We Don’t Talk Anymore,

Current obssession : Charlie Puth. Kenapa lagunya bagus2 banget, Maaakkk???!!! Kenapaaa?

Anyway, kapan itu ponakan cerita :

Ponikun (P) : “Antinda, di sekolah aku ada temenku yang mirip Antinda, deh.”

Gue (G) : “Hah? Mirip apanya?”

P : “Dia suka nerjemahin lagu-lagu gitu jadi bahasa2 lainnya.”

G : (ketawa dalam hati)

P : “Ini belakangan dia lagi nyanyi We Don’t Talk Anymore-nya Charlie Puth sama Selena Gomez mulu, aku lama-lama jadi keikut juga, deh.”

G : “Emang gimana?”

P : (nyanyi) “Kita gak ngobrol lagi. Kita gak ngobrol lagi. Kita gak ngobrol lagi. Seperti dulu~” (terjemahan dari : “We don’t talk anymore. We don’t talk anymore. We don’t talk anymore. Like we used to do~”)

G : (gak tau mesti bangga apa miris karena ponakan dapet temen mirip tantenya yang rada2)

Continue reading →

Advertisements

Review Drama Korea : Signal (2016)

Signal_(Korean_Drama)-p1

Mari move on dari Cheese in the Trap, karena kali ini saya mau memperkenalkan kuda hitam saya untuk rekomendasi favorit drakor 2016 nanti, Signal (2016).

Nilainya 95. Genrenya crime, mystery, thriller, dan sedikit fantasy. Pemerannya ada Cho Jin Woong (om2 yang awalnya biasa aja, di akhir jadi bikin kagum abis), Lee Je Hoon (ganteng!), dan Kim Hye Soo (mba2 yang biar udah terhitung senior cantiknya tetep luar biasa).

Hal utama yang bikin menarik adalah kasus2 dalam cerita yang terinspirasi dari kasus2 kejahatan yang memang pernah terjadi di Korsel sana. Terus ini adalah drakor tema crime pertama yang bener2 saya suka. Lalu, meskipun ada unsur fantasinya (dan saya sempet ragu nonton gara2 ini) kisahnya tetep enak ditonton, bahkan memperkuat kedalaman cerita.

Cocok untuk penonton maskulin, juga penonton dewasa karena beberapa scene meskipun gak gory tetep aja bukan sesuatu yang baik dikonsumsi anak di bawah umur.

Continue reading →

Review Drama Korea : Cheese in the Trap (2016)

Cheese_in_the_Trap-p1

Halooo akhirnya bisa review2 drakor lagi. Kali ini saya mau ngomongin salah satu drama korea terhot yang baru tamat beberapa minggu lalu, judulnya Cheese in the Trap.

Drakor yang satu ini diangkat dari webtoon. Kisahnya berlatar kehidupan kampus. Temanya selain romance (tentunya), ada juga persahabatan, dan psikologi. Kastingnya ada Park Hae Jin (itu lho yang jadi saingan alien oppa di You Who Came from the Stars), Kim Go Eun, Seo Kang Joon (kyakyakya) Lee Sung Kyung dan Nam Joo Hyuk (yang akting dan karakternya lagi pas banget ketimbang akting2 dia sebelumnya di drakor lain, salah satunya School 2015).

Nilai dari saya *drumroll* 8 dari 10. Plot dan karakterisasinya bagus karena unik, tapi endingnya sedikit mengecewakan. Drakor ini cocok ditonton untuk range umur young-adult hingga dewasa, terutama untuk yang suka tema psikologi dan anak2 kuliah yang bentar lagi mau terjun ke dunia kerja.

Gimana? Gimana? Tertarik? Ayo kita kupas lebih lanjut!

Continue reading →

Ini lagu! >.<

Pernah gak sih ketemu orang yang bisa dengan gamblangnya ngomong jujur tentang sesuatu di diri kita yang biasanya kita sembunyikan dalam2 dari orang lain. Rasanya pengen nabok, bukan karena kesel aja, tapi karena isi omongan orang tersebut benar adanya dan dia sedang membicarakan sesuatu yang kita tahu eksis, ada di dalam diri kita, tapi bukan sesuatu yang nyaman untuk dibuka jelas di depan muka kita, apalagi depan orang lain. In fact, selamanya kayaknya gak akan pernah siap.

Lagu ini rasanya kayak gitu.

Continue reading →

Rekomendasi Drama Korea 2015

RDKposter

Halo pecinta drakor semuanyaaaa~, tahun ini pun alhamdulillah saya masih bisa kasih rekomendasi drama korea :D. Postingan rekomendasi kali ini agak terlambat gara2 ada beberapa drakor bagus yang baru ending Jan 2016, jadi saya sengaja nungguin sampe drama2 itu tamat dulu :P. Bagi yang nungguin, makasih ya atas kesabarannya ^^

Kita bahas2 dikit lah ya, tema drakor yang menjamur di tahun 2015 yang lalu itu :

  1. Emak2 jadi muda lagi –> tahun lalu sempet ada drakor Mr Baek (kakek2 jadi muda lagi) tapi tahun 2015 itu masanya emak2 drakor kembali ke SMA. Gak ngerti deh kenapa =)). Beberapa dramanya : Angry Mom, Twenty Again
  2. Childhood love –> kisah hero dan heroine yang sebenernya udah naksir dari kecil tapi karena satu dan lain hal jadiannya lama bener. Beberapa drama dengan tema ini : Bubblegum, My Love Eundong, The Time We Were Not in Love, Reply 1988
  3. Cewek cantik jadi gak terlalu cantik lagi terus balik cantik terus enggak lagi (pusing lo) –> Mungkin karena dipikir tema Cinderella udah terlalu mainstream, jadi plotnya dibuat lebih dalam dengan ngasi background story tentang cewek yang dulunya cantik dan punya segalanya tapi karena satu dan lain hal gak merawat diri dan jadi kurang prima, terus dramanya membahas perjuangan dia untuk balik cantik lagi. Beberapa dramanya : She Was Pretty, Oh My Venus
  4. School bullying –> tentang praktek bullying di sekolah :D. Beberapa dramanya : Angry Mom, School 2015
She-Was-Pretty-Poster3

She Was Pretty (2015)

5 drama korea yang menurut saya paling ditunggu-tunggu di tahun 2015 :

  1. The Producer –> Kin Soo Hyun (alien oppa!), Cha Tae Hyun, IU dan Gong Hyo Jin! lucu, sih, sayang plotnya berasa kurang mateng dan cepet banget ending. Salah satu pasangan peran utamanya pun kurang chemistry. Udah pernah gue ulas di sini.
  2. Oh My Venus –> So Ji Sub dan Shin Min Ah! 😀
  3. Yong Pal –> Kim Tae Hee dan Joo Won!, tapi menurut gue pribadi chemistrynya kurang, jadi rada males nonton ampe abis 😛
  4. School 2015 –> seri drama sekolah yang emang rutin tayang dengan plot cerita menyesuaikan situasi sekolah real :). Udah pernah gue ulas di sini.
  5. Reply 1988 –> seri ketiga dari Reply 1997 dan Reply 1994. Plot ceritanya masih mirip2, sih, mengajak penonton buat nebak heroine-nya nikahnya sama siapa. Kisah tentang persahabatan, keluarga dan cinta yang dibalut hal2 jadul dan unik di tahun tersebut 🙂

The Producer (2015)

Hehehe, yaudah, tak usah berlama2 lagi, berikut ranking drakor yang bisa kalian tonton di tahun 2015 :

Continue reading →

Negeri Van Oranje Ceria!

0_0_600_618_4112475527166c3f574068d31d40fb62eff78431

Harusnya sih selama promo blogtour + giveaway Amora Menolak Cinta ini saya gak ngeluarin postingan lain dulu *biar fokus* tapi gak tahan, saya harus nulis ini, jadi gapapalah ya, saya minta tolong aja bagi yang baca postingan ini jangan lupa cek2 postingan sebelumnya *mainnya nitip*, wkwkwkwk. Mau ikutan atau sekedar bantu promo retweet (cek fav/like twitter [at]mandhut), juga boleh, makasiihhhhhh~

JADI ceritanya, karena satu dan lain hal, saya, ponakan dan kakak saya (emaknya ponakan saya) hari ini berkesempatan nonton Negeri Van Oranje bareng, itu lho, film yang diangkat dari novel berjudul sama. Kakak dan ponakan sih ikut2 aja, tapi saya tertarik nonton karena posternya colorful *haha* daaann…

… karena ada Arifin Putra.

inilah-alasan-arifin-putra-bermain-dalam-negeri-van-oranje--MjAxNS0xMS0wMyAxNToyMjozNw==

saya?

Apa sihhh dia aktingnya bagus taukk *berasa dijudge*. Ahuahuahuahua, maaf deh ya kalau agak keabege-abegean, tapi gue udah ngepens Arifin Putra sejak dia main sinetron Kisah Kasih di Sekolah bareng Marshanda, jadi sudahlah, gak semua orang dibesarkan oleh MTV. Untuk kasus gue, gue cukup bangga *dan pasrah* karena gue besar dengan film Vampire Expert, Jiban, Winspector, Kera Sakti,dan Kisah Kasih di Sekolah.

Saya mau cerita2 aja sih komentar2 konyol (antara saya dan ponakan), serta hal2 seru yg saya temukan sepanjang nonton Negeri Van Oranje. Bagi yang belum nonton, saya mau ingetin ati2 spoiler (karena saya gak akan menahan diri untuk bahas semuanya), dan disini kondisinya saya belum pernah baca novelnya lho *ingetin lagi*, jadi kayaknya salah satu faktor kenapa saya puas banget adalah karena emang nontonnya gak ada ekspektasi apa2. 😀

Continue reading →

My Newborn Baby : Amora!

Banyak orang memandang skeptis soal zodiak dan pengaruh tanggal kelahiran pada personaliti seseorang. Gue sendiri bukannya memuja2 sih, baca zodiak di majalah ya baca aja kadang tapi gak ampe setengah menit juga udah lupa apa yang barusan dibaca :)). Kalau pergerakan bintang menentukan nasib dan takdir ke depannya gue kurang sepaham, tapi gue bisa menerima pendapat yang mengatakan bahwa meskipun mungkin sangaat kecil persentasenya, bulan, matahari, gravitasi serta langit dan seluruh isinya punya andil pada perkembangan bayi dalam kandungan. Logikanya, kalau air laut aja terpengaruh oleh gravitasi bulan, kenapa manusia yang 90% tubuhnya terdiri dari air enggak terpengaruh kan? Apalagi yang masih fragile kayak janin 🙂

Itulah mengapa, udah beberapa tahun ini gue suka mikir : kalau misal nanti punya anak, lahirnya kira2 tanggal berapa dan bulan apa, ya? Apa dia bakal lahir di bulan Agustus kaya gue? Semangatnya akan membara persis seperti teriknya musim panas di sebagian besar daerah di bumi kala itu? Atau Desember? Maret? Juni? Bagaimana kalau dia lahir di bulan November?

Dan ternyata, anak pertama saya lahir tanggal 19 September 2015, tepat jam 12 malam.

Namanya Amora. Nama lengkapnya : Amora Menolak Cinta.

Continue reading →