Review Film Indonesia: Love for Sale (2018)

Bagi pemerhati film Indonesia yang agak bosen sama Reza Rahadian lagi Reza Rahadian lagi (atau Adipati Dolken), I present you Gading Marten.

Aktingnya ternyata oke 😀

Seakan ingin segera menanamkan figur bujang lapuk di usia awal 40-an pada penonton bioskop, plotnya tidak tanggung-tanggung langsung memperlihatkan sang peran utama, Richard Widjaya (Gading Marten) yang baru bangun pagi dan hanya memakai kutang dan celana dalam yang sudah usang luar biasa.

Source: Review Film Indonesia: Love for Sale (2018)

Advertisements

Review Film Hollywood: The Shape of Water (2017)

Karena ini fantasi banget banget, nontonnya gak usah dipikirin, dinikmatin aja 😛

Elisa seorang tuna wicara, tinggal sendiri dengan menyewa kamar di atas sebuah teater bobrok. Suatu hari, Elisa menemukan fakta bahwa laboratorium tempatnya bekerja tengah mengurung makhluk amphibi yang menyerupai manusia.

Source: Review Film Hollywood: The Shape of Water (2017)

Review Drama Series: Phillip K. Dick’s Electric Dreams (2017)

Salah satu adegan favorit di Phillip K. Dick’s Electric Dreams (2017) *iye, judulnya emang gitu*:

Phillip K. Dick’s Electric Dreams bercerita tentang dunia masa depan. Dunia di mana mutasi genetik memungkinkan beberapa di antara kita untuk membaca pikiran satu sama lain. Dunia di mana manusia sudah berhasil menjelajahi setiap galaksi di langit.

Source: Review Drama Series: Phillip K. Dick’s Electric Dreams (2017)

Peduli Kekerasan Remaja dalam film “Posesif”

Masih belum move on, sih. Salah satu film remaja Indonesia terbaik yang pernah gue tonton. Di Iflix ada gak, ya? Mau ah cari terus nonton lagi >.<

Film Posesif yang berhasil meraih 3 Piala Citra atas kategori Best Director, Best Supporting Actor, dan Best Leading Actress ini memang tidak untuk dilewatkan. Utamanya karena kisahnya dengan dalam membahas topik yang cukup penting dan krusial untuk semua remaja, bahkan penting untuk jenjang umur yang lebih dewasa.

Source: Peduli Kekerasan Remaja dalam film “Posesif”

Review The Handmaid’s Tale

Jadi beberapa bulan ini sebenernya gue lagi banyak banget ketemu serial dan film layar lebar yang setelahnya masuk ke list all time favorite gue. Entah mungkin bosen karena 3 tahun belakangan drama korea melulu makanya nonton serial Hollywood ama British jadi agak norak (tapi udah cicil2 nonton drakor lagi kok, aku cuma butuh break sebentar huahahaha), pokoknya hidup lagi bertabur film2 dengan script bagus, jadi tiap minggu ada aja listnya apa yang harus ditonton.

Salah satu serial yang bagus dan fresh-nya (menurut gue) setaraf Black Mirror *karena cinta gue untuk Black Mirror tak berujung–huu gombal* adalah The Handmaid’s Tale.

A18cL9L1vVL._RI_.jpg

 

Continue reading →