Bandung 2D1N

Jadi seperti yang udah diceritain kemaren di postingan curcol ngepol kapan itu. Saya abis jalan2 ke Bandung sebentar kapan itu. Berubung dulu sempet tinggal 6 tahunan di Bandung buat kuliah dan kerja bentar, jadi gak terlalu excited sama tujuan lokasinya sih, tapi karena kesananya sama orang2 baru jadi agak semangat.

Semangat biar gak ansos2 amat. muahahah.

Serius deh. Gue butuh temen dan suasana baru. Apapun akan kulakukan untuk itu. #desperate

Anyway,

Continue reading “Bandung 2D1N”

Advertisements

Rekomendasi Drama Korea 2016

Rekomendasi Drama Korea 2016
Rekomendasi Drama Korea 2016

Buat yang masih menunggu, maaf beribu maaf baru bisa posting lagi. Akhirnya setelah berjuang kejar setoran nonton drakor yang sempet vakum nonton sejak Agustus 2016 (karena satu dan lain hal, nanti diapdet mengapa di postingan berikutnya) saya bisa bikin postingan Rekomendasi Drama Korea 2016. Itu juga pake was2 karena ada beberapa drakor yang kata orang bagus, tapi saya nonton 2 eps awal kok ilfil ya, ada juga yang katanya bagus tapi belum sempet nonton lengkap baru sliwatan doang, ada juga yang saya suka tone episod awalnya tapi kok rating keseluruhannya jelek banget jadi rada was2 entar kalau diterusin ampe tamat ilfil lagi, apa mending pindah drakor lain aja, ya?

*galau moment*

Tapi akhirnya yaudah sih, selera kan masing2. Daripada harus tunggu bulan depan lagi (basi! mading udah terbit), saya coba percaya aja sama penilaian saya sendiri. Semoga postingan rekomendasi drama korea kali ini pun membantu untuk jiwa-jiwa butuh hiburan yang butuh lari sejenak dari kenyataan bersama oppa2 ganteng kayak yang posternya saya pajang seenaknya di atas =)) *curcol

Eh tapi sebenernya yang kanan bawah cenderung manis sih bukan ganteng *pilih kasih

Tanpa berlama2 lagi, monggo dicek drama korea favorit versi Mandhut dan list drama korea lainnya :

Continue reading “Rekomendasi Drama Korea 2016”

Review Drama Korea : Marriage Contract (2016)

Contractposter1

Setelah berturut2 bahas drakor2 serius dari TvN (Pied Piper, Memory, Signal), kali ini saya mau mereview drakor bertema lebih ringan dari stasiun MBC. Dari poster di atas dan judulnya aja udah kerasa tipikal roman drakor-nya : Marriage Contract alias Pernikahan Kontrak.–udah kebayang dong ya kisahnya tentang apa?

Yak benar, pernikahan kontrak! *bukan maksud nyindir tapi minta digebok*

Marriage Contract dibintangi oleh UEE (member AfterSchool) yang sudah teruji kemampuan aktingnya di drama2 sebelumnya (Ojakgyo Family, Hogu’s Love, High Society), dan Lee Seo Jin yang meskipun tampilan jelas agak jauh dari standar Song Joong Ki yang lagi naik daun (ya, ya, kapten Si Jin) atau Lee Min Ho si pemain lama, bersabarlah karena seiring cerita bapak2 yang satu ini akan menunjukkan pesonanya juga.

Nilai dari saya… 8 dari 10. Agak kurang puas sama fokus plotnya, terus ada beberapa bagian cerita yang kerasa kurang logis (IMO), tapi masih layak banget buat ditonton, terutama untuk kamu2 yang kecewa sama plot Super Daddy Yeol yang super flop itu (terbayarkan sudah semua dendam! –> curcol), terus pas juga buat yang pengen nonton drakor just for fun buat mellow menye2 sambil tereak2 so sweet. Oh ya, karena ceritanya mainly tentang kehidupan lajang2 dewasa dan pernikahan, jadi kayaknya drakor ini emang lebih pas ditonton untuk pemirsa dewasa, ada adegan2 yg agak berbahaya juga soalnya :D.

Ayo lanjut bahas!

Continue reading “Review Drama Korea : Marriage Contract (2016)”

We Don’t Talk Anymore,

Current obssession : Charlie Puth. Kenapa lagunya bagus2 banget, Maaakkk???!!! Kenapaaa?

Anyway, kapan itu ponakan cerita :

Ponikun (P) : “Antinda, di sekolah aku ada temenku yang mirip Antinda, deh.”

Gue (G) : “Hah? Mirip apanya?”

P : “Dia suka nerjemahin lagu-lagu gitu jadi bahasa2 lainnya.”

G : (ketawa dalam hati)

P : “Ini belakangan dia lagi nyanyi We Don’t Talk Anymore-nya Charlie Puth sama Selena Gomez mulu, aku lama-lama jadi keikut juga, deh.”

G : “Emang gimana?”

P : (nyanyi) “Kita gak ngobrol lagi. Kita gak ngobrol lagi. Kita gak ngobrol lagi. Seperti dulu~” (terjemahan dari : “We don’t talk anymore. We don’t talk anymore. We don’t talk anymore. Like we used to do~”)

G : (gak tau mesti bangga apa miris karena ponakan dapet temen mirip tantenya yang rada2)

Continue reading “We Don’t Talk Anymore,”

Review Drama Korea : Signal (2016)

Signal_(Korean_Drama)-p1

Mari move on dari Cheese in the Trap, karena kali ini saya mau memperkenalkan kuda hitam saya untuk rekomendasi favorit drakor 2016 nanti, Signal (2016).

Nilainya 95. Genrenya crime, mystery, thriller, dan sedikit fantasy. Pemerannya ada Cho Jin Woong (om2 yang awalnya biasa aja, di akhir jadi bikin kagum abis), Lee Je Hoon (ganteng!), dan Kim Hye Soo (mba2 yang biar udah terhitung senior cantiknya tetep luar biasa).

Hal utama yang bikin menarik adalah kasus2 dalam cerita yang terinspirasi dari kasus2 kejahatan yang memang pernah terjadi di Korsel sana. Terus ini adalah drakor tema crime pertama yang bener2 saya suka. Lalu, meskipun ada unsur fantasinya (dan saya sempet ragu nonton gara2 ini) kisahnya tetep enak ditonton, bahkan memperkuat kedalaman cerita.

Cocok untuk penonton maskulin, juga penonton dewasa karena beberapa scene meskipun gak gory tetep aja bukan sesuatu yang baik dikonsumsi anak di bawah umur.

Continue reading “Review Drama Korea : Signal (2016)”

Review Drama Korea : Cheese in the Trap (2016)

Cheese_in_the_Trap-p1

Halooo akhirnya bisa review2 drakor lagi. Kali ini saya mau ngomongin salah satu drama korea terhot yang baru tamat beberapa minggu lalu, judulnya Cheese in the Trap.

Drakor yang satu ini diangkat dari webtoon. Kisahnya berlatar kehidupan kampus. Temanya selain romance (tentunya), ada juga persahabatan, dan psikologi. Kastingnya ada Park Hae Jin (itu lho yang jadi saingan alien oppa di You Who Came from the Stars), Kim Go Eun, Seo Kang Joon (kyakyakya) Lee Sung Kyung dan Nam Joo Hyuk (yang akting dan karakternya lagi pas banget ketimbang akting2 dia sebelumnya di drakor lain, salah satunya School 2015).

Nilai dari saya *drumroll* 8 dari 10. Plot dan karakterisasinya bagus karena unik, tapi endingnya sedikit mengecewakan. Drakor ini cocok ditonton untuk range umur young-adult hingga dewasa, terutama untuk yang suka tema psikologi dan anak2 kuliah yang bentar lagi mau terjun ke dunia kerja.

Gimana? Gimana? Tertarik? Ayo kita kupas lebih lanjut!

Continue reading “Review Drama Korea : Cheese in the Trap (2016)”

Ini lagu! >.<

Pernah gak sih ketemu orang yang bisa dengan gamblangnya ngomong jujur tentang sesuatu di diri kita yang biasanya kita sembunyikan dalam2 dari orang lain. Rasanya pengen nabok, bukan karena kesel aja, tapi karena isi omongan orang tersebut benar adanya dan dia sedang membicarakan sesuatu yang kita tahu eksis, ada di dalam diri kita, tapi bukan sesuatu yang nyaman untuk dibuka jelas di depan muka kita, apalagi depan orang lain. In fact, selamanya kayaknya gak akan pernah siap.

Lagu ini rasanya kayak gitu.

Continue reading “Ini lagu! >.<“