Review The End of the F***ing World

end-of-the-world

Gue lemah untuk drama/film bertema coming-of-age, apalagi yang tokohnya quirky. Itulah mengapa sampai sekarang pun gue masih cinta mati sama The Perks of Being a Wallflower-nya Stephen Chbosky, dan gue rasa itu juga mengapa gue lumayan suka sama 13 Reasons Why-nya Netflix yang udah niat direview tapi masih mentok jadi draft mulu berbulan2 =)), ntar ya cari waktu buat digodog lagi and then mungkin beneran gue post :P.

Anyway, kali ini gue mau bahas serial remaja Netflix The End of the F***ing World. Gue pribadi tertarik nonton karena judul dan karakternya: Two misfits against the world. I’m so sold.

Ratingnya dari gue… 8 dari 10 kali, ya. Temanya sedikit dark dan sinis, latarnya dunia remaja british, komedinya lumayan lucu dan kerasa real. Yang bikin gue ngurangin nilai adalah endingnya yang agak kurang sreg di hati, sisanya oke2 aja.

Continue reading “Review The End of the F***ing World”

Advertisements

Spectacular Now!

Free Web Proxy

Baru nonton The Spectacular Now (2013), another coming-of-age movie yang sebelumnya memang sudah lama gue tunggu2. Waktu itu abis liat trailer + sinopsisnya langsung menyangka bahwa ini film tipikal soal cowok gaul yang naksir/ngerjain cewek nerd, terus berlanjut dengan naksir beneran dengan bumbu2 mean girls dan gencet2, tapi ternyata tidak.

Ternyata lebih dalem daripada itu. Sama sekali gak tipikal :D. No wonder ratingnya di Rotten Tomatoes itu sampe 92%.

Continue reading “Spectacular Now!”

Review Movie : Electrick Children (2013)

Directed and Written by : Rebecca Thomas

Review tanpa spoiler :

Electrick Children (2013) -> 65 dari 100. Ini sebenernya adalah salah satu film yang saya tunggu2 sejak lama, gara2 abis nonton The Perks of Being a Wallflower terus semacam tergila2 aja kepengen nonton film remaja lainnya. Ceritanya tentang seorang gadis remaja dari komunitas Mormon bernama Rachel (Julia Garner) yang hamil setelah mendengarkan sebuah lagu dari tape recorder. Dia berencana untuk dinikahkan demi untuk menutup aib, tapi Rachel melarikan diri. Dengan pengetahuan minim mengenai dunia luar, Rachel bertualang untuk menemukan bapak dari anak yang dikandungnya, si pemilik suara di lagu yang berkali2 dia dengarkan.

Absurd ya si Rachel? emang.

Pemeran2nya sih kayaknya keren, both Rory Culkin and Julia Garner punya karakter wajah dan pembawaan yang sophisticated, jadi saya berharap banyak dari mereka, cuman ternyata kayaknya chemistry-nya kurang dapet deh, pas interview aja mereka kayak masih saling kaku satu sama lain gitu padahal udah syuting bareng berapa lama :(. Dari segi plot, sebenernya menarik ya, pesannya sih bagus, cuma eksekusinya kurang pas, jadi saya pribadi berasa ganjel karena ada beberapa hal yang harusnya dijelasin lagi biar logikanya nyampe gitu, cuma enggak, dibiarin aja ngambang huahuahua. Padahal di rotten tomatoes ratingnya bisa ampe 85%, loh :D. Cocok ditonton untuk 15 tahun ke atas. Oh nilai plus untuk soundtracknya, pas banget sama suasana film :).

Berikut review lengkap, bagi yang takut spoiler, skip font warna biru ya 🙂

Continue reading “Review Movie : Electrick Children (2013)”