Review The End of the F***ing World

end-of-the-world

Gue lemah untuk drama/film bertema coming-of-age, apalagi yang tokohnya quirky. Itulah mengapa sampai sekarang pun gue masih cinta mati sama The Perks of Being a Wallflower-nya Stephen Chbosky, dan gue rasa itu juga mengapa gue lumayan suka sama 13 Reasons Why-nya Netflix yang udah niat direview tapi masih mentok jadi draft mulu berbulan2 =)), ntar ya cari waktu buat digodog lagi and then mungkin beneran gue post :P.

Anyway, kali ini gue mau bahas serial remaja Netflix The End of the F***ing World. Gue pribadi tertarik nonton karena judul dan karakternya: Two misfits against the world. I’m so sold.

Ratingnya dari gue… 8 dari 10 kali, ya. Temanya sedikit dark dan sinis, latarnya dunia remaja british, komedinya lumayan lucu dan kerasa real. Yang bikin gue ngurangin nilai adalah endingnya yang agak kurang sreg di hati, sisanya oke2 aja.

Continue reading “Review The End of the F***ing World”

Advertisements

Topic 6: A Healthy Relationship.

102017

What’s the most crucial thing for a healthy relationship?

(source: Deep Question to Ask a Girl)

Woh! *sok2 kaget padahal milih pertanyaan sendiri*

Relationship dalam konteks  ini tuh gak cuma hubungan pernikahan, pacaran gitu2 aja kan ya? Pertemanan juga bisa? *ini sebenernya nanyak siapa*

Kalopun enggak, anggap aja gitulahya biar gue bisa jawab =))

Continue reading “Topic 6: A Healthy Relationship.”

Topic 9 : Tjinta.

Cinta ya bukan Tinj*. Tolong jangan ampe salah baca.

Btw itu bisa salah baca ceritanya apa sih? emang waktu kecil belajar alfabet gimana caranya? coba cerita

*mengalihkan*

Masmot! lo aja deh yang cerita tentang dunia percintaan lo!

“lagi sibuk.”

…….

Ah baiklahh ini topik datang dari ndutyke. huaks huaks huaks. Percayalah sebanci2nya gue soal spotlight, ada beberapa hal yang bikin gue pengen ngumpet ke belakang panggung, dan salah satunya adalah percintaan. Tapi karena udah diminta dan #15DaysBlogging itu semacam refleksi kehidupan, jadi kayaknya emang kurang kalau ga ada topik cinta barang seiprit. Jadi marilah. Toh, sooner or later, pasti ada aja yang minta topik ini.

*memandang laut ibu pertiwi yang luas*

Jadi kali ini saya akan bagi2 resep dimsum ceker. Udah tau belum bahannya? ceker dan mungkin kukusan apa rebusan, air mendidih juga, semuaaa punyaaa? beres beres, ada yang belum punya ceker? pake tempe dulu aja bu.

*dikeplak*

*ketawa2 miris di pojokan*

Continue reading “Topic 9 : Tjinta.”

Ganteng, Stahp!

Ini harusnya lagi gambar, tapi boleh lah ya posting dikit *cari pembenaran*.

Jadi kan seperti yg sudah dibilangin di halaman About Me, saya itu ada kecenderungan untuk naksir sama cowok2 yang jago main gitar, dikarenakan kecengan saya yang dalemmm banget jaman SMA itu jago main alat musik yang sama. Nah, tersebutlah seorang cowok di jaman kuliah yang tidak kalah berkharisma-nya saat dia sedang bermain gitar, terus akika suka deg2an kalau liat si cowok lagi manggung, jadilah aku naksir.

Perlu diketahui bahwa cowok ini sebenernya ga ganteng2 banget, berkacamata, agak bulet (bukan karena gue bulet juga jadi cari teman senasib! tapi emang tipe gue agak2 Surya Saputra!), tapi si skill gitar dan passion-nya di jurusan kuliah yang dia geluti bikin klepek2.

Continue reading “Ganteng, Stahp!”