : tak boleh ada cinta!

Alkisah, 5 lajang dari berbagai latar belakang, pekerjaan dan umur terpilih untuk tinggal di Single Ville – sebuah kompleks cottage khusus para lajang. Pemilik Single Ville yang bernama Jeong Mi In hanya mengajukan satu syarat : penghuni Single Ville dilarang jatuh cinta, apalagi berpacaran dan menikah. Mi In ingin membuktikan pada dunia bahwa menikah tidaklah lebih baik daripada melajang, dan begitu sebaliknya.

Maka dimulailah kehidupan di Single Ville, jauh dari sumber masalah yang (katanya) mereka hindari bersama : cinta. Ada yang membenci interaksi sosial, apapun bentuknya. Ada yang baru saja ditinggal oleh calon mempelai prianya begitu saja. Ada yang menyimpan rahasia. Ada yang bertekad untuk menemukan pelaku pembunuhan yang lama tak terdengar rimbanya.

Berbagai macam manusia hidup di Single Ville, saling berinteraksi satu dan yang lainnya. Ada kalanya mereka bertengkar, ada kalanya mereka saling bersimpati dan ada kalanya mereka… jatuh cinta.

Lho? Bukankah cinta dilarang di Single Ville? Hukuman apa yang pantas untuk pelanggar peraturan seperti itu?

Apakah hidup tanpa cinta itu benar-benar mustahil adanya?

Continue reading →