Dear Sinetron Indonesia,

Note : tadinya postingan ini cuma sebagian dari postingan yang lain, tapi terus setelah tulis2 kok ternyata yang mau diomongin banyak benjet, jadilah dia postingan yang berdiri sendiri *nyengir kuda*

Dear Sinetron Indonesia,

KENAPA?! *zoom in zoom out zoom in zoom out*

Kira2 itulah inti dari apa yang akan saya tulis hari ini.

Continue reading “Dear Sinetron Indonesia,”

Jangan Fanatik,

Beberapa minggu ini lagi kepikiran soal beberapa public figure yang karena nila setitik, rusak susu sebelanga, alias karena mereka melakukan 1 kesalahan, lalu hancurlah karirnya, nama baiknya. Hal ini terutama terjadi untuk para ustad yang kian lama kian bertambah jumlahnya. Somehow, mereka juga jadi makanan infotainment, dan kesalahan mereka dianggap sebagai sesuatu yang lebih besar dibanding orang lain yang melakukan dosa yang sama. Semua karena, julukan ustad yang mereka bawa, mengharuskan mereka untuk lebih ‘suci’ dari orang kebanyakan.

Continue reading “Jangan Fanatik,”