(SO MANY) Deep Philosophical Questions, Responded Briefly.

Jadi, tahun 2017 yang lalu saya sempat bikin blogging challenge berikut ini, terus tiba2 pengin bikin posting blog tema serupa, but with a twist.

Jadi kan biasanya yang namanya pertanyaan filosofis itu jawabannya panjang kali lebar, ya (atau ini gue doang?). Segala macam teori yang pernah dibaca, dilihat, dipikirkan, ditelisik ulang dan dijadikan fondasi untuk argumen tentang kesimpulan/jawaban kita akan sebuah pertanyaan.

Tapi kali ini, gue mau coba merespon pertanyaan-pertanyaan filosofis yang gue temukan di link ini (ga semuanya kok) dengan kalimat singkat, paling banyak 50 kata. Sekadar merespon, ya. Tidak harus berbentuk jawaban. Gak harus backed-up by fact (karena kalau mau gue backup ya kemungkinan postingnya harus lebih panjang). Tidak harus objektif. Tidak harus logis. Tidak harus serius.

Are you mad? ARE YOU? =)) =)) =))

emily-morter-188019-unsplash

Kalau memang ada yang mau dibahas lebih lanjut, gue bakal lanjutin kapan2 di posting blog terpisah.

Peringatan, pertanyaannya banyak. I have too much time for this.

Let the roast, begin!

Continue reading “(SO MANY) Deep Philosophical Questions, Responded Briefly.”

Advertisements

Confessions of an INFJ (me).

INFJ (1).png

Gue gak tahu kenapa gue suka banget sama MBTI (Myers–Briggs Type Indicator), tapi sejak gue pertama kali tahu tentang MBTI waktu kuliah tingkat 1 dulu, gue gak berhenti baca soal hal tersebut =)).

Seperti yang pernah gue sebutin di blog ini juga (yang mana ga akan gue bahas lebih lanjut, in case pada bosen), tipe pribadi MBTI gue pernah ganti 3 kali. Yang ke-3, dan yang hasilnya terus konsisten selama 3-4 tahun belakangan adalah INFJ.

INFJ-T tepatnya. *sigh

Berhubung blog ini lama gak diisi. Dan gue lagi pengin nulis sesuatu yang self-centered (kapan sih enggak? =)) ), gue mau sedikit komentar tentang pribadi INFJ ini.

Jadi gue menemukan sebuah artikel di internet tentang INFJ. Gue mau komentarin satu2 hahahahahaha *ngeselin*.

Confessions of an INFJ Personality Type:

1. I want to be left alone most of the time

Continue reading “Confessions of an INFJ (me).”

The Antigen Works!

Antigen

ˈan(t)əjən/
 
noun
noun: antigen; plural noun: antigens
  1. a toxin or other foreign substance that induces an immune response in the body, especially the production of antibodies.

 

Banyak hal bisa terjadi dalam setahun. Baru saja ‘lulus’ dari banyak hal yang gak ada ijazahnya, gak ada wisudanya, gak ada yang nonton dan ikut tepuk tangan juga. But I’ve never been this proud of myself before ^^

Puncaknya hari ini, I did something that I would never be brave enough to do it before.

I survived.

Demam dan sakit-sakitnya sudah lewat, antibodinya sudah ada dan terbukti bekerja dengan baik.

Saatnya istirahat sejenak sebelum kembali melangkahkan kaki dan belajar lagi 😀

 

Mandhut.

5 Buku yang Berjasa di Hidup Saya :D

Semoga belum terlalu larut untuk mengucapkan Selamat Hari Buku!

Sebenernya cari2 alasan biar bisa nyempet2in posting aja sik 😛 Mumpung lagi ada moodnya 😀

Anyway, mumpung momennya lagi pas, akik mau bahas2 dikit soal kecintaan terhadap buku dan 5 buku yang bukan hanya favorit, tapi juga membuka jalan saya ke depannya.

Sebelumnya ngomong dikit lah ya soal hobi baca buku ini. Meskipun tentu saja udah pernah dibahas berkali2 di posting2an sebelumnya :D.

Continue reading “5 Buku yang Berjasa di Hidup Saya :D”

Balada Kafe A

Mau curhat2 ngalor ngidul ah.

Ceritanya mau aktif ngerjain novel, dan ngeblog, dan gambar, dan apapun itu, tapi apa daya selama 2-3 bulan akhir tahun kemaren ada aja halangannya. Gongnya adalah awal tahun yang mana udah semangaaaat banget pengen berkarya, tahu2nya badan rada drop karena sakit. huweee.

Jadi 2 hari yang lalu saya pergi ke kafe favorit buat nulis2. Bukan kafe high-end gimana2 sih, terjangkau kok. Tapi saya spesifik suka kafe itu (sebut saja kafe A) karena dekornya yang memungkinkan banyak sinar matahari masuk *setengah tanaman*.

Terus parkirannya luas dan gak jauh karena bukan bagian dari mall. Terus AC-nya pas, sejuk namun gak dingin2 banget ampe saya gak konsen. Terus kursinya enak dari rotan gitu ada arm restnya. Terus kafenya buka 24 jam, yang mana saya bisa dateng kapan aja sesuai mood (pernah dateng buat nulis2 jam 5 pagi dan pulang jam 10 malem). Terus… terus…

Ah favorit lah pokoknya. Di tempat inilah ide2 dan novel #AmoraMenolakCinta serta #MyLoveG pernah dikembangkan.

Tapi dimana ada kelebihan, tentu ada kekurangan bukan? Ini kafe, selain varian menunya yang kurang gimana gitu (sebut aja deh ya : KURANG KENYANG, ya namanya juga kafe, Man *toyor diri sendiri*), kalau malem suasananya jadi kurang enak karena…

…banyak nyamuk.

*ilfil*

Continue reading “Balada Kafe A”