Ode to James and Alyssa

Gara2 matigaya gak ada internet sejam, ini terjadi:

effinworld
Romeo and Juliet? 😀

Bikinnya terinspirasi dari gambar ini:

1231163
Alyssa liat kemana sik?

Jadi gara2 bikin review kemaren dan liat gambar di atas emang udah gemes pengen gambar, jadilah nge-sketch buru2 :P. Btw, bikinnya sambil denger lagu At Seventeen-nya Janis Ian, khusuk!

Btw, yang udah nonton siapa aja? 😀

Met kerja besok!

Mandhut.

From Amanda to Amanda

Jadi,

Sekitar 3 bulanan yang lalu, temen lama dari jaman SMA bilang kalau dia mau namain anaknya ‘Amanda’. Katanya, dulu pas hamil anak pertama dia baca-baca blog gue (sekitar 2010, jaman tulisan masih dodol2nya), terus itu bantu dia jadi lebih relaks and happy (pas hamil anak pertama itu dia lagi tinggal jauh di luar negeri cuma berdua suami, jauh dari keluarga besar). Makanya dia bilang, anak ketiga perempuan ini mau dia namain Amanda, salah satu alasannya karena dia berharap anaknya lucu kayak…

…ya kayak gue kali ya secara dia cerita ma gue.

Mohon jangan muntah. Saya juga ngetiknya sambil was2 jangan2 salah nangkep. Saya juga khawatir, jangan2 halusinasi. :))

Continue reading “From Amanda to Amanda”

Topic #1 : The Harsh Truths of Life.

What harsh truths do you prefer to ignore?

(source: Conversation Starters World: 202 Philosophical Questions)

wow. ok. harsh truths that I prefer to ignore, ya.

Hmm… sebenernya kalau dibilang gue memilih untuk pura-pura gatau atau gak peduli, ya gak juga sih. Secara gue punya sedikit anxiety disorder, yang kayak gini mah buat gue gak bisa dicuekin, pasti kepikiran terus makan ati. Kalau gue itu mungkin lebih ke… setelah makan asam garam gue jadi tau how things work in this realm, yaudah gue berusaha cari cara supaya gue bisa terima itu tanpa gue merasa kesel, terkhianati, atau kalah *ini sih yang paling bikin bete, merasa kalah*.

Kalau bisa ya harsh truths itu sebisa mungkin gue jadiin bahan pertimbangan gue untuk tahu seberapa jauh gue bisa percaya atau berharap akan sesuatu. Kalau emang sakitnya setimpal dengan apa yang gue dapatkan, kalau emang gue mau, gue siap buat kecewa. Kalau emang bener2 ga ada jalan lain selain ambil risiko gue bakal kecewa itu. Ya dijalanin.

Gitu aja sih.

Beberapa harsh truths yang gue temukan dalam hidup:

Continue reading “Topic #1 : The Harsh Truths of Life.”

Topic #2 An Envelope.

102017

If you were given an envelope with the the time and date of your death inside, would you open it?

(source: Deep Conversation Topics)

Tergantung penjelasan dari mana si informasi itu berasal.

Kalau sebatas itu info supernatural dari ahli nujum bakal gue bakar. Kecuali dia mau jelasin dulu makhluk astral mana yang laporan, gimana cara taunya, bisa dijelaskan gak kehadirannya pake mesin deteksi apaaa gitu dll dsb. Itu gue biarin dulu dia menjelaskan, baru gue bakar.

Kalau itu adalah prediksi saintifik dan biologis berdasar rekaman kondisi kesehatan secara fisik dan mental gue selama hidup, gue cuma mau tahu apa2 aja yang dijadikan bahan pertimbangan dan apa kondisinya sekarang, tapi tetep aja info prediksi kapan matinya itu sendiri bakal gue bakar :D.

Intinya gue bakar lah.

Continue reading “Topic #2 An Envelope.”