Review Buku & Film Indonesia: Aruna dan Lidahnya by Laksmi Pamuntjak

750xauto-4-artis-ini-bakal-nongol-di-film-aruna-dan-lidahnya-ada-pemain-aadc-1805114Makanan lezat memang sudah nikmat apa adanya tanpa perlu bumbu cinta. Namun siapa yang berani menyangkal bahwa hati ikut ambil andil dalam hal menentukan rasa?

Source: Review Buku & Film Indonesia: Aruna dan Lidahnya by Laksmi Pamuntjak

Advertisements

Self-Centered Questions!

Seperti biasa, ada kalanya butuh jawab2 pertanyaan ala Friendster yang memuaskan kebutuhan self-centered dalam setahun :)).

Skip kalau belum baca aja udah lelah :))

Btw, met liburan!

If someone wanted to really understand you, what would they read, watch, and listen to?

Baca Memori by Windry Ramadhina, nonton film Frances Ha sama Eternal Sunshine of the Spotless Mind, denger lagu-lagu di album Back to Black by Amy Winehouse (liriknya gak terlalu sih, tapi nadanya gue banget :P).

Continue reading “Self-Centered Questions!”

You’re Gonna Live Forever in Me!

Bukan penggemar berat John Mayer (gak kayak orang lain, gak segitu tergila2nya sama Your Body is a Wonderland, eh bener ga sih judulnya?) cuma pernah suka sama salah satu lagunya, Waiting on the World to Change, terus kemarin main2 discover weekly-nya Spotify dan nemu lagu ini.

Enak didengerin sambil cengo siang2 sih 😀

A great big bang and dinosaurs
Fiery raining meteors
It all ends unfortunately

But you’re gonna live forever in me
I’ll guarantee, just wait and see

Continue reading “You’re Gonna Live Forever in Me!”

Review “The Publicist” – VIU Original

Masih ngakak sih kepikiran scene-scene lucu antara Rey (Adipati Dolken) dan Julia (Prisia Nasution) =)) Siapa yang udah nonton? 😀

The Publicist serupa minuman segar di tengah dunia drama serial Indonesia. Seneng rasanya bisa ngeliat serial romcom yang beneran digarap serius, dan yang terutama, produksi negeri sendiri, jadi bisa relate banget dengan keseharian dan dilema cerita.

Source: Review “The Publicist” – VIU Original

On the Most Broken of People inside,

Salah satu alasan kenapa gue udah hampir setahun ini tergila2 banget pake app Spotify: ada playlist discover weekly yang memungkinkan gue nemu lagu2 kayak gini :D.

You might hide it with that smile on your face,
But I see it in your eyes
I get this feeling that inside
There’ve been days you couldn’t smile no matter how hard you try
You paint over your emotions
Like a tragic work of art,
Though I don’t know what you been through,
I can feel your beating heart

CHORUS:

(Oooh)
This Ain’t about Love (This ain’t about love)
(Oooh)
This Ain’t about Love
It’s the most beautiful smiles
On the most broken of people, Inside
It’s the most beatiful smiles
On the most broken of people, Inside

Well I know you get addicted to the things,
That take away the pain
But I’ll sit right there with you
‘Till the skys just fade into my heart
You paint over your emotions
Like a tragic work of art,
Thought I don’t know what you been through,
I can feel your beating heart

BACK TO CHORUS

(“Ain’t About Love” – Jae Jin)

*badan diem, mulut rapat, kaki ketuk2 kiri kanan*

Mandhut.

 

A Very Self-Centered Blog Post

Minggu yang sedikit berat.

Berbulan-bulan semuanya lancar, namun beberapa bulan belakangan mulai sedikit ada ombak2. Sampai akhirnya minggu lalu mulai ada sedikit identity crisis. Pertanyaan2 yang kalo didenger bikin malu macam: “Apa ini yang gue mau?” mulai muncul di kepala, dan itu mulai agak ganggu.

Dan kerikil2 lainnya yang gak bisa gue sebutkan satu-persatu 😀

Continue reading “A Very Self-Centered Blog Post”

Sebuah Fanfiction : Ada Apa Dengan Rangga?

dari blog sebelah 😉

Tulisan Manda

Cinta-Rangga

Saya adalah penggemar berat Ada Apa Dengan Cinta? yang dirilis pada tahun 2002. Bagi saya, AADC kala itu bukan sekadar hiburan, tapi medium nostalgia yang sarat akan kenangan pahit-manis masa SMA. Itulah mengapa ceritanya begitu jelas terpatri dalam benak saya, lagu-lagu pengiringnya setia saya dengarkan sampai hari ini, dialog-dialognya masih menjadi pencair suasana dengan teman-teman lama, orang-orang yang terlibat di dalamnya terus menjadi alasan mengapa saya menonton film-film karya anak negeri bertahun-tahun kemudian.

View original post 344 more words