10 Movies/Series That Touched My Heart

Satu kali lagi posting self-centered, dan setelah ini semoga bisa menawarkan posting2 yang lebih berguna untuk khalayak ramai sekalian, yesss?

Sebenernya ini tulisan yang udah ditulis dari 3 bulan lalu. Ceritanya waktu itu lagi bosen2nya, terus yaudah kepingin nulis ngeblog, jadi ditulis dulu di draf email.

Dan hari ini saya baru inget masih ada tabungan tulisan di draf email, jadi daripada blog ini sepi, mari kita publish!

Berikut adalah daftar 10 film/serial yang menyentuh hati saya 😉 *ciah*

The Rise/Dawn/War of the Planet of The Apes

Dawn-of-the-Planet-of-the-Apes1

Gue tadinya ngira ini film komedi2 slapstick gitu. Jadinya gue gak nonton pas filmnya pertama kali muncul di tahun 2011 yang judulnya The Rise of the Planet of the Apes (2011). Gue baru nonton pas rilis film keduanya, The Dawn of the Planet of the Apes (2014), itu juga awalnya iseng, lagi bosen pas wiken siang2 terus yaudah nonton itu di komputer.

Continue reading “10 Movies/Series That Touched My Heart”

Advertisements

Our little souls will walk us home.

Jadi kapan itu ngeshare lagunya Nicole Zefanya (aka NIKI) di twitter yang judulnya “Anaheim” boleh nemu di Spotify 😀 (coba deh cari, bagus :D). Ada yang reply, katanya suruh denger lagu NIKI yang lain, judulnya “Little Souls”, yang mana gak ada di Spotify, jadi gue harus cari di Youtube.

Hari ini mumpung inget, gue coba deh liat, dan ternyata suka banget. Liriknya itu lho. Baik Anaheim maupun Little Souls 22nya keren banget T-T.

Eight years old
We’re told: “You’re too young to unlearn how to smile and hate the world.”
Eight years from now on
You’ll forget the art of carefreeness and little girls

Continue reading “Our little souls will walk us home.”

Peduli Kekerasan Remaja dalam film â€œPosesif”

Masih belum move on, sih. Salah satu film remaja Indonesia terbaik yang pernah gue tonton. Di Iflix ada gak, ya? Mau ah cari terus nonton lagi >.<

Film Posesif yang berhasil meraih 3 Piala Citra atas kategori Best Director, Best Supporting Actor, dan Best Leading Actress ini memang tidak untuk dilewatkan. Utamanya karena kisahnya dengan dalam membahas topik yang cukup penting dan krusial untuk semua remaja, bahkan penting untuk jenjang umur yang lebih dewasa.

Source: Peduli Kekerasan Remaja dalam film “Posesif”

Review The Handmaid’s Tale

Jadi beberapa bulan ini sebenernya gue lagi banyak banget ketemu serial dan film layar lebar yang setelahnya masuk ke list all time favorite gue. Entah mungkin bosen karena 3 tahun belakangan drama korea melulu makanya nonton serial Hollywood ama British jadi agak norak (tapi udah cicil2 nonton drakor lagi kok, aku cuma butuh break sebentar huahahaha), pokoknya hidup lagi bertabur film2 dengan script bagus, jadi tiap minggu ada aja listnya apa yang harus ditonton.

Salah satu serial yang bagus dan fresh-nya (menurut gue) setaraf Black Mirror *karena cinta gue untuk Black Mirror tak berujung–huu gombal* adalah The Handmaid’s Tale.

A18cL9L1vVL._RI_.jpg

 

Continue reading “Review The Handmaid’s Tale”

Review The End of the F***ing World

end-of-the-world

Gue lemah untuk drama/film bertema coming-of-age, apalagi yang tokohnya quirky. Itulah mengapa sampai sekarang pun gue masih cinta mati sama The Perks of Being a Wallflower-nya Stephen Chbosky, dan gue rasa itu juga mengapa gue lumayan suka sama 13 Reasons Why-nya Netflix yang udah niat direview tapi masih mentok jadi draft mulu berbulan2 =)), ntar ya cari waktu buat digodog lagi and then mungkin beneran gue post :P.

Anyway, kali ini gue mau bahas serial remaja Netflix The End of the F***ing World. Gue pribadi tertarik nonton karena judul dan karakternya: Two misfits against the world. I’m so sold.

Ratingnya dari gue… 8 dari 10 kali, ya. Temanya sedikit dark dan sinis, latarnya dunia remaja british, komedinya lumayan lucu dan kerasa real. Yang bikin gue ngurangin nilai adalah endingnya yang agak kurang sreg di hati, sisanya oke2 aja.

Continue reading “Review The End of the F***ing World”

Finally, GOT.

game-of-thrones-poster_85627-1920x1200

Jadi gue baru nonton Game of Thrones (GOT) setelah sekian lama bertahan menjadi anak anti-mainstream.

Bukan anti sih sebenernya, tapi emang guenya dari dulu suka gak ngeh ama tren aja *mental kacamata kuda*. Gue asik2 sendiri, sadar2 hampir semua orang kayak ngomongin GOT gitu, dan semua orang udah ampe season sekian terus akik agak males ngejar.

Apalagi tiap nanya menariknya apa rata2 jawabnya random2 gitu. “Ya seru aja.”, “nonton dulu aja.”, “karena ada naga.”, “ada daenerys” (ha?). Terus denger2 katanya forno. Akik kan jadi agak suudzon ya sebenernya plotnya beneran bagus apa karena ada plus2nya aja.

Continue reading “Finally, GOT.”

Review Black Mirror

Been a long time since I wrote a movie/tv series review, jadi kali ini review2 dikit boleh, ya.

Seperti yang udah disebutin di postingan sebelumnya, saya lagi bosen banget sama beberapa hobi dan interest yang udah beberapa tahun jadi bahan obsesi. Jadilah saya cari bahan obsesi lain. Topik lain. Fandom lain. Kegilaan lain.

Akhirnya dari hasil nginget2 rekomendasi dan ubek2 sana-sini, saya memutuskan untuk mencoba beberapa tv series. Salah satu serial yang akhirnya habis saya tonton dan jadi favorit terbaru adalah Black Mirror.

Black Mirror Book Cover via Random House Header

Continue reading “Review Black Mirror”