Review Drama Series: Phillip K. Dick’s Electric Dreams (2017)

Salah satu adegan favorit di Phillip K. Dick’s Electric Dreams (2017) *iye, judulnya emang gitu*:

Phillip K. Dick’s Electric Dreams bercerita tentang dunia masa depan. Dunia di mana mutasi genetik memungkinkan beberapa di antara kita untuk membaca pikiran satu sama lain. Dunia di mana manusia sudah berhasil menjelajahi setiap galaksi di langit.

Source: Review Drama Series: Phillip K. Dick’s Electric Dreams (2017)

Advertisements

Ode to James and Alyssa

Gara2 matigaya gak ada internet sejam, ini terjadi:

effinworld

Romeo and Juliet? 😀

Bikinnya terinspirasi dari gambar ini:

1231163

Alyssa liat kemana sik?

Jadi gara2 bikin review kemaren dan liat gambar di atas emang udah gemes pengen gambar, jadilah nge-sketch buru2 :P. Btw, bikinnya sambil denger lagu At Seventeen-nya Janis Ian, khusuk!

Btw, yang udah nonton siapa aja? 😀

Met kerja besok!

Mandhut.

Review The End of the F***ing World

end-of-the-world

Gue lemah untuk drama/film bertema coming-of-age, apalagi yang tokohnya quirky. Itulah mengapa sampai sekarang pun gue masih cinta mati sama The Perks of Being a Wallflower-nya Stephen Chbosky, dan gue rasa itu juga mengapa gue lumayan suka sama 13 Reasons Why-nya Netflix yang udah niat direview tapi masih mentok jadi draft mulu berbulan2 =)), ntar ya cari waktu buat digodog lagi and then mungkin beneran gue post :P.

Anyway, kali ini gue mau bahas serial remaja Netflix The End of the F***ing World. Gue pribadi tertarik nonton karena judul dan karakternya: Two misfits against the world. I’m so sold.

Ratingnya dari gue… 8 dari 10 kali, ya. Temanya sedikit dark dan sinis, latarnya dunia remaja british, komedinya lumayan lucu dan kerasa real. Yang bikin gue ngurangin nilai adalah endingnya yang agak kurang sreg di hati, sisanya oke2 aja.

Continue reading →