Topic #3: The Best Way to Explore Human Nature

Warning: postingannya panjang, ya. Gue nulis jawabannya nyicil2 3 hari =))

102017

What is the best way to explore human nature: psychology, philosophy, or biology?

(source: Deep Conversation Topics)

Biology.

Filsafat menurut gue adalah akar alasan kenapa niat untuk mempelajari human nature itu ada. Jadi simply buat nentuin objektifnya aja kali ya si eksplorasi mau dibawa kemana, sama mungkin kalau nantinya penelitian gak berhenti di eksplorasi aja, tapi juga mau mengarah ke manipulasi. Psikologi lebih ke eksplorasi sebab akibat, bagian nurture-nya, mempelajari apa-apa saja yang mempengaruhi perilaku manusia setelah dia lahir, apa pengaruh perilaku manusia satu ke yang lain. Tapi menurut gue sih kalau emang beneran mau memetakan perilaku manusia secara nature, kayaknya ya secara biologi dulu.

Continue reading “Topic #3: The Best Way to Explore Human Nature”

Advertisements

Topic #4: A Copy of Your Loved Ones

102017

If someone you loved was killed in front of you, but someone created a copy of them that was perfect right down to the atomic level, would they be the same person and would you love them just as much?

(source: Conversation Starters World: 202 Philosophical Questions)

Ini gue mau ngobrol ngalor ngidul dulu ya.

A Cell’s Lifespan

Ada satu artikel yang pernah gue baca, katanya sel-sel dalam tubuh manusia itu sebagian besar berganti dalam total waktu kurang-lebih 7-10 tahun. Gue bilang sebagian besar karena ada beberapa sel di tubuh kita yang bertahan bersama kita dari sejak lahir sampai meninggal, yaitu sel2 di lensa mata, dan sel2 di cerebral cortex–bagian otak yang mengatur memori, bahasa, attention, dan kesadaran. Sel2 yang mati di bagian tersebut tidak akan berganti, dan itu mengapa orang semakin lama semakin mudah lupa, dan itu juga mengapa kemampuan lensa mata manusia menurun seiring umur. (baca juga: human cell’s turnover time)

Continue reading “Topic #4: A Copy of Your Loved Ones”

Topic #5: A Theory About Happiness.

102017

Do people have a right to be happy or should they have to earn it?

(source: Deep Conversation Topics)

Happiness is a Choice.

I believe that happiness is neither a right nor something that has to be granted by someone else. It’s a choice. It’s your choice. No one could take that away from you and no one could give that to you. Sama kayak lo mencoba untuk berpikir dari sisi lain saat semua lagi buntu, sama kayak lo pakai baju warna tertentu sesuai occasion lo hari itu–it’s an option.

Continue reading “Topic #5: A Theory About Happiness.”

Topic 6: A Healthy Relationship.

102017

What’s the most crucial thing for a healthy relationship?

(source: Deep Question to Ask a Girl)

Woh! *sok2 kaget padahal milih pertanyaan sendiri*

Relationship dalam konteks  ini tuh gak cuma hubungan pernikahan, pacaran gitu2 aja kan ya? Pertemanan juga bisa? *ini sebenernya nanyak siapa*

Kalopun enggak, anggap aja gitulahya biar gue bisa jawab =))

Continue reading “Topic 6: A Healthy Relationship.”

Topic #7 Rational Thought and Language

102017

Can rational thought exist without language?

(source: Conversation Starters World: 202 Philosophical Questions)

The Beauty of Language

Salah satu hal yang gue pelajari dari menulis novel fiksi adalah metode penerapan bahasa untuk target pembaca tertentu. Bahwasanya, terlepas dari pertimbangan sisi marketing, saat menulis sesuatu dengan tujuan supaya sesuatu itu benar-benar dibaca, cara paling efektif adalah menentukan target pembaca yang ingin kita sasar berdasar umur, pekerjaan, gender, lokasi, hobi, dan lain-lain–the narrower the better. Kemudian setelah menentukan target pembaca, kita harus menulis berfokus pada target pembaca tersebut, bisa dengan menjawab pertanyaan yang ada di benak mereka, menceritakan sesuatu yang bisa relate dengan kehidupan mereka, dan menggunakan kata-kata serta bahasa yang mereka tahu–minimal yang mereka gunakan sehari-hari.

Continue reading “Topic #7 Rational Thought and Language”