Andrea Dinda Kanya Dewi Daysleepers

Review Movie: Daysleepers (2018) by Paul Agusta

Jadi ceritanya kapan itu gue sempet liat Kineforum Kemang ada jadwal putar untuk film Daysleepers alias Kisah Dua Jendela karya Paul Agusta.

Baca sinopsis dan trailernya, terus gue tertarik gitu karena ceritanya tentang kaum urban Jakarta dan kejenuhan di rutinitas kerja gitu deh. Itu somehow mirip2 sama novel yang lagi gue garap (Judul sementara: The Two Runaways — 4 tahun lamanya dan ga selesai2), gue lagi berjuang banget untuk dapet feel-nya lagi, karena begitulah nasibnya novel yang lama gak disentuh, lo udah berubah dari diri lo 4 tahun lalu yang mencetuskan cerita itu, ceritanya masih sama, lo masih tau start dan endingnya, but the pain and the joy aren’t the same anymore.

Napa gue jadi tjurtjol? Anyway, pokoknya gue minat nonton. Tapi kagak sempet.

Nah terus tau2 lihat di IG kalau si Daysleepers mau diputer jadi showcase di CGV Grand Indo, sekitar… akhir Oktober lalu? Yauds deh, itu hari Sabtu langsung cusss beli 2 tiket via gotix, terus nyulik kakak gue ikut nonton.

Continue reading “Review Movie: Daysleepers (2018) by Paul Agusta”

A Case of Hidden Motives.

Lama gak nulis di sini dateng2 langsung curcol.

Gak apa, ya. Ku sedang butuh cerita2 galao. Ini kayaknya bakal panjang jadi dibagi per-section, monggo dibaca sesuai kemampuan. =))

Elephant in The Brain by Kevin Simler dan Robin Hanson

418wqedxql._sx327_bo1204203200_

Jadi, barusan aja pagi ini baru beres baca The Elephant in The Brain by Kevin Simler dan Robin Hanson. Isinya itu tentang motif sebenarnya dari banyak aspek di hidup manusia, mulai dari edukasi, komunikasi, politik, dll dsb. Yang mana, kalau berdasar dari teori buku tersebut, studi kasus, lalu referensi dari teori2 dari ahli lainnya, semuanya itu (kata si buku) kalau ditelusuri ujung2nya ya power, status, and sex.

Oh yang mau baca review seriusnya ada di sini.

Continue reading “A Case of Hidden Motives.”

Kisah Jati Wesi si Hidung Tikus di Buku “Aroma Karsa” by Dee Lestari

aroma-karsa-5-1
Image: Gramedia.com

Yip yip!

Sesuai janji saya di postingan yang satu ini, kali ini saya mau nulis review buku Aroma Karsa karangan Dewi Lestari / Dee Lestari.

Ini salah satu novel lokal terbaik yang pernah saya baca, dan enggak, ini bukan hanya karena saya penggemar karya Dee Lestari sebelumnya: Perahu Kertas (yang pernah saya review di sini) dan Madre (review sebelumnya).

Saya bukannya gak ngefans serial Supernova, saya belum nyempetin baca semuanya aja.  Mohon jangan dihujat =))

Back to Aroma Karsa,

Jujur, karena judulnya ada aroma-aromanya, awalnya saya pikir novel Aroma Karsa itu bertema kuliner. Yang mana, karena Dee pernah mengarang Madre, saya gak heran. Dan saya berpikir seperti itu untuk waktu yang lama. Jadi lumayan kaget juga setelah tahu bahwa novel Aroma Karsa itu ada hubungannya dengan TPA Bantar Gebang tempat ribuan ton sampah penduduk Jakarta berakhir setiap harinya, dan parfum. Dan olfaktori (indera penciuman).

Dan genrenya fantasi.

Penasaran gak?

Continue reading “Kisah Jati Wesi si Hidung Tikus di Buku “Aroma Karsa” by Dee Lestari”

This is 32.

Jadi, abis liat posting NY Times yang campaign #ThisIs18, gue jadi gemes mau jawab2 juga. Jadilah beberapa pertanyaan gue comot dan gue jawab di sini.

#ThisIs32

Let me tell you what 32 feels to me.

What’s the most exciting thing about turning 18 32 this year?

Appreciate the journey, but not feeling the excitement at all.

Gak excite-nya bukan karena menua sih, karena gue sendiri kayak gengsi aja kalau dianggap orang yang suka ngumpet2in umur.

I yell it out loud: GUE 32 EMANG KENAPA *lah ofensif*

Yang jelas, hari dimana gue turned 32 sampai hari ini pun kadang gue gak bisa berenti mikirin puisinya Sylvia Plath:

Continue reading “This is 32.”

Review The Handmaid’s Tale

Jadi beberapa bulan ini sebenernya gue lagi banyak banget ketemu serial dan film layar lebar yang setelahnya masuk ke list all time favorite gue. Entah mungkin bosen karena 3 tahun belakangan drama korea melulu makanya nonton serial Hollywood ama British jadi agak norak (tapi udah cicil2 nonton drakor lagi kok, aku cuma butuh break sebentar huahahaha), pokoknya hidup lagi bertabur film2 dengan script bagus, jadi tiap minggu ada aja listnya apa yang harus ditonton.

Salah satu serial yang bagus dan fresh-nya (menurut gue) setaraf Black Mirror *karena cinta gue untuk Black Mirror tak berujung–huu gombal* adalah The Handmaid’s Tale.

A18cL9L1vVL._RI_.jpg

 

Continue reading “Review The Handmaid’s Tale”