Haru Awards!

Halo semuanya,

Seperti yang mungkin udah bisa nebak2, beberapa review buku di blog gue ini hasil kerjasama sama penerbit Haru/Spring (mereka sodaraan). Nah, diitung2 udah lumayan banyak tuh, kurang lebih… ada 6 lah yang gue review :D, kalau mau baca, bisa dilihat di sini. Gue pribadi sih suka2 aja ya secara buku2 terbitan Haru/Spring yang dikasih ke gue (buat direview) itu kebanyakan novel populer di Korsel/Jepang/Taiwan yang diterjemahkan, dan itu rasanya fresh banget 😀, gue menikmati tiap detik budaya yang bisa gue intip dari novel2 tersebut.

Nah, beberapa minggu yang lalu, gue dapet kabar via email dari admin penerbit Haru kalau mereka mau mengadakan Haru Awards. Kategori yang diperlombakan itu intinya Penulis dan Kartunis Favorit (dalam dan luar negeri) sama Reviewer Buku Favorit.

Gue jelas pengen ikutan yang terakhir, meski belum paham hadiahnya apa, dan belum tahu masuk nominasi apa enggak *lah*. Yang penting semua jerih payah nulis2 bisa diberdayagunakan, hahahahaha.

Anyway, gue lumayan seneng sih ada Haru Awards ini, menandakan dunia literasi Indonesia (dan Asia) sedang bergeliat untuk menjadi lebih baik lagi *uget uget*. Trik marketing yang bagus juga :D, reviewer buku ke depannya jadi lebih notice untuk buku2 Haru/Spring (dan siapapun sodaranya yang bakal lahir lagi one day) BETULL???

Monggo2 yang mau ikutan voting buku favoritnya masing2, jangan lupa main2 ke akun Goodreads Penerbit Haru untuk info lebih lanjutnya 🙂

Ayo votiing!

Mandhut.

Advertisements

Early Review : Cinder (Lunar Chronicles Series) oleh Marissa Meyer – Terjemahan Indonesia

maxresdefault

Beberapa waktu lalu saya mendapat tawaran untuk menjadi reviewer buku terbaru Penerbit Spring (penerbit lokal, sodaranya Penerbit Haru) yang berjudul Cinder, karangan Marissa Meyer. Saya dapat kesempatan jadi early reviewer (baca + review sebelum bukunya dirilis di toko buku Indonesia) untuk versi terjemahan Indonesianya yang rencananya bakal terbit Januari 2016 nanti. Iya sihhh, orang2 di belahan dunia lain, bahkan yang di Indonesia aja udah banyak yang baca versi bahasa inggrisnya, tapi yasudahlahya. Ini pertama kalinya saya jadi early reviewer, jadi ya bangga2 aja lah, hohohohooo~ 😀

Anyway, akhirnya hari ini saya berhasil namatin dan saya harus akui bahwa memang ide ceritanya cukup fresh untuk novel bergenre young-adult. Memang sih, kisah Cinder sendiri merupakan reka ulang dari dongeng Cinderella yang tersohor, tapi Marissa Meyer berhasil membubuinya menjadi cerita fantasi sci-fi yang bikin penasaran.

Yang lebih seru lagi, Cinder ini merupakan seri pertama dari serial Lunar Chronicles gubahan Marissa Meyer, DAN, novel2 selanjutnya juga merupakan adaptasi dari dongeng anak2 yang sudah akrab di telinga kita, yaitu : Scarlet (Little Red Riding Hood), Cress (Rapunzel) dan Winter (Snow White). Di samping itu ada juga serial tambahan/backstory berbentuk buku dan cerita pendek yang memperkaya plot, yaitu Fairest, Little Android, Glitches, dsb.

Untitled-3

Yaaa… setelah baca Cinder, terus terang saya jadi penasaran sih bagaimana Marissa Meyer akan mengutak-atik dongeng lainnya. Kayaknya abis ini kalau gak sabaran, saya bakal baca lanjutan versi inggrisnya 😀

Continue reading “Early Review : Cinder (Lunar Chronicles Series) oleh Marissa Meyer – Terjemahan Indonesia”

My Newborn Baby : Amora!

Banyak orang memandang skeptis soal zodiak dan pengaruh tanggal kelahiran pada personaliti seseorang. Gue sendiri bukannya memuja2 sih, baca zodiak di majalah ya baca aja kadang tapi gak ampe setengah menit juga udah lupa apa yang barusan dibaca :)). Kalau pergerakan bintang menentukan nasib dan takdir ke depannya gue kurang sepaham, tapi gue bisa menerima pendapat yang mengatakan bahwa meskipun mungkin sangaat kecil persentasenya, bulan, matahari, gravitasi serta langit dan seluruh isinya punya andil pada perkembangan bayi dalam kandungan. Logikanya, kalau air laut aja terpengaruh oleh gravitasi bulan, kenapa manusia yang 90% tubuhnya terdiri dari air enggak terpengaruh kan? Apalagi yang masih fragile kayak janin 🙂

Itulah mengapa, udah beberapa tahun ini gue suka mikir : kalau misal nanti punya anak, lahirnya kira2 tanggal berapa dan bulan apa, ya? Apa dia bakal lahir di bulan Agustus kaya gue? Semangatnya akan membara persis seperti teriknya musim panas di sebagian besar daerah di bumi kala itu? Atau Desember? Maret? Juni? Bagaimana kalau dia lahir di bulan November?

Dan ternyata, anak pertama saya lahir tanggal 19 September 2015, tepat jam 12 malam.

Namanya Amora. Nama lengkapnya : Amora Menolak Cinta.

Continue reading “My Newborn Baby : Amora!”

Kribo Pala Barbie.

Jadi ceritanya dua minggu belakangan lagi pusing banget ngurusin self-published novel. Aduh udah bukan pusing pala barbie lagi ini copot pala barbie, KRIBO PALA BARBIE. Rasanya capek, pengen nyerah aja udah lah, tapi kalau suruh nunggu kabar penerbit lagi entah mengapa berasa udah bener2 jenuh, tapi kalau berhenti nulis sekarang gak mau soalnya lagi suka2nya, tapi kalau nulis hepi2 doang tanpa hasil berasa sia2 juga gak enak sama keluarga, tapi kalau nulis disimpen sendiri dan gak dibaca orang rasanya gimana gitu.

See? Itu baru dilema tujuan nulis novelnya aja udah pusing.

Gue capek galau2 gitu, jadi kayaknya… timbang gue takut ini itu tapi gak jelas apakah yang gue takutkan itu pantas gue takutin apa enggak, yaudah, gue mesti ambil keputusan. Gue mesti cari jalan, suka-ga suka, gagal atau berhasil, at least gue udah gak penasaran lagi.

So self-published it is. Rencananya apa yang harus dijalanin ya dijalanin aja dulu. Coba kita lihat.

Continue reading “Kribo Pala Barbie.”