AADC, AASC, dan AADR.

Halooo semuanya, pakabare? 😀

Gak nyadar nih blog RM udah sebulan lebih dicuekin setelah posting terakhir. Jangankan posting, komen aja belum saya bales2in *abis ini, beneran!*. Udah saatnya saya mulai cuap2 lagi meskipun tetep aja gak penting :)).

Kali ini saya mau kasih update2 dikit sebelum nanti marathon posting review drakor kali, ya…

Jadi, belakangan ini saya memang lagi banyak blekutek sama dunia tulis-menulis. Pengin ngembangin plot A tapi entah kenapa mandek terus–ada yang ganjel tapi belum tahu apa. Pindahlah saya ke plot B tapi ada aja halangannya. Seterusnya begitu ke plot C, D, E, sampe Z. Entah perfeksionis apa emang anaknya demen nunda2 pekerjaan, gaktau deh (sebenernya gue yakin gue itu 22nya), tapi lama2 sebel juga kalau mood ganggu project ^^; entar gak jadi2 dooong~ T-T tahun ini kan saya mau melepas umur kepala 2 saya, jadi sebenernya pengin ada achievement yang berarti T-T, jadi biar 30-nya menyenangkan…. *percayalah misi ini penting adanya buat saya*

Terus sekitar sebulanan yang lalu, muncullah ide untuk coba buat ongoing series di portal menulis. Jadi, instead of nunggu semuanya sempurna baru dipublikasikan seperti biasanya, saya mau coba membangun cerita sebuah novel dengan cara posting per-bab. Ada deadline untuk per-bab, ada constraint waktu, jadi sempurna gak sempurna saya harus terus upload progress.

Continue reading “AADC, AASC, dan AADR.”

Advertisements

Book Giveaway : Amora Menolak Cinta by Rainy Amanda #GAAmora

*updated : 1 Januari 2016*

3 pemenang #GAAmora yang terpilih adalah akun twitter  @Kimol12 @EmmaNoer22 dan @aulyarzky selamat!

jadwalgiveaway01 - Copy

Akhirnya setelah mampir di blog sana-sini (terimakasih buat Tiara Orlanda, Putri Review, Rizky Mirgawati, dan Novel Addict) Amora sampe juga ke rumah penulisnya sendiri, Racauan Manda. Ya bisa aja sih diadain di blog Tulisan Manda, tapi karena saya ini sebelum mencoba2 jadi penulis ya awalnya blogger, saya berasa wajib aja harus ngadain di blog kesayangan ini duluan 😀 , giveaway Tulisan Manda disave buat kapan nanti.

Hari ini saya mau bagi2 3 novel gratis Amora Menolak Cinta, tapi sebelumnya saya mau cerita2 dikit kali ya tentang novel Amora Menolak Cinta ini.

Continue reading “Book Giveaway : Amora Menolak Cinta by Rainy Amanda #GAAmora”

[Film-in Dong!] Pre Wedding Rush by Okke ‘Sepatumerah’!

Posting ini dibuat untuk mengikuti kontes Pre Wedding Rush Stars yang disponsori oleh Cotton Ink dan Stiletto Book.

Halo! kali ini saya mau review dan prediksi pemeran untuk film yang terinspirasi dari Pre Wedding Rush yang ditulis oleh Okke ‘Sepatumerah’ :). Belum ada kabar sih novelnya bakal di-film-in apa enggak, tapi semua dimulai dari niat kan? syukur2 ada produser yang denger, terus jadi kenyataan :D. AMIN!

SINOPSIS (tanpa spoiler) :

Menina dilamar oleh Dewo, pacarnya yang baik, bertanggung jawab dan sangat mencintainya. Dewo tidak peduli meskipun usia pacaran mereka belum lama, dia yakin dengan keputusannya. Tapi berbeda dengan Menina, gadis itu menyimpan ragu akan rencana pernikahannya dengan Dewo. Pertama, karena Menina merasa semua ini berjalan terlalu cepat. Kedua, karena hatinya masih menyimpan sedikit harapan pada mantan kekasihnya, Lanang. Tapi meskipun begitu, Menina tetap mengiyakan permintaan Dewo. Karena sebagai perempuan, Menina-pun tergiur dengan hidup yang stabil, secure dan tenteram bersama suami seperti Dewo.

Tapi di saat gadis itu mencoba untuk memantapkan langkah, Lanang hadir kembali dalam kehidupannya. Pria itu membuat Menina berpetualang ke tanah Yogyakarta, melakukan hal gila untuk kabur sejenak dari Dewo dan rencana pernikahannya. Memperkenalkannya dengan orang-orang baru dengan prinsip hidup yang mulia, pasangan suami-istri Sigit dan Ayako. Mengingatkannya akan daya tarik seorang Lanang yang membuatnya jatuh cinta pertama kali. Mengaduk emosinya dengan permintaan maaf dan penjelasan akan salah paham mereka di masa lalu. Di saat yang sama, hal yang tidak terduga mengguncang rasa kemanusiaan Menina, membuatnya semakin bimbang.

Siapakah yang akan Menina pilih? Lanang atau Dewo?

PREDIKSI CAST :

Continue reading “[Film-in Dong!] Pre Wedding Rush by Okke ‘Sepatumerah’!”

[Film-in Dong!] Notasi by Morra Quatro

 17905336

Score : 8,5 dari 10.

Ini adalah buku Morra Quatro pertama saya. Jadi sebenernya buku Notasi ini udah sempet nangkring di rak buku saya sejak pertengahan tahun 2013, tapi baru dibaca 2 minggu yang lalu, gara2nya… adik saya si Kempeso kan baca itu buku duluan, begitu ditanya bagus apa enggak, dia cuma jawab “lumayan” dengan tampang datar cenderung sepet, jadilah gue keburu asumsi “ah bukunya biasa”, dan akhirnya tiap mulai baca kagak selera (ditambah lagi, kalau di cetakan milik saya itu halaman awalnya banyak yang dobel).

Tapi berhubung itu buku termasuk satu dari sekian buku yang saya mau titipin di Reading Walk, jadilah saya paksain baca, dan ternyata BAGUS. *guling2*

Maafkan aku, Morra Quatro, semua gara2 si Kempeso *colok*.

Review tanpa spoiler :

Continue reading “[Film-in Dong!] Notasi by Morra Quatro”

[Film-in Dong!] Memori by Windry Ramadhina

13632491

Memori – Windry Ramadhina

Pada sadar gak kalau belakangan perfilm-an Indonesia lagi getol2nya berproduksi? Kalau menurut pengamatan saya sih, setelah beberapa lama mengalami masa2 suudzon dengan film Indonesia akibat banyaknya film ‘horor’ gajelas, akhirnya bioskop mulai dibanjiri film2 Indonesia berkualitas lagi. Kalau dulu sih mikirnya “ya kalau harga tiketnya sama mending nonton film Hollywood gak sih ketimbang disuguhin yang aneh2 + plot busuk” tapi sekarang udah mulai mau mempertimbangkan lebih lanjut soal film Indonesia yang akan ditonton di bioskop 😀

Nah kalau diperhatiin ya, film Indonesia itu ada yang pure ide cerita dari sutradara + penulis, tapi banyak juga yang disadur dari novel2 sukses. Yang sekarang ini novel2nya lagi dikerubut adalah Dewi Lestari. Baru aja Perahu Kertas part II selesai tayang, gak lama Rectoverso muncul dan langsung gak pake napas dulu Madre mulai tayang di bioskop. Tapi selain itu banyak juga loh karya novelis lainnya; Ninit Yunita (Testpack), Adhitya Mulya (Jomblo!), Icha Rahmanti (Cintapuccino) dan masih banyak lagi.

Lalu mulailah terpikir oleh saya, kalau memang trend di dunia sineas muda saat ini adalah mencari profit film dari novel yang ceritanya sudah teruji sukses di pasaran, bukan gak mungkin dong karya penulis lainnya lagi bakal masuk bioskop?

Continue reading “[Film-in Dong!] Memori by Windry Ramadhina”

Movie and Book Review : Silver Linings Playbook

Silver Linings : It’s the good part in a bad situation. It comes from the phrase “Every cloud has a silver lining.” So even when a cloud is in the sky darkening your day, at least there’s something pretty about it.

Jadi sekitar bulan September 2012 yang lalu, saya menemukan 2 trailer film yang kepengen banget saya tonton. One is The Perks of Being a Wallflower, yang mana sudah di-review di postingan ini, dan yang kedua adalah, Silver Linings Playbook yang diangkat dari novel karya Matthew Quick dan disutradarai oleh David O. Russel.

I am so in love with this movie, mulai aja ya?

Review tanpa spoiler :

Silver Linings Playbook (2012) -> 5 out of 5. No kidding. I’m a big fan of Jennifer Lawrence, dan disini dia sama sekali tidak mengecewakan, bener2 bikin bangga *kenapa juga ikut2an*. Saya yang tadinya biasa aja sama Bradley Cooper juga jadi merasa ini orang kok tiba2 rasanya ganteng banget (mungkin karena dia terlalu manis di film ini). Kalau kalian mengharapkan sebuah komedi romantis yang out of the box, kalau kalian pernah merasakan depresi dalam skala apapun – dari rendah sampai ke tingkat parah berkelanjutan, atau mungkin pernah menjalani perawatan bersama terapis untuk masalah psikologi (which is not a thing to be ashamed of), or just as simple as – kalau kalian suka akan konsep cinta, this is a must-watch movie. Jangan lupa baca bukunya juga!

Ok. Review kupas tuntas?

Continue reading “Movie and Book Review : Silver Linings Playbook”

It Begins to Live that Day.

courtesy of http://stockfreeimages.com

Peringatan : Postingan ini panjang banget. Udah diingetin yah.

Barusan saya membaca sebuah tweet dari seorang penulis – Clara Ng, yang bunyinya :

When I type “the end” on the last page of my story, it doesn’t mean an end. It’s just born. It begins to live that day.

Langsung deh begitu baca tweet ini, pertahanan saya buyar. Yang tadinya harus gambar, langsung buka blog yang baru ditata2 di wordpress ini, ga sabar pengen cerita *ah emang pengen ngeblog aja kali*. Maaf loh mba NiaRedakturBaikHati aku benar2 gak tahan inih. Huehehehe.

Continue reading “It Begins to Live that Day.”